Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

The Chronicles of Teenagers


One of them has narcissistic. That's the activity to show their self existension. Then they take picture by camera and they upload to social networking like Facebook. These are the chronicles of teenagers that have narcissistic. Let's see..

(Sebagian dari mereka punya sifat narsis. Narsis itu kegiatan yang menunjukkan eksistensi diri mereka. Lalu mereka memotret diri dengan kamera dan mereka meng-upload ke situs jejaring sosial seperti Facebook.
Inilah kronik remaja yang punya sifat narsis. Yuk lihat!)

Ini foto bareng anak-anak X-1 waktu Workshop Astronomi di Pendopo Sumenep. Coba lihat gaya mereka, narsis banget, pas kayak mau stand by didepan kamera.


Photo by Ferdy
Editted by Photoscape 3.5 (re2myblogg)

Remaja yang pengen eksis kadang harus butuh pengorbanan. Mereka gak segan mengenalkan diri mereka lewat show baju muslim di sekolah berikut. Mereka juga harus nanggung malu kalo disorakin. Sayangnya, aku ngambil fotonya kurang dekat, tapi foto dibawah udah nunjukkin kalo pede kadang beriringan dengan narsis.


This is teen emo style. Editted by Photoscape 3.5 too. Mereka yang cenderung gak pede lebih milih gaya emo ketimbang yang foto diatas.



Bahkan lagi pelajaran olahraga pun sempatnya buat foto-fotoan bareng guru olahraga, Pak Sholehuddin.

Anak-anak emang jago standing out when photo alias fotogenik.



And what's up there? Ngapain mereka?? Oo.. Mereka lagi ngeband. Nge-band didepan banyak orang emang membutuhkan kepedean tinggi agar gitar dan drum yang mereka pegang nggak fals bunyinya. Jika nggak, mereka malu kali didepan teman-teman. Hadiahnya? DISORAKIN HUUU!!!



Let's see... That's the socialization in my class. Unique and different each other. Kegiatan mereka dikelas lain-lain. Tapi, mereka tetap kompak dan selalu kerja sama.


Okee... Itulah kronik remaja... Mereka gak bisa dipaksa, gak bisa disamakan, gak bisa didikte. Mereka selalu berusaha mandiri, kalo dipaksa mereka berontak, marah (gak karuan), dan kadang lari dari kenyataan. Selain mereka narsis, tapi baik juga loh.. Mereka udah nunjukkin. Itulah mereka.

Mereka sendiri.

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan