Pertarungan batinku Skip to main content

Pertarungan batinku

Malam ini... yak malam ini. Aku baru pulang dari latihan karate di BRI Sumenep. Aku dan adikku dilatih oleh Sempai.., ya sempainya ayahku sendiri. Aku sabuk biru, tapi jarang banget latihan (kebanyakan pake mood sih, makanya jarang latihan). Tiba saat latihan tadi, aku lemes.. Nggak kuat. Baru 30 menit, aku dah megang perut dan lemes. Hmm... Biasa, kebetulan aku lagi halangan (heheh... ati-ati!!). Untungnya sih, masih kuat. Sakitnya nggak seberapa seperti dulu.

Saat aku latihan karate, biasanya si sempai mendahulukan sikap "osh" kepada muridnya. Otomatis, muridnya juga "osh" kepada sempai (pelatih, guru karate). Osh ini bisa disebut juga salam hormat dalam istilah beladiri Karate (semua karate pake Osh. Karate kid mungkin pake osh juga, hehehe). Setelah "osh", sempai dan murid sama-sama membungkukkan badan seperti orang Jepang yang menghormat atau kenalan (tradisional) kepada orang lain. Membungkukkan badan tidaklah harus seperti rukuk, cukup membungkukkan badan sedikit, itu udah hormat.

Beda sama olahraga yang berasal dari Xinjiang Cina. Apa ya? Ooo... namanya Thifan Po Khan. Olahraga beladiri ini juga sama seperti karate, melindungi diri dan membuat badan sehat serta dipertarungkan. Namun, Thifan Po Khan nggak pake kata "osh" dan tidak membungkukkan badan kepada sempai, sesama murid, ataupun dojo (tempat latihan). Pembukaan olahraga Thifan Po Khan cukup dengan mengatakan "Assalamu'alaikum" sebagaimana yang diucapkan oleh seorang Muslim saat menyapa, ataupun melakukan kegiatan bertemu dengan orang lain. Unik kan? Simpel lagi. Tapi, kenapa ya, kok Karate lebih terkenal dimata anak-anak sekarang ketimbang Thifan Po Khan yang lebih simpel dan islami? Apalagi, setelah ku baca weblognya Thifan Po Khan Indonesia, selesai saling pukul, mereka langsung mengaji.

Cukup unik ya? Kedua olahraga ini, Karate dan Thifan Po Khan memang menarik. Selain itu, latar belakang mereka juga nggak jauh-jauh amat dengan munculnya Karate dan Thifan Po Khan. Karena, semua beladiri (katanya sihh) berasal dari tiga negara. Yaitu, Jepang, Cina, dan Korea, termasuk Karate dan Thifan Po Khan.

Nih ya, blognya Thifan Po Khan Indonesia : http://thifanpokhan.blogspot.com/. Silakan dibuka. Kalo website-nya Karate, mah banyak. Banyak aliran-alirannya (dan pastinya banyak perguruannya). Kalo yang waktu aku latihan tadi sih, aliran Shotokan perguruan INKAI (Institut Karate-Do Indonesia). Kalo website nya sih http://http://www.inkai.or.id// (dibuka juga ya, nanti keliatan banget perbedaannya).

Masalahnya, kenapa kayaknya aku nggak ikhlas ngejalanin latihan? Padahal, aku pengen banget ngelindungin diri tanpa nyusahin orang lain. Tapi, kenapa aku kayaknya nggak semangat latihan? Dan latihannya hanya untuk ujian kenaikan sabuk ataupun pertandingan aja? Mungkin.. waktu kecil....

Heheh, aku belum cerita yah... Waktu kecil, kelas 4 SD kira-kira, aku sudah menjalani karate di Kutacane. Pastinya lah di BRI. Aku rajiiiiinnn kali latihan, sampe bagus gerakannya dan naik sabuk kuning. Tiba sabuk kuning, frekuensi latihan tetap. Tapi, kalo sabuk hijau... Ampun deh malesnya!! Kayaknya nggak penting amat! Mungkin... aku cuma termotivasi latihan karena ingin mendapatkan sabuk hitam di usia dini dan dapet gelar DAN 1. Mimpi anak-anak pasti kadang ilang kalo udah besar. Inilah mungkin penyebabnya....

Orang Karate, temperamentalnya seperti kebanyakan orang. Nggak ada temperamen khusus kecuali keras, disiplin, dan pantang menyerah. Mirip motto hidup orang Jepang juga. Tapi, kadang Karate juga menularkan (eiitt... mengajarkan kalee) sifat individual dan egois. Semua olahraga juga ngajarin gitu kok. Individual, kita bisa, kita ngelakuin sendiri. Walaupun diarahkan pelatih. Temannya, kadang yang "tertentu" aja. Kalo egois, kita diajarin, gue harus dapet itu! Apapun yang terjadi! Itu berlaku buat pertandingan Kumite (sparring) saja. Kalo yang lain nggak. Namun, awal dan akhir Kumite pertandingan minggu lalu, diawali dengan salaman dan diakhiri dengan pelukan... Hmm... lumayan deh, nggak dendam kesumat....

Hmm... itulah olahraga. Termasuk juga Karate dan Thifan Po Khan (mungkin masih tergolong baru). Kadang bikin nyebelin (kalo malas dan dimarahin, atau juga dicuekkin sama anak-anak) dan juga kadang bikin nyenengin.

Eaahh,... Itulah endingnya....

(awas, orang yang nge-blog ngantuk berat)

Comments

  1. Hmmm....jadi inget masa2 kuliah lgi nih

    ReplyDelete
  2. tiffan bela diri yang kerenn abiis. kata temenku bagus banget buat menjaga diri kita. apalagi ga melukai lawan, cuma melumpuhkan aja. *bener ga yaa??*

    ReplyDelete

Post a Comment

Pos populer

Hak-hak DPR

Setiap manusia punya hak. Termasuk DPR. Cuma, DPR hak-nya bisa dihitung. Nggak kayak kita, hak kita banyak banget. Kalo dicatat, kertas yang ditulis penuh sangat (huhuhu...). Yap, ini dia hak-hak DPR beserta penjelasannya.

1. Hak inisiatif
Hak inisiatif yaitu hak DPR untuk mengajukan usul Rancangan Undang-Undang Dasar (RUU) atau Rancangan Peraturan Daerah (Raperda ) yang biasanya datang dari pemerintah atau presiden.

2. Hak amandemen
Hak amandemen yaitu hak DPR mengadakan atau mengajukan perubahan terhadap usulan RUU atau Raperda. Maksudnya, untuk menambah dan mengurangi RUU atau Raperda atas usulan Pemerintah atas Presiden.

3. Hak budget
Hak budget yaitu hak DPR untuk mengesahkan RAPBN ( Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang diajukan pemerintah yang juga merupakan pelaksana.

4. Hak angket
Hak angket yaitu hak anggota DPR mengadakan penyelidikan mengenai masalah tertentu. Hak atau usulan tersebut harus diajukan minimal 20 orang anggota DPR secara tertulis melalui ketua DPR.

5. Hak…

Menikmati Momen Hiatus

Hiatus dalam dunia blog merupakan suatu hal yang wajar. Selain untuk memberi jeda, tapi juga bisa mendapat banyak kesempatan untuk melihat dan menemukan banyak hal. 
Dan, saya mendapatkan itu selama dua minggu hiatus. Bagaimana dengan Anda?
Movement motion forward (Foto: PublicCo/Pixabay)
1. Kesempatan Ketika mulai mengikuti jadwal ngeblog tiga kali seminggu, rasanya cukup berat. Karena otak dipaksa berpikir gimana caranya tetap kreatif berproses dalam menulis. Kesempatan hiatus digunakan untuk evaluasi diri dan tulisan. 
Caranya? 
Keyboard type (Foto: Life-Of-Pix/Pixabay)
Dengan riset pembaca. Cie. Iya, riset pembaca sama artinya dengan mendengarkan apa yang diinginkan mereka. Tapi, ya, nggak to the point juga sih mintanya. Mungkin, dari nanyain kabar dulu. Curhat-curhat lucu. Lalu minta pendapat tentang tulisan-tulisan yang selama ini bertebaran di beranda media sosial.  Kindle (Foto: Free-Photos/Pixabay)
Untuk diri sendiri, sangat direkomendasikan untuk tetap banyak membaca, membaca h…

My 2018 Resolution, Spoiler: Berjemur di Bawah Sinar Matahari!

Gila, bentar lagi udah mau 2018 aja…  Setahun ini kemana aja man?
Flashback mode-on.
Setahun lalu jika dipandang dari 1 Januari 2018 adalah tahun berjuang demi akademis yang lebih baik. Mempertahankan sebuah standar—yang entahlah dipandang atau tidak di dunia kerja—dan juga harga diri di mata dosen. Walaupun sebenarnya, tahun lalu adalah puncak bahwa “gue pengen kerja dan punya penghasilan sendiri.”
Menghasilkan portofolio di berbagai online platform Segala hal pun dilakukan, mulai dari buka portofolio di Shutterstock, mengembangkan wadah unjuk karya di Behance, dan juga mengembangkan seluruh portofolio yang saya punya di Foap, Eye Em, Instagram. Tak lupa, coba-coba juga di 123rf dan Freepik, meskipun hhh lebih sulit rasanya bisa tembus di wadah itu. Ada pula, buka portofolio lain di Youtube, dan belajar mix lagu ber-genre EDM, khususnya Tropical House ala-ala Kygo, Matoma, dan Kanic.
Lalu, saya mencoba “mengkomersilkan” blog ini dengan Adsense. Rasanya kayak terpaksa membuka privasi sa…

Terima Kasih, Modelku

Seminggu lalu adalah libur panjang yang paling santai dan ramai. Dimulai dari Jumat yang benar-benar panas sampai membasahi seluruh baju saat saya baru sampai di Stasiun Bekasi. Kemudian, berganti sejuk ketika memasuki mobil yang disupiri ibu dan dinavigasi adik.
Jalan raya pusat kota Bekasi selalu ramai ketika akhir pekan tiba. Untungnya hari libur panjang, semua orang berlomba-lomba untuk mengisi waktu santai. Pada akhirnya, berkumpul ria di jalan raya dengan mobil masing-masing. Klakson-klakson bersahutan untuk berebut waktu paling santai di mal. Tak ada yang peduli. Semua menikmati pemandangan itu dengan sudut pandang masing-masing, termasuk penumpang yang ada di mobil ibu.
Sampailah kami di sebuah mal yang dibangun di pinggir Saluran Kalimalang. Di seberangnya ada mal pusat elektronik yang bersebelahan langsung dengan Hotel Aston. Mal yang terletak di sisi kiri jalan ini cukup dekat dengan pintu tol Bekasi Barat. Tak pernah sepi. Padahal jualannya itu-itu saja.
Ibu mencari parkira…

Download lagu Zivilia - Aishiteru

Lirik lagu Zivilia - Aishiteru:

Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan trus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu

Sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian cari penggantimu
Saat kau jauh disana

[*]
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a a a aku

[**]
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusa a a ai aishiteru

Gelisah sesaat saja tiada kabarmu ku curiga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan

Saat kau jauh disana rasa cemburu
Merasuk kedalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan

Back to [*] [**]

Satu sendri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
O... u... wo....

Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan ci…

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Pertama kali kenal ZAP itu ketika adik saya ikut treatment underarm laser setahun lalu. Dia ikut ini pun karena awalnya browsing di Google. Pas ketemu, dia mencoba-coba karena klinik ini terlihat meyakinkan dan bukan proses instan.
Ketika sudah mencoba 2-3 kali treatment, dia cerita ke ibu dan saya kalau treatment di klinik ZAP betul-betul bekerja. Jadi, prosesnya dimulai dari memberikan sinar laser yang ditembak ke daerah underarm. Rasanya cekit-cekit gitu sih, karena sinar laser ini “mencabut dan memotong” sampai ke akar rambut. Setelah dilaser, dibiarkan sampai 1-1,5 bulan untuk melihat perkembangan rambut yang tumbuh. Pertumbuhan rambut tergantung dengan seberapa kuat hormon dalam tubuh masing-masing. Ketika sudah mencapai 1-1,5 bulan, adik saya kembali treatment sampai 8 kali. Kebetulan, dokter kulit di klinik itu memberitahu kalau adik saya hormonnya kuat. Sering keringat, pertumbuhan rambut juga lumayan cepat. Jadi, jumlah treatment mungkin lebih dari 8 kali. Lokasi pertama trea…