Langsung ke konten utama

Arti Sesal

I
Sebuah penyesalan
mataku tertunduk ke tanah
leherku tak lelahnya menunduk, dan aku pun murung
satu hal yang tak bisa ku ucap padanya,
yang berkuasa
ketika semuanya telah berlalu dan selalu diungkit lagi
maka aku hanya menunduk
ikut menyesali


II
Entah, tujuan mana yang akan kau tuju malam ini
kau duduk terpaku sendiri menatap cemara udang didepan kelas
tak sadarkah, pikiranmu kosong melompong?


III
Aku lelah selalu berkhayal dan bermimpi
ketika didunia nyata aku terjatuh perih
hatiku menjerit-jerit, di mana mimpi-mimpi
dan harapan hanyalah harapan


IV
Bunda, aku tak mengerti apa pikiranmu
kau selalu bekerja 12 jam demi meneruskan karirmu
tapi, aku di sini kekeringan
tiada hari bahagia lagi,

Bunda...
kau bekerja bagaikan robot...
kau bukan superkomputer..

Bunda.. cepatlah pulang...
kami menunggumu disini
aku menyesal jika kau selalu bekerja 12 jam

Komentar

  1. Rosa: puisinya bagus...

    BalasHapus
  2. hmmm...bagus puisinya kawan.....
    ....SESAL.....mantabs...

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan