Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Ibu pertiwi 1

Ku lepas dari pelukan alam...
Wedhus gembhel takkan pernah beristirahat,
getaran seismogenik takkan pernah musnah; bagai energi
dan...
pohon menjerit
beristirahat dan berdiri gagah diantara tanah subur


Tuhan...
dimana ibu pertiwi sekarang??
apakah... banyak sangat dosa bangsa ini?
Apaa... lama kelamaan awan putih kapas akan berubah menjadi Wedhus gembhel?


Tuhan...
dimana anak ibu pertiwi sekarang??
dilema oleh ketidakpedulian sekecil plankton
dibuai dalam buaian modernisme...
apa yang membuat matahati, matahati lainnya akan mati...
dalam buaian,
anak ibu pertiwi hilang dan timbul...
bepergian tanpa izin rakyatnya, mengulum senyum dinegara Eropa...
matahari pun bersinar enggan melepas senyum kepedihan padamu??


Ibu pertiwi...
jika ada anakmu yang amat sayang padamu...
berilah berkah kehidupan, ridhoi kami yang selalu membela dalam kesusahan...
dicaci
dimaki
diremehkan
dipandang bodoh
dikira kurang kerjaan
dikira sok suci
dikira macam-macam, merekalah yang berkata, biarlah..
mohonlah pada Tuhan ibu...
berilah kami sedikit nyawa untuk menyatukan hati dan bangsa ini...


Ibu pertiwi...
dalam sujud ketika tahajud malam, aku bersimpuh
menangis berair-air hingga sembap
apa dosa kami yang membela rakyat susah ibu??

Komentar

  1. salam sobat
    ibu Pertiwi benar2 menangis, karena musibah bencana d atas bumi negeri ini.
    semoga Allah swt memberikan ampunan kepada umat manusia.

    BalasHapus
  2. hai, sesama blogger sma1 sumenep,please visit my blog :) thank you
    http://donyarisandy.wordpress.com

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan