Unforgettable think Skip to main content

Unforgettable think

Yeahh, pikiran usang ini memang agak susah dilupakan. Sampai sekarang, masih lengket di otak. Lucu kali dan konyol. Serta rasis sedikitlah.

Kejadian itu kira-kira sudah 8 tahun yang lalu, saat aku masih kecil. Waktu itu, keluargaku jalan-jalan pulang kampung ke Pariaman, lalu singgah sebentar ke Bukittinggi. Wah, waktu di Bukittinggi, pemandangannya kalah dengan Bukittinggi sekarang, panas (nggak juga sih). Semua keluarga ayahku, ngumpul di Bukittinggi semua, tepatnya disebuah hotel yang homy.

Nah, keluargaku yang terdiri atas ayah, ibu, dan adik jalan-jalan sekalian silaturahmi ke rumah saudara dekat di sekitar kota Bukittinggi. Waktu itu, cuaca bagus, mendung iya tapi hujan tidak turun-turun. Kebetulan, saat itu sedang makan siang.

Aku dan adikku yang nggak tahu apa-apa soal Yahudi Israel, Produk Yahudi, ataupun Merek-merek yang membiayai senjata Zionis (yahudi tepatnya) itu langsung sikat abis!! Maksudku, kami makan di sebuah restoran fast food di Bukittinggi. Boleh lah, dibilang KFC, mungkin juga McDonald. Saat itu, aku dan adikku kelaparan banget (ayah dan ibu juga).

Saat kami sudah berada diruangan restoran tersebut, Ibu memesan menu ayam dan nasi serta kentang goreng khas restoran itu. Aku, ayah, dan adikku duduk disebelah nomor tiga depan kiri. Nggak dipojok, ditengah-tengah. Nah! Itu dia yang kutunggu-tunggu!

Aku paling suka ngeliat bule, cowok atau cewek, karena mereka punya rambut aneh dan warna-warni. Kulitnya putih kayak tembok (duuuhh... I'm sorrty Mr, Miss.... that was very funny coz I was still childhood). Lalu, hidung mereka suka merah dan mancung. Apa suka bohong ya makanya mancung, begitu pikiranku. Hahah, ya sudah, lupain. Kebetulan, bulenya cowok, tinggi besar, badannya atletis (begitulah) dan.... Masya allah

"Dia cangok sekaleee!!!! Cangok is rakus!!!
Masa satu kotak ayam goreng nan gadang itu bisa habis dalam waktu
yang (bisa dibilang) cepat?? Duuhh..."


Duhh... aku ngeliatnya ampe bengong! Ni manusia atau manusia? AKu nggak
henti-hentinya mengucapkan kata "bule" sampe ngos-ngosan karena tertawa
dengan ayah dan adikku. Ngapa? Kami cuma ngeliatin bule yang kelaperan itu,
dan ngucapin "bule" sampe beberapa kali, lalu, muncullah kata "bulek" yang artinya
bulat. (bahasa Padang). Wah apa maksudnya?


Karena hanya kami saja yang tertawa, orang-orang yang ada di restoran itu pasti keheranan. Nggak cuma pengunjung yang ngantri, bule itupun didengarnya perkataan kami. Waduh!

Dia datang dengan sok-nya. Petantang-petenteng bawa tas ransel, lalu bilang ke aku
"Hei kamu! Kamu jangan mengejek saya ya!," katanya dengan berbahasa Indonesia yang masih kental bulenya.
"Walaupun saya bule, tapi saya sehat! Daripada ayahmu yang gendut tidak bisa apa-apa!," katanya dengan nada agak marah. Dan mengejek ayahku pastinya. Rasis banget ni orang, mentang-mentang bule badan atletis, ngejek bokap awak lagi! Hhh...

Aku sih awalnya bengong aja. Dan tawa konyol tadi berhenti gara-gara bule tadi datang. Ayam goreng yang masih dipesan ibu, masih aja belum selesai-selesai. Dan hujan pun turun. Ayahku jadi minder gara-gara dibilang gendut. Oh ya? Mentang-mentang gendut, ayahku jago karate loohh!! Sok atuh, sok amat jadi manusia! Seluruh manusia yang ada di restoran fast food itu, terdiam seribu bahasa, melihat anak kecil sepertiku dan adikku ditegur habis-habisan oleh bule yang udah dewasa. Kesannya mendidik, tapi, kalo aku buat lucu-lucuan seru juga.

Akhirnya, bule itu pergi. Orang-orang menatapku cuek, ngurusin makanan lezat mereka. Ayam goreng yang dipesan ibu pun datang, aku juga jadi nggak selera makan. Pernyataan bule tadi, yang gendut ituu!!! Itu sangat rasis! Karena, didunia ini badannya nggak cuma kayak dia! Malah ada yang gemuk abis! Tapi berprestasi kok! Ibu yang datang ke meja yang kami duduki itu, senyam-senyum ngeliat aku menderita. Memang, suaraku paling besar saat mengucapkan kata "bule". Hmmm, contoh yang baik sekali.

Itulah, yang nggak aku lupakan. Mungkin itu rasis bagi ayah dan orang gendut sedunia. Karena, mereka kadang nggak mau dibilang gendut, atau malah dibilang overweight. Bagi orang gendut juga sepertiku dulu, cukup membuatku sakit hati! (halah...). Itulah masa sakit hati pertamaku. Ditegur bule.

Sebenernya, niatku bukan mengejek bule. Hanya pengen kenalan sama bule dan pengen nanya kok makannya cangok sekali. Itu aja, lantaran nggak bisa cas-cis-cus bahasa Inggris. Itupun yang bisa ngomong bahasa Inggris cuma ayah. Selebihnya, tunggu generasi ayah yang lain. Hehehe.... Akibatnya, sudah berimbas ke aku, gara-gara lucu-lucuan yang mungkin dianggap orang kurang kerjaan.

Hmm... anak kecil-anak kecil....

Comments

  1. wah, lucu juga ya pengalamannya
    (pemilik blog ngomentar dengan sudut pandang netral)

    ReplyDelete

Post a Comment

Pos populer

Hak-hak DPR

Setiap manusia punya hak. Termasuk DPR. Cuma, DPR hak-nya bisa dihitung. Nggak kayak kita, hak kita banyak banget. Kalo dicatat, kertas yang ditulis penuh sangat (huhuhu...). Yap, ini dia hak-hak DPR beserta penjelasannya.

1. Hak inisiatif
Hak inisiatif yaitu hak DPR untuk mengajukan usul Rancangan Undang-Undang Dasar (RUU) atau Rancangan Peraturan Daerah (Raperda ) yang biasanya datang dari pemerintah atau presiden.

2. Hak amandemen
Hak amandemen yaitu hak DPR mengadakan atau mengajukan perubahan terhadap usulan RUU atau Raperda. Maksudnya, untuk menambah dan mengurangi RUU atau Raperda atas usulan Pemerintah atas Presiden.

3. Hak budget
Hak budget yaitu hak DPR untuk mengesahkan RAPBN ( Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang diajukan pemerintah yang juga merupakan pelaksana.

4. Hak angket
Hak angket yaitu hak anggota DPR mengadakan penyelidikan mengenai masalah tertentu. Hak atau usulan tersebut harus diajukan minimal 20 orang anggota DPR secara tertulis melalui ketua DPR.

5. Hak…

Menikmati Momen Hiatus

Hiatus dalam dunia blog merupakan suatu hal yang wajar. Selain untuk memberi jeda, tapi juga bisa mendapat banyak kesempatan untuk melihat dan menemukan banyak hal. 
Dan, saya mendapatkan itu selama dua minggu hiatus. Bagaimana dengan Anda?
Movement motion forward (Foto: PublicCo/Pixabay)
1. Kesempatan Ketika mulai mengikuti jadwal ngeblog tiga kali seminggu, rasanya cukup berat. Karena otak dipaksa berpikir gimana caranya tetap kreatif berproses dalam menulis. Kesempatan hiatus digunakan untuk evaluasi diri dan tulisan. 
Caranya? 
Keyboard type (Foto: Life-Of-Pix/Pixabay)
Dengan riset pembaca. Cie. Iya, riset pembaca sama artinya dengan mendengarkan apa yang diinginkan mereka. Tapi, ya, nggak to the point juga sih mintanya. Mungkin, dari nanyain kabar dulu. Curhat-curhat lucu. Lalu minta pendapat tentang tulisan-tulisan yang selama ini bertebaran di beranda media sosial.  Kindle (Foto: Free-Photos/Pixabay)
Untuk diri sendiri, sangat direkomendasikan untuk tetap banyak membaca, membaca h…

My 2018 Resolution, Spoiler: Berjemur di Bawah Sinar Matahari!

Gila, bentar lagi udah mau 2018 aja…  Setahun ini kemana aja man?
Flashback mode-on.
Setahun lalu jika dipandang dari 1 Januari 2018 adalah tahun berjuang demi akademis yang lebih baik. Mempertahankan sebuah standar—yang entahlah dipandang atau tidak di dunia kerja—dan juga harga diri di mata dosen. Walaupun sebenarnya, tahun lalu adalah puncak bahwa “gue pengen kerja dan punya penghasilan sendiri.”
Menghasilkan portofolio di berbagai online platform Segala hal pun dilakukan, mulai dari buka portofolio di Shutterstock, mengembangkan wadah unjuk karya di Behance, dan juga mengembangkan seluruh portofolio yang saya punya di Foap, Eye Em, Instagram. Tak lupa, coba-coba juga di 123rf dan Freepik, meskipun hhh lebih sulit rasanya bisa tembus di wadah itu. Ada pula, buka portofolio lain di Youtube, dan belajar mix lagu ber-genre EDM, khususnya Tropical House ala-ala Kygo, Matoma, dan Kanic.
Lalu, saya mencoba “mengkomersilkan” blog ini dengan Adsense. Rasanya kayak terpaksa membuka privasi sa…

Terima Kasih, Modelku

Seminggu lalu adalah libur panjang yang paling santai dan ramai. Dimulai dari Jumat yang benar-benar panas sampai membasahi seluruh baju saat saya baru sampai di Stasiun Bekasi. Kemudian, berganti sejuk ketika memasuki mobil yang disupiri ibu dan dinavigasi adik.
Jalan raya pusat kota Bekasi selalu ramai ketika akhir pekan tiba. Untungnya hari libur panjang, semua orang berlomba-lomba untuk mengisi waktu santai. Pada akhirnya, berkumpul ria di jalan raya dengan mobil masing-masing. Klakson-klakson bersahutan untuk berebut waktu paling santai di mal. Tak ada yang peduli. Semua menikmati pemandangan itu dengan sudut pandang masing-masing, termasuk penumpang yang ada di mobil ibu.
Sampailah kami di sebuah mal yang dibangun di pinggir Saluran Kalimalang. Di seberangnya ada mal pusat elektronik yang bersebelahan langsung dengan Hotel Aston. Mal yang terletak di sisi kiri jalan ini cukup dekat dengan pintu tol Bekasi Barat. Tak pernah sepi. Padahal jualannya itu-itu saja.
Ibu mencari parkira…

Download lagu Zivilia - Aishiteru

Lirik lagu Zivilia - Aishiteru:

Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan trus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu

Sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian cari penggantimu
Saat kau jauh disana

[*]
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a a a aku

[**]
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusa a a ai aishiteru

Gelisah sesaat saja tiada kabarmu ku curiga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan

Saat kau jauh disana rasa cemburu
Merasuk kedalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan

Back to [*] [**]

Satu sendri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
O... u... wo....

Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan ci…

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Pertama kali kenal ZAP itu ketika adik saya ikut treatment underarm laser setahun lalu. Dia ikut ini pun karena awalnya browsing di Google. Pas ketemu, dia mencoba-coba karena klinik ini terlihat meyakinkan dan bukan proses instan.
Ketika sudah mencoba 2-3 kali treatment, dia cerita ke ibu dan saya kalau treatment di klinik ZAP betul-betul bekerja. Jadi, prosesnya dimulai dari memberikan sinar laser yang ditembak ke daerah underarm. Rasanya cekit-cekit gitu sih, karena sinar laser ini “mencabut dan memotong” sampai ke akar rambut. Setelah dilaser, dibiarkan sampai 1-1,5 bulan untuk melihat perkembangan rambut yang tumbuh. Pertumbuhan rambut tergantung dengan seberapa kuat hormon dalam tubuh masing-masing. Ketika sudah mencapai 1-1,5 bulan, adik saya kembali treatment sampai 8 kali. Kebetulan, dokter kulit di klinik itu memberitahu kalau adik saya hormonnya kuat. Sering keringat, pertumbuhan rambut juga lumayan cepat. Jadi, jumlah treatment mungkin lebih dari 8 kali. Lokasi pertama trea…