Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Apakah kamu setuju jika KKM Matematika 75?

Matematika adalah pelajaran pokok waktu kita sekolah. Sekolah pesantren pun juga ada matematika. Apalagi sekolah lain, juga ada matematika. Jadi kapan nggak ada matematikanya?

Pelajaran Bahasa Indonesia dan IPS sekalipun juga ada Matematika! Nggak percaya? Coba deh buka buku SMP atau SMA mu dulu..... Untuk yang B. Indonesia, pasti tau kan, ada pelajaran statistika. Itu baru penyajian data diagram atau grafik aja. Gimana coba yang kuliah jurusan Bahasa Indonesia? Pasti disuruh ngitung juga..... Apalagi IPS. Tambah ruwet deh. Coba buka aja buku SMP atau SMA yang Ekonomi, pasti ada menghitungnya.

Dikehidupan sehari-hari aja juga ada Matematika. Sayangnya, kamu nggak nyadar sih..... (ada juga deh yang nyadar....)
Contohnya aja ya, kamu disuruh ibumu buat beli 2 ikat kangkung dan bayam ke pasar. Habis itu, disuruh beli cabe 2 kg. Harga 1 ikat kangkung cuma Rp. 2000 dan 1 ikat bayam Rp. 1000, serta harga 1 kg cabe misalnya Rp. 5000. Nah, coba deh hitung sendiri, berapa uang yang nanti akan kamu bayar waktu beli cabe, kangkung, dan bayam. Terus, kira-kirain aja, berapa uang yang harus kamu bawa kalo mau ke pasar, apalagi beli yang kayak gituan. Pasti ada matematikanya, kan???

Ga perlu takut deh.....
Sekarang masalahnya, sekolah SMP atau SMA tahun 2010/2011, nilai KKM Matematika dari 70 dinaikkan menjadi 75. Penaikan KKM Matematika tersebut udah di setujui oleh masing-masing guru matematika didaerahnya (ini tergantung daerahnya juga. Ada yang KKM Matematikanya masih 65). Diantara guru tersebut, pasti ada yang kurang setuju bahkan tidak setuju dengan adanya penaikan KKM itu. Tau sendiri dong, guru matematika yang sering ngajarin kita dengan rajin dan baik hati aja masih harus protes sama dinas pendidikan. Kenapa? 'Coz, diantara murid yang diajari guru matematika tersebut masih ada yang tidak mampu bermatematika dengan baik. Kalo ulangan, remedi, remedi lagi., Sampe lulus juga remedi (jangan dong, keterlaluan namanya). Terus, sebagian siswa males ngedengerin guru matematikanya. Ada sih, dan ga mungkin ga ada....

Nah, sekarang aku mau minta opinimu, anak sekolah tahun ini, 2010/2011.
Apakah kamu setuju jika KKM Matematika disekolahmu adalah 75?? Tolong kasih alasan yang logis dan jelas. Kalo perlu sih, pake yang nyata-nyata aja deh..... Jangan lupa nama sekolah, kota dan umurnya ya....

Thank's......

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan