Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Aku bingung apa yang kupikirkan

Aku nggak pernah mikirin ini sebelumnya...
karena,
aku berada dibayang-bayang hujan semu musik
jedag-jedug-jedig-bruukk!!!
beat-nya keras dan gitar membahana, bas nyaris tak terdengar
namun, aku belajar juga kok! bas, gitar bas...
musik rock yang nyaris membuatku budeg
nelpon orang dengan suara pelan nan lemah; seperti putri Solo (nyasar)
tak terdengar, bahkan hanya mengangguk iya.

Aku tak pernah berpikir seperti ini!
bahkan, aku bingung apa yang kupikirkan!
ketika semuanya berubah menjadi serigala yang keluar dari sarangnya...
ketika semuanya dulu berbaik hati, perhatian, hingga sponsornya pun semua berbau..
Islami.. tapi kenapa sekarang kembali seperti semula?
apa yang kupikirkan?
apakah aku terjebak didalam pikiran senang semu setelah liburan?
atau..
hanya berpikir sedikit pesimis ketika menginjakkan kaki pada tangga 45 derajat di gunung Bromo sana?
Entahlah, aku bingung apa yang kupikirkan


Beneran deh! Neh puisi emang ga nyambung dan eror! Eror nih gue, gawat... Udah komputer mulai nunjukkin kelambatannya, eh aku juga ikutan slow motion *idih-idih... Sinyal modem pun aneh ga terkira! Bikin emosi. Apa, semilir angin diluar rumah kuno Belanda ini yang membuat kawat telepon bergoyang-goyang mengikuti irama angin? Kesel gue!

Komentar

  1. wah aku sampai membayangkan situasinya gimana gitu pasti suntuk dalam situasi seperti itu, terimakasih ya sudah follow aku follow balik, eh iya posting aja salah satu mimpi yang anda ingat, yang paling indah atau yang yang paling buruk , lalu beri komentar di postingan yang kemarin dengan format

    nama : ......
    Judul : .......
    url Postingan : ........ beres, eh iya pada tulisannya jangan lupa cantumkan link saya

    BalasHapus
  2. Cinta memang Buta...
    Tidak bisa di bendung meski sudah Bosan

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Jelajah Singkat Jogja 2 Hari

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan