Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Itukah??

Ku tau malam ini bukanlah malam yang dingin
dengan semilir angin yang berhembus dari kawat kasa berkarat...
hanyalah awan gelap yang menyelimuti rumahku dan kampungku,
sekedar penanda bahwa malam ini adalah malam yang makin larut
seiring rotasinya bumi...


Ahh.. aku tak mengerti,
ketika siang, kau berubah menjadi orang besar berbalut rok abu-abu..
tingkah ayu, welas asih, tutur sopan bak orang Keraton Solo
pulang sekolah kau bantu orang tua sambil meminta do'a agar ilmu dari sekolah berguna
tapi malam makin larut
kau menjadi dan berubah glamor, pesta ala GLee dari Hollywood
berkumpul dengan gadis seumurannya, tak kalah glamor
berbalutan dengan emas-perak-platina bahkan plastik imitasi: warna mengkilat-kilat
jingkrak-jingkrak dibawah lampu kelap-kelip, ruangan antara gelap dan terang...
suhu ruangan hangat, membuat mereka betah berjam-jam


Hahh.. mengapa mereka tak mengerti orang lain diluar mereka?
hancur dan hilanglah ilmu yang ia terima dari sekolah; hanya berlandaskan teori muntahan
disekolah jago berteori...
dan, hati mereka diselipi rasa busuk dan kata busuk
"Ah.. ngapain sekolah.. mending ajojing aja dirumah sob gue.."
Itukah??

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan