Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Kisah seseorang yang berjuang, kemudian mendapatkan hikmah bahkan keajaiban dalam hidupnya. Kisah yang juga bisa membuat pembaca lebih bersyukur. Karena ternyata, setiap kisah perjuangan itu ada yang lebih berat ujian hidupnya daripada kita sendiri. Sampai manakah kita memaknai perjuangan dalam hidup?

Itukah??

Ku tau malam ini bukanlah malam yang dingin
dengan semilir angin yang berhembus dari kawat kasa berkarat...
hanyalah awan gelap yang menyelimuti rumahku dan kampungku,
sekedar penanda bahwa malam ini adalah malam yang makin larut
seiring rotasinya bumi...


Ahh.. aku tak mengerti,
ketika siang, kau berubah menjadi orang besar berbalut rok abu-abu..
tingkah ayu, welas asih, tutur sopan bak orang Keraton Solo
pulang sekolah kau bantu orang tua sambil meminta do'a agar ilmu dari sekolah berguna
tapi malam makin larut
kau menjadi dan berubah glamor, pesta ala GLee dari Hollywood
berkumpul dengan gadis seumurannya, tak kalah glamor
berbalutan dengan emas-perak-platina bahkan plastik imitasi: warna mengkilat-kilat
jingkrak-jingkrak dibawah lampu kelap-kelip, ruangan antara gelap dan terang...
suhu ruangan hangat, membuat mereka betah berjam-jam


Hahh.. mengapa mereka tak mengerti orang lain diluar mereka?
hancur dan hilanglah ilmu yang ia terima dari sekolah; hanya berlandaskan teori muntahan
disekolah jago berteori...
dan, hati mereka diselipi rasa busuk dan kata busuk
"Ah.. ngapain sekolah.. mending ajojing aja dirumah sob gue.."
Itukah??

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan