Langsung ke konten utama

Postingan

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…
Postingan terbaru

Jelajah Singkat Jogja 2 Hari

Jenuh, lelah, sering sakit kepala, bete. Ah, butuh liburan itu mah! Liburlah sejenak walau 2 hari. Namun, daftar tempat yang akan dikunjungi banyak. Bagaimana?
Petualangan saya berawal dari ngide solo travel atau perjalanan mandiri selama 1-2 hari. Ada banyak kota yang ingin dikunjungi, tetapi pilihan realistis adalah Jogja atau Yogyakarta. Biaya hidup murah, udara sejuk (jika musim kemarau), ramah turis dan pejalan, dan leluasa menikmati keindahan alam beserta petualangannya. 
Ide ini ditentang orang tua karena beberapa alasan: perempuan, belum punya pasangan halal, harus didampingi orang tua, dan terakhir, ya perempuan tidak wajar jalan sendiri. Sayang sekali. *kapan-kapan kita bahas kenapa ya!*
Jadilah saya pergi bersama ayah. Untungnya ayah juga suka ngide dan menyarankan untuk cari tiket pesawat di beberapa situs perjalanan. Saya pun buka Pegipegi untuk melihat-lihat harga tiket pesawat. Siapa tahu dapat tiket murah kan? 
Kebetulan, dapat juga tiketpesawat Air Asia dari Jakarta-Yogya…

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Beberapa minggu lalu, saya tiba di stasiun kereta cepat bawah tanah di sekitar Stasiun Sudirman, Jakarta Selatan. Ini baru kali pertama mencoba kereta cepat bawah tanah atau MRT yang saat itu sedang hangat dibicarakan. Katanya sih, seperti naik MRT di luar negeri.
Kereta MRT (moda raya transportasi) adalah proyek transportasi publik yang baru rampung pada Maret 2019 lalu. Proyek ini sempat membuka program uji coba publik secara gratis dari 5 Maret 2019 - 23 Maret 2019. Tujuannya, agar masyarakat bisa merasakan pengalaman naik MRT sebelum dioperasikan secara komersial, juga pihak MRT bisa menerima masukan untuk meningkatkan layanan moda transportasi ini.
Selama uji coba publik, baik masyarakat dan pihak MRT mengkampanyekan panduan untuk penumpang MRT Jakarta. Pengalaman penumpang dibagikan ke media sosial berupa foto, cerita, dan video, dan inilah yang akhirnya membuat saya naik MRT juga.
Akhirnya ya.
Namun, naik MRT bukan sebagai gegayaan seperti penumpang lain yang hanya mencoba-coba …

Pekan di Lapangan Banteng

Akhir pekan selalu memberi cerita yang tiada akhir. Akhir pekan selalu menyuguhkan pemandangan baru bagi anak rumahan, atau pun bagi para pejalan yang berpengalaman kelana.
Kali ini di Lapangan Banteng, baru pertama menginjakkan kaki di lapangan dengan Monumen Pembebasan Irian Barat itu. Saya masuk ke lapangan bola yang merangkap sebagai lintasan lari.
Sambil melihat sekitar, cahaya sore pukul 5 masih lumayan membantu. Mau tak mau, sebelum gelap setidaknya harus mendapatkan satu-dua jepretanlah. Bingung mau memotret apa, akhirnya saya berkeliling sambil melihat suasana yang ramai oleh anak-anak dan pedagang keliling.
Bukan suatu kebetulan, tujuan ke Lapangan Banteng adalah untuk memenuhi syarat tugas memburu foto di kursus fotojurnalistik sebuah media nasional. Lapangan Banteng sore itu sangat bersahabat, pas dengan agenda kursus yang sudah direncanakan jauh hari.
Beruntung, pengunjung masih mau “bersahabat” jika ada orang yang memotret suasana sekitar lapangan. Mereka tidak masalah de…

Nostalgiaku dengan Mesin Absensi Karyawan

Kepikiran tentang berbisnis, bisa menggaji karyawan sendiri, punya perusahaan, sistem rekrutmen, dan eh, satu lagi, absensi karyawan?
Pernah terpikir, sebenarnya bagaimana sih cara kerja sebuah sistem manajemen pekerja di sebuah perusahaan? Bahkan, sebelum kenal magang di sebuah perusahaan, saya pernah melihat mesin absensi yang pakai kartu itu lho. Mesin itu bisa aktif jika ada input kartu yang berisi absensi karyawan. Jika karyawan datang tepat waktu, maka mesin itu merekam aktivitas “masuk kerja”. Jika sudah waktunya pulang, tentu saja mesin itu juga merekamnya.
Itu 10 tahun lalu, ketika saya bertandang mampir ke kantor ayah dan ibu. Mesin itu sepertinya ajaib.
Sampailah ketika saya magang tahun 2018 lalu, saya bertemu mesin absensi karyawan itu lagi. Bedanya, mesin ini baru berfungsi jika ada sentuhan ibu jari. Namanya, mesin fingerprint. Agak geli sih bersentuhan dengan benda yang langsung kena kulit. Terbayang kan berapa banyak bakteri yang hinggap di sensor layar sentuh itu.
Apa…

Kisah tentang Maju Jaya

Januari dan Februari, bulan yang identik dengan musim hujan.
Dua bulan tersebut menjadi harapan dan doa. Menjelang Tahun Baru Imlek, doa dan harapan makin kencang. Hujan turun makin deras. Di bulan inilah, para arwah jahat diusir dan dikurung. 
Jika hujan sebagai rezeki, maka petasan yang bising saat itulah untuk mengusir para arwah itu. 
Di luar sana, ada pula yang ikut keciptratan rezeki di tahun baru. Jika penanggalan Masehi ditandai dengan Tahun Baru 2019, maka penanggalan lunar ditandai dengan Tahun Baru Imlek 2570 Kongzili. Dua bulan di awal tahun menjadi kunci menjalani 10 bulan ke depan. Masih lama, tapi doa dan harapan itu berisikan bagaimana cara bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi dan situasi di sekitar kita.
Ada rezeki awal tahun yang menambah rasa syukur.  Ada rezeki di tahun baru yang membuat diri tersadar.  Ada rezeki di awal tahun yang baru berupa teguran dari bumi berupa tumpukan sampah plastik dan kuota TPA yang hanya 5-10 tahun lagi untuk kita. 
Memang boleh,…

Jalan Bareng

Jalan bareng itu lumrah lho. Entah itu bersama keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja.
Tapi tidak jika bersama kekasih atau tunangan. Jadi saja belum, apalagi sah. Bisa-bisa, kenangan jalan bareng hanyalah teror. Lalu, merubuhkan kepercayaan diri yang dulunya pernah independen dan mandiri.
Kebetulan.
Di foto ini, jalan bareng yang terlihat sederhana namun sangat berarti. Kalau diingat-ingat, kapan ya terakhir jalan bareng? Jalan bareng ke kebun binatang, ke objek wisata alam, ke air terjun sambil bawa rantang dan karpet plastik supaya bisa makan bersama.
Ih, asyik deh.
Tapi kapan lagi ya?
Ketika sang buah hati tumbuh berkembang, menjadi dewasa, muncul gengsi-gengsi untuk jalan bareng orang tua. Ketika orang tua sibuk dan sibuk, demi menghidupi biaya dan biaya. Jalan bareng beralih tempat ke pusat perbelanjaan, mal, atau jangan-jangan ke sentra tekstil yang menjual kain-kain pewarna sintetis untuk wisuda, tunangan, dan pernikahan.
Tidak apa lah, toh juga jalan bareng bukan? Intinya sama,…

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan