Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Kisah seseorang yang berjuang, kemudian mendapatkan hikmah bahkan keajaiban dalam hidupnya. Kisah yang juga bisa membuat pembaca lebih bersyukur. Karena ternyata, setiap kisah perjuangan itu ada yang lebih berat ujian hidupnya daripada kita sendiri. Sampai manakah kita memaknai perjuangan dalam hidup?

Dilema SMANSA Kelas X-1

Terkadang, aku tahu..
Kalo aku hanyalah siswi SMA yang berotak biasa...
Nyasar dikelas tongkrongan pintar...
Cakap, aktif...
Unik...

Seringnya, aku tahu...
Hanya aku dan teman-teman lain yang susah beradaptasi
akan terlindas oleh nilai 76...
akan menangis dibawah bayang-bayang nilai 76...
merasa putus asa,
sehingga menjadi perhatian orang,
banyak motivasi teman menyerbu...

Tapi apa??
Mengapa harus 76 yang menjadi patokan untuk belajar?
Apa benar kata Pak Sinaga
"Kita itu belajar jangan mengharapkan nilai. Harapkanlah ilmunya, supaya
mengerti dan memahami yang kamu pelajari"

Isn't right?

But,
there was decision...
All of my friends just standing in class with cold face..
Maybe they don't know, for what they have to study...
Included me....

Komentar

  1. asalamualaikum .kunjunagn balik saudariku terima kasih telah berkunjung ke blog saya ...sekalian follow di isni ..ditunggu follow baliknya

    BalasHapus
  2. bener. krn nilai tinggi percuma aja kalo kita gak bener2 paham

    BalasHapus
  3. belajar itu mencari ilmu. kalo ilmu usah dapet, nilai akan mengikuti dengan sendirinya

    BalasHapus
  4. salam ..silahturahmi perdana nich...
    sebaiknya seimbang ya nilai tinggi tapi mengerti maksudnya.
    Sepertinya sampai sekarangpun kita diwajibkan untuk selalu belajar....

    BalasHapus
  5. bener banget.. susah tuh kalo nilai tinggi tapi aslinya ga ngerti..

    lama tak jumpa... hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan