Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Malam dan semangat

Kini malam sunyi
aku sendiri
ditemani oleh hujan tak berhenti
lalu kerlingan gelap malam yang kucintai


Ku tahu,
yang kudengar hanyalah Ebiet G. Ade di Winamp
lalu L'Arc-en-Ciel setelahnya itu Paramore
lalu ku hanya berkhayal dalam lagu itu
didalam malam yang makin dingin
pada saat 2011 bulan Januari,
bukanlah bulan pas untuk Madura...


Setelah itu ku melepas lelah
semua ku lempar, termasuk Stereokimia dan Alkana
Ah.. apa itu, siapa mereka?
Menguasai pikiran dan hatiku, aku gelisah
mereka begitu melekat, hingga ku menganga dalam lubang pengetahuan
Sungguh ku bosan
oleh
mereka...
para materi Olimpiade Kimia...
apa yang mereka dan ku inginkan?
hanyalah mengharap rumus Alkena dan Propanon, merumitkan..


Lalu Senin berkutat setengah hari...
menghabiskan energi demi Matematika, Fisika, dan PPKN serta Sejarah
menyerap habis-habisan Matematika Logika Matematika
Disjungsi!
Konjungsi!
Tautologi!
Lalu fisika,
Optika geomtris!
Percobaan hukum Snellius!!
apa itu???


Namun...
kusadari..
aku dan kau hanyalah seberkas kepingan kecil kehidupan sekolah,
menyakitkan, perih,
perih membangkitkan semangat menyala
walau itu hanya semata semangat sementara...
pada malam yang bermendungan kini...

Komentar

  1. waah,,klo a udh angkat tangan tuh..ampuun,,nyerah deh..

    btw,,dtunggu kunjungan baliknya loh.. ;)

    BalasHapus
  2. asra : kutipan@ keren jg....'-'
    berbakat jd penulis.....'-' hehe...;E

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Jelajah Singkat Jogja 2 Hari

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan