Langsung ke konten utama

Pengalaman Workshop Astronomi di Keraton Sumenep

Hari Minggu pagi jam setengah 8, aku tergesa-gesa banget sampai di gerbang Pendopo Sumenep. Takut, sosialisasi atau workshop yang kurang jelas diumumkan bu Tanti (hehe..) itu sudah dimulai. Sampai di komplek pendopo, jantungku mau copot ketika anak-anak X-1 pada berhamburan keluar.

"Ini mau ngapain ya?" tanyaku. Terus aku panggil aja Rahmi. Dan ternyata, Rahmi dkk ga akan kemana. Mereka nongkrong di bundaran taman dan ngerubungin.

"Nad, bawa itu?" Mungkin yang dimaksud benda buat narsisan alias kamera. Aku mengangguk iya dan spontan mereka ngerebut. Haduh! Mereka mintol (minta tolong) ke Ferdy buat memfoto kami.
Jepret!


Ya, inilah dia foto-foto aku dan teman-temanku waktu di Pendopo Sumenep, dekatnya Kantor Dinas Pariwisata Kel. Pajagalan Sumenep. Lihat nih satu lagi.


Ini yang foto bukan aku! Temanku namanya Ainun. Jaraknya kejauhan memang. Tapi, biar keliatan semua makhluknya. Hahaha.

Oh ya, di keraton itu kami sempat banget foto-foto berbagai macam gaya. hahahaha  Anak-anak yang udah pada kenal gaya emo alias emostyle. Ya udah, langsung. Ada juga sih yang belum kenal. Tapi, langsung deh!



Nah, kalo yang ini kelihatannya emo banget. Kan, diedit pake Photoscape 3.5, jadi ada kesan cuek atau gimana gitu.. Hahahaha. Ini di Taman Sare (Taman Sari) yang terletak di sebelah timur (kayaknya) bangunan Keraton Sumenep.


Ini bareng anak-anak X-1. Aku pakai jilbab hitam sebelah kanan.


Gaya sakit kepala. Haduh, kecapekan, duduk deh! Fyuhh...


Plend-plend ku yang unik. Aku di pinggir kiri lagi.

Ini nih. Aku lupa. Taman Sare tadi punya mitos. Kalo penunggunya itu adalah ikan-ikan yang kufoto ini! Siapa yang ngambil bakal kualat. Waduh!


Malam harinya.



 Workshop Astronomi, diadakan oleh Ikatan Alumni SMAN 1 Sumenep (IKA SMANSA) dan mendatangkan narasumber ahli astronomi Indonesia asal ITB Bandung yang kebetulan punya koneksi dengan orang penting di Sumenep. Saya lupa banget nih namanya, padahal namanya gampang diingat. Haduh.


Yang di atas ini Bapak Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim. Tampak bijak banget ya, dan waktu berpidato, ga nyadar kita yang ngeliat itu kertas banyak banget. Berlembar-lembar. Tapi isi pidatonya bagus kok. Hehehe.


Para tamu yang terhormat. Ada pula guru yang mendampingi kami. Waktu itu yang ngikutin workshop ini kelas X-1 sama XI IPA 3.


Ahli Astronomi asal ITB ini menjelaskan tentang tata surya dan bintang-bintang yang ada di langit. Dalam presentasinya, masih ada loh planet yang lebih besar dari Bumi, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus, serta Matahari (yang selama ini kita anggap paling panas, paling terang, dan paling besar). Apa? Ah.. cari aja di Google, saya sudah lupa. Wkwkwk (penonton kecewa).

Tapi, setelah dicari di Google, bintang paling besar yang ditemukan oleh para astronom adalah bintang R136a1. Ada lagi, kalo seingat saya bintang Centaur. Hmm. pokoknya saya lupa dan nyesel nggak catat bintang apa saja yang paling gede.

Terus, ada lagi pemutaran film tentang dahsyatnya kekuatan badai matahari dan juga cara kerja matahari tiap hari di luar pemikiran dan dugaan kita. Film itu membuatku melayang jauh, jatuh karena sulit untuk mencerna gimana sih dahsyatnya alam yang belum diketahui semua apa aja di dalamnya. Termasuk bintang, matahari, dan ruang hampa yang masih banyak kumpulan galaksinya. Udah gitu, kata di presentasi bapak tersebut, masih ada galaksi lain selain Milky Way.

Workshop ini berlangsung dengan peserta yang sangat antusias. Ditambah dengan teman-teman yang berebutan ingin melihat planet-planet dengan teropong yang disediakan pihak panitia. Karena sudah terlalu malam, yo wes saya pun pulang dengan omelan bunda.

"Acara apa sih kok sampai malam begitu?" 

Sekian~

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan