Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Nggak akan terjadi lagi... hanya sekarang....

Sekarang tanggal????

Tanggal 19 Juni 2010.... Dikira anak-anak IX-I, hari ini adalah hari sekolah yang terakhir. Dimana kami biasanya berkumpul setiap hari. Dan kini, hari sekolah yang terakhir itu batal, dimajukan jadi hari Rabu.

Hahahah!! Emang hari apaan?? Hari sabtu itu sebenarnya hari pembagian SKHUN! Jadi aku masuk sekolah. Nah, karena jam 7.15, Pak guru mengumumkan bahwa pembagian SKHUN ditunda, ya udah deh pembagiannya jadi hari Rabu. Tapi, sedih... mungkin ini hari terakhir yang pertama, dan Rabu adalah hari terakhir kedua.

Aku sedih, karena mungkin-untuk selamanya, aku nggak bisa lagi jalan kaki sama temenku. Biasanya, aku memang pulang sekolah jalan kaki sama temen, walaupun jauhnya 2 km. Dari sekolah, jalan kaki, sampe ke gereja Katolik. Setelah itu naik becak. Begitulah setiap hari. Waktu ujian nasional, paling sering aku jalan kaki... Kalo hari Jum'at dan Sabtu (beberapa bulan sebelum UN), aku juga nyuri-nyuri waktu buat jalan kaki. Yah.. tapi sampe rumah kena marah. Hahah!!

Lalu, karena kebiasaanku jalan kaki, aku juga kebiasaan curhat sama temenku. Semuanya ku ceritakan, tapi sebagian yaaa!! Diapun menceritakan tentang pacarnya (hahayyy!! Dia dah punya pacar loo!!), karena teman sebangkunya nggak mau dengerin pacarnya temen ku ini. Puhhllaa.. kasiaann... Sambil jalan, kadang aku membuat kekonyolan dan bikin ketawa temenku. Kadang dia juga membuatku ketawa. Seru juga.. cuma aku kurang pandai menceritakan dengan bahasa yang okelah... (lantaran kurang kosa kata dan baca buku)

Hanya itu... hanya itu yang aku sedihkan... Memang dikelas aku tergolong pendiam dan bicara dengan suara kecil. Namun, dengan orang-orang tertentu yang sangat dekat, mungkin aku beda. Beda jadi bersuara besar, nyebelin, bertingkah anak kecil, dan kadang gimana gitu.. Tanyain aja sama temenku juga (kalo kenal..) Nggak sedikit juga sih, temen-temenku dikelas banyak yang beragam sifatnya. Dan tentunya, ada juga yang berkelompok alias pake geng. Untungnya, kelasku kompak. Salah-benar tetap kompak....

Itulah kelasku.. Kelas yang menyenangkan... beda ama kelasku dulu! Nggak kompak!

Tetep semangat kelas IX-I! Aku suka kelas ini! Tetap jadilah kelas IX-I yang unik, beda dari yang lain seantero sekolah!

Komentar

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Jelajah Singkat Jogja 2 Hari

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan