Langsung ke konten utama

Postingan

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Kisah seseorang yang berjuang, kemudian mendapatkan hikmah bahkan keajaiban dalam hidupnya. Kisah yang juga bisa membuat pembaca lebih bersyukur. Karena ternyata, setiap kisah perjuangan itu ada yang lebih berat ujian hidupnya daripada kita sendiri. Sampai manakah kita memaknai perjuangan dalam hidup?
Postingan terbaru

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Pekan di Lapangan Banteng

Akhir pekan selalu memberi cerita yang tiada akhir. Akhir pekan selalu menyuguhkan pemandangan baru bagi anak rumahan, atau pun bagi para pejalan yang berpengalaman kelana.
Kali ini di Lapangan Banteng, baru pertama menginjakkan kaki di lapangan dengan Monumen Pembebasan Irian Barat itu. Saya masuk ke lapangan bola yang merangkap sebagai lintasan lari.
Sambil melihat sekitar, cahaya sore pukul 5 masih lumayan membantu. Mau tak mau, sebelum gelap setidaknya harus mendapatkan satu-dua jepretanlah. Bingung mau memotret apa, akhirnya saya berkeliling sambil melihat suasana yang ramai oleh anak-anak dan pedagang keliling.
Bukan suatu kebetulan, tujuan ke Lapangan Banteng adalah untuk memenuhi syarat tugas memburu foto di kursus fotojurnalistik sebuah media nasional. Lapangan Banteng sore itu sangat bersahabat, pas dengan agenda kursus yang sudah direncanakan jauh hari.
Beruntung, pengunjung masih mau “bersahabat” jika ada orang yang memotret suasana sekitar lapangan. Mereka tidak masalah de…

Nostalgiaku dengan Mesin Absensi Karyawan

Kepikiran tentang berbisnis, bisa menggaji karyawan sendiri, punya perusahaan, sistem rekrutmen, dan eh, satu lagi, absensi karyawan?
Pernah terpikir, sebenarnya bagaimana sih cara kerja sebuah sistem manajemen pekerja di sebuah perusahaan? Bahkan, sebelum kenal magang di sebuah perusahaan, saya pernah melihat mesin absensi yang pakai kartu itu lho. Mesin itu bisa aktif jika ada input kartu yang berisi absensi karyawan. Jika karyawan datang tepat waktu, maka mesin itu merekam aktivitas “masuk kerja”. Jika sudah waktunya pulang, tentu saja mesin itu juga merekamnya.
Itu 10 tahun lalu, ketika saya bertandang mampir ke kantor ayah dan ibu. Mesin itu sepertinya ajaib.
Sampailah ketika saya magang tahun 2018 lalu, saya bertemu mesin absensi karyawan itu lagi. Bedanya, mesin ini baru berfungsi jika ada sentuhan ibu jari. Namanya, mesin fingerprint. Agak geli sih bersentuhan dengan benda yang langsung kena kulit. Terbayang kan berapa banyak bakteri yang hinggap di sensor layar sentuh itu.
Apa…

Kisah tentang Maju Jaya

Januari dan Februari, bulan yang identik dengan musim hujan.
Dua bulan tersebut menjadi harapan dan doa. Menjelang Tahun Baru Imlek, doa dan harapan makin kencang. Hujan turun makin deras. Di bulan inilah, para arwah jahat diusir dan dikurung. 
Jika hujan sebagai rezeki, maka petasan yang bising saat itulah untuk mengusir para arwah itu. 
Di luar sana, ada pula yang ikut keciptratan rezeki di tahun baru. Jika penanggalan Masehi ditandai dengan Tahun Baru 2019, maka penanggalan lunar ditandai dengan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili. Dua bulan di awal tahun menjadi kunci menjalani 10 bulan ke depan. Masih lama, tapi doa dan harapan itu berisikan bagaimana cara bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dan situasi di sekitar kita.
Ada rezeki awal tahun yang menambah rasa syukur.  Ada rezeki di tahun baru yang membuat diri tersadar.  Ada rezeki di awal tahun yang baru berupa teguran dari bumi berupa tumpukan sampah plastik dan kuota TPA yang hanya 5-10 tahun lagi untuk kita. 
Memang boleh,…

Jalan Bareng

Jalan bareng itu lumrah lho. Entah itu bersama keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja.
Tapi tidak jika bersama kekasih atau tunangan. Jadi saja belum, apalagi sah. Bisa-bisa, kenangan jalan bareng hanyalah teror. Lalu, merubuhkan kepercayaan diri yang dulunya pernah independen dan mandiri.
Kebetulan.
Di foto ini, jalan bareng yang terlihat sederhana namun sangat berarti. Kalau diingat-ingat, kapan ya terakhir jalan bareng? Jalan bareng ke kebun binatang, ke objek wisata alam, ke air terjun sambil bawa rantang dan karpet plastik supaya bisa makan bersama.
Ih, asyik deh.
Tapi kapan lagi ya?
Ketika sang buah hati tumbuh berkembang, menjadi dewasa, muncul gengsi-gengsi untuk jalan bareng orang tua. Ketika orang tua sibuk dan sibuk, demi menghidupi biaya dan biaya. Jalan bareng beralih tempat ke pusat perbelanjaan, mal, atau jangan-jangan ke sentra tekstil yang menjual kain-kain pewarna sintetis untuk wisuda, tunangan, dan pernikahan.
Tidak apa lah, toh juga jalan bareng bukan? Intinya sama,…

Jendela Pesawat

Tiba di Ternate itu seperti bernostalgia. Adik saya pernah di lahir kota Gunung Gamalama itu. Dari dalam pesawat, ia sibuk memotret penampakan pulau dengan kamera gawai pintarnya. Mungin saja akan dibagikan ke Instagram stories.

Tapi, ia datang ke kota itu tidaklah tiba-tiba. Butuh persiapan. Apalagi terdapat perbedaan waktu dua jam antara kota Bekasi dan Ternate. Bisa aja ia mengalami jetlag.
Beruntungnya, ia memulai perjalanan dari kota Makassar. Jadi agak menghemat biaya tiket pesawat dibanding terbang langsung ke Ternate. Jarak tempuh lebih singkat meski ada perbedaan waktu satu jam.
Kalau dipikir-pikir, Indonesia itu, indahnya dari ujung ke ujung. Luasnya luar biasa, sehingga butuh transportasi yang dapat menjangkau seluruh wilayah dalam waktu cepat. Salah satunya pesawat.
Kalau cerita tentang pesawat, akhir-akhir ini sedang ramai harga tiket pesawat. Di berita, sejumlah warga di Aceh dan Medan membuat paspor demi terbang ke ibu kota negara. Bahkan jika ingin berlibur ke pulau …

Wahai Pasangan Halal, Ingatkah Masa Romantis Kalian Dulu?

Wahai pasangan halal, masih ingatkah masa-masa romantis kalian dulu?
Bertahun-tahun berjuang menghidupi hidup, kadang terlupa menghibur diri. Masing-masing sibuk dengan urusan, bahkan urusan badan pun terabaikan. Lalu, bagaimana kondisi keromantisan kalian?
Sebenarnya ada beragam cara untuk meluangkan waktu berdua, alias quality time. Momen berdua ini diperlukan untuk kembali mempererat ikatan mesra. Selain itu, bisa juga menyembuhkan amarah di dada akibat masalah-masalah sepele. Misalnya tidak cuci kaki setelah cuci motor yang bisa mengakibatkan cacingan dan lantai kotor lagi padahal sudah dipel.
Sepele bukan? Tidak jarang, masalah kecil begini bisa berujung angkara murka tak berkehabisan. Dendam tak berujung, kemudian mengungkit masa lalu buruk pasangan yang mungkin saja tampak jorok dan kentang.
Kentang banget lo!
Daripada berlama-lama, mengapa tidak saling memaklumi saja?
Ah susah! Dikasih tahu malah ngeyel. Yaudah gih, ini dia tipsnya.
1. Mandi bareng
Bukan suatu hal ekstrim bagi pa…

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan