Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Tolong! Aku diingatkan nostalgia itu

SMPN 1 SUMENEP, dari depan. Ada spanduk di atasnya, itu tandanya kalo salah satu anak SMP 1-ku yang tercinta itu juara 1 OSN (Olimpiade Sains Nasional) Biologi tingkat SMP di Medan sebulan yang lalu. Keren kan? Dia dapet gelar (hehe, bahasanya diperkeren lah..) Best Experiment dalam Biologi. Yang kelihatan sih cuma itu. Kalo difoto mungkin ga keliatan. Hehe.

Lalu, sedikit masuk ya... Ini memang mengingatkanku..
Itulah quote khas sekolahku. Mungkin, kamu mengira sekolah SMP ku ga terlalu mengedepankan seni, ataupun yang lain. Tapi ini berkaitan dengan sendirinya kok. Pasti ada dong kegiatan ekstrakurikuler keren yang juga menunjang naiknya nama SMPN 1 Sumenep. Mulai dari basket, sampe ikutan festival seni di Malang, sampe-sampe (katanya) dapat penghargaan dari Gubernur gara-gara nampilin kesenian Madura Sumenep, Tari Muang Sangkal dan musik Tong-tong (bacanya tung-tung). Makin kangen aku.

Lagi...
Halaman depan yang selalu kulewati tiap pagi waktu kelas 9-i dulu (kalo terlambat). Aku sering ketemu anak-anak OSIS yang sesama kelas 9 dan pastinya dong ketemu bapak/ibu guru tercinta. Dan juga kadang ketemu teman kelas lain. Kebanyakan pake sepeda ontel cewek (duh ngejek nih..) dan sebagian juga ada yang pake sepeda motor dan sepeda bertenaga aki (begitu lah. nggak ngerti? sepeda cas-casan). Aku sering jalan cepat kalo lewat sana. Nggak kenapa-napa sih, cuma pengen cepat ketemuan sama sobat di 9-i.

Dan.
Haha, nggak nyangka, buat ngilangin bingung pun aku sering liat itu.. "Kawasan Bebas Rokok". Apanya yang seru yah? Mungkin warnanya kali merah putih.

Ini lagi, mumpung iseng nih. Dulu mana ada kayak tanda itu.
Haha, unik kan? Berkat zoom kamera. Dulu waktu kelas 9-i, bahkan jadi anak baru di SMPN 1, nggak pernah tuh ada poster "RSBI" kayak gitu. Yah, mungkin meyakinkan aja lah. Tambah unik hihi. 

Setelah itu, ada lagi... Semua foto ini kuambil tadi siang. Mumpung ayah enak diajak kompromi, akhirnya aku dan adikku serta ayah ke SMPN 1 Sumenep. Hanya aku doang yang masuk situ, adikku ngambek ga jelas lalu masuk mobil.

Kalo yang ini lorong khusus dilewati guru. Kalo siswanya haram. Ntar kena poin di buku peraturan...


Tampak depan mushola.

Kalo yang ini, jalur khusus cewek, tempat parkir cewek juga. Nah, bangunan hijau itu musholanya. Mushola itu digunakan untuk sholat (pastinya) dan ada juga yang pake buat ulangan Agama Islam. Karena lebih disiplin dan lebih ketat ulangan di mushola. Kadang juga, buat ngumpul anak-anak yang kesusahan mau nongkrong dimana pas istirahat. Tapi, nongkrongnya di luar mushola dong.

Pojok kelas 7 di bangunan tua. Kelas 7 terletak di paling depan.

Ruang BK, Ruang TU, dan UKS.

Nah, sekarang gambar akan diurut secara acak. Ini mewakili keadaan sekolahku tahun ajaran 2010/2011 ini. Bedalah sama tahun ajaran 2009/2010 dulu, berkesan. Hihihi *ngarang pisan atuuhhh

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan