Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Bintang Menjelang Puasa

Selama setelah azan Isya hingga kini. Aku mencari-cari arti hilal. Ku lihat di televisi, berita memberitahukan bahwa pemerintah belum menentukan hilal. Katanya hilal tidak tampak. Walaupun di daerah lain hilal tampak.
Ah, hilal. Apa itu? Hilal, yang membuatku selalu ingin tahu selama aku hidup, selama aku dapat berpuasa. Hilal, hanyalah bayangan yang menentukan tepatnya jatuh waktu 1 Ramadan. Menggemparkan seluruh warga Muslim dalam zamrud yang terkurung oleh globalisasi.
Namun,
Aku hanya melihat gugusan bintang. Bukan seperti dikatakan gugusan, hanya bintang yang bertebaran di karpet hitam.
Bintang akan selalu menemani bulan. Walaupun bulan tak seindah kemarin, tak tampak lagi
Bintang yang berkedip diantara laksana keindahan malam, walaupun dia mengalah diantara tera volt cahaya, dibawah kemegahan bintang yang bercahaya hanya beberapa volt
Dan,
Bintang, aku tak ingin berharap padamu, walaupun banyak orang berkata-kata sambil berharap, "Bintang, temukan aku padanya"
Bekasi, …

Cerita Sore

Hari ini makin sore. Matahari menunjukkan kelelahannya menyinari hari ini selama hampir 16 jam. Matahari menunjukkan warna sinar oranye bercampur merah. Dan makin indah ketika awan biru bersahabat warna dengan matahari. Sepoi angin, menggelantungkan burung pipit yang baru belajar terbang, walau angin itu sepoi dan pelan. Menggerakkan dedaunan pohon dan bunga, gorden coklat didepan laptopku... Kadang menggerakkan kertas kuning penghilang bosan dimeja belajarku.

Ku lihat drum oranye khusus penyimpanan air. Ia memantulkan sinar matahari yang sudah semakin sore. Aku melihat plastik pembungkusnya dialiri air yang melimpah bocor, lalu plastik itu terbang terbawa angin. Aku tertegun saat melihat handuk tak bergerak oleh angin. Begitu beratnya kain handuk, daripada plastik pembungkus, ya.

***

Sore ini, mulai dikerubungi awan kumulus. Akan menambah keindahan saat fotografer iseng mengabadikannya. Kadang aku mencuri waktu untuk melihat awan, diantara atap-atap rumah yang menutupi. Aku kecewa... Aw…

Jempol Kakiku

Kali ini kutemukan luka di jempol jari kakiku. Aku menderita itu sejak sehari yang lalu. Lalu, kutemukan pula nanah yang bermunculan dari daging kuku. Aku, kasihan melihat jempol kaki itu.

Memang, kuberi betadine yang mengandung bla-bla-bla bahan kimia aktif untuk menyembuhkan luka. Tapi, luka itu tak kunjung sembuh.

Opaku mencoba pengobatan tradisional. Beliau menggunakan kerosin yang merupakan anggota senyawa hidrokarbon yang mengandung alkana, alkena, alkuna, naftalena, dan senyawa aromatik lainnya. Kerosin, sih.. nama lainnya minyak tanah. Haha, kadang aku tertawa mengapa opa memberikan penyembuhan melalui minyak tanah ini. Rasanya tidak sakit, itu merupakan penyembuh yang menghilangkan ingatan rasa sakitku saat aku bermain gitar. Bermain gitar untuk melupakan segala luka. Emosiku sedikit terbuang dari suara cempreng dan menekan grip di senar kawat gitar agak karatan.

Hanya jemari kiri yang menjadi korban kepedihan senar kawat. Hatiku tidak, tapi.

Namun, ketika malam kini, kerosin it…

Sang Pengganggu Malam

Malam ini, aku benar-benar tak bisa tidur. Aku tau, sekarang pukul setengah 12 malam. Dimana, banyak orang mengira ini adalah jam tidur yang tidak baik untuk remaja seusiaku, dan mungkin kalian yang masih asyik nongkrong sambil menatap layar digital ini. Kau tahu, akhir-akhir ini, muncul setengah lingkaran hitam dibawah mataku. Sebagai pertanda, aku kurang tidur.


Daann.. malam ini... Malam begitu sunyi.. Oma dan opa sudah tertidur lelap dan menjelajahi mimpi mereka. Sedangkan adikku, sudah tertidur pulas 3 jam yang lalu. Mungkin, ia sangat letih menghadapi hari yang penuh tantangan dan kebosanan akan liburan. Dan mungkin juga, ia akan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes di sebuah sekolah. Oleh karena itu, adikku tidur untuk bermimpi, mimpi bagaimana ia harus menghadapi tes dan teman baru di sekolah barunya. Meskipun mereka bertiga tertidur lelap, ada satu hal yang mereka lupakan selama beberapa jam hingga pagi menjelang. Yakni, nyamuk. Hanya seekor nyamuk yang mengelilingi tubuh …

Otakku

Kini malam semakin larut
aku berlarut-larut terhadap kepedihan
memakan waktu yang hanya satu jam
aku membuang waktu,
menunggu jam 12 malam tepat

Aku tak bisa memejam mata
kata hati telah dirajam pedang

Lingkar hitam mata hanya menumpang dimataku
bila lama, menempel,
otakku akan bagaikan mesin soak,
lama kelamaan akan panas,
rusak,
pedih karena kekuatannya sendiri,
dan, terkadang,
otak memang bagaikan mesin komputer yang standby
kemudian mati sesaat,
untuk mencapai peristirahatan terakhir

Lonely Night

Tonight, is so spooky.
No wind, no cloud.
Just the darkness
Although, peoples out there just go out from their home and walk away between dark of night and light of town lamps
They have big laugh, big laugh between sadness of the life
Then they have fun together,
forgetting someone their love

The mistakes of them,
We have too
The bored of them,
We have too,
Sometimes, we can't sleep because of it

But,
Why peoples so happy among the complex problems?
When the world in future year become older, then the oldest

And why,
Something problem, they won't talk about it?
No one cares

So, this feel about lonely in the crowded?
For teens?
For you, too?

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan