Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2011

Malam Ini

Malam ini terasa sunyi, hanya ada semilir angin yang mengalir. Tidak ada lagi tanda kehidupan hakiki, tidak ada lagi tanda keramaian para perantau yang selalu berkicau. Yang ada hanyalah, keramaian kosong. Tanpa makna.
Malam ini makin larut. Bagimu sangat terasa lama sekali. Apabila kau hanya duduk berpangku dagu. Memikirkan masa lalu yang indah di bulan Ramadhan. Hingga kau terisak tersedu-sedu dan terkadang tertawa terbahak-bahak. Dan kadang kaupun mungkin membuka catatan halaman dalam otakmu. Kau membayangkannya dalam mimpi. Lalu kau tertidur dalam pangkuan dagu. Dan akhirnya, malam yang makin larut terasa lama sekali.
Malam ini makin larut. Bagiku sangat cepat sekali. Apabila aku hanya duduk, menatapi layar televisi dengan radiasi grafis berat. Aku memegang erat stik playstation yang kadang bergetar ketika lawanku menggoreskan pedang ataupun tombak ataupun panah beracun. Lalu tokoh yang kumainkan kepedihan, sepedih otak dan mataku merasakan getaran stik playstation. Setelah kur…

It's West Jakarta

Foto-foto ini saya dapatkan ketika saya dari Rangkasbitung, Banten menuju Bekasi, Jawa Barat. Nah, kami melewati tol dalam kota Jakarta bagian barat. Dalam tol daerah ini kita bakal melihat sekilas, ada gedung MPR dan kemegahan gedung yang tinggi di Jakarta Barat.

Semua foto disini asli difoto dalam mobil dengan pengaturan kamera ''Sport'. Kamera yang digunakan Panasonic LUMIX 10 Megapixel.

Enjoy this :D



Seakan-akan foto gedung ini memiliki kesan perspektif ketika misalnya kita menggambar dengan pensil. Dan efek pensil boleh saja menggunakan arsiran atau efek yang membuat gedung ini lebih megah.


Sebenarnya ini salah menangkap gambar. Yaa.. walaupun menggunakan efek "Sport", tetapi gambar yang dihasilkan, terutama gambar bunga (di bawahnya gedung itu) menjadi kabur. Tetapi gambar gedung "Majelis Permusyawaratan Rakyat" jelas, walaupun sedikit kabur karena mobil yang bergerak. Ini beneran gedung MPR loh! Sayangnya, gedung ini terlalu tinggi pagarnya. M…

Foto hasil Photoscape 3.5 on Tangkuban Parahu

Assalamu'alaikum kawan! Yay!

Alhamdulillah, aku masih diberi kesempatan untuk memposting sesuatu diblog ini. Wah, kayaknya gak kerasa yaa.. usia Return to My Blogg sudah setahun lebih! Sampai sekarang masih aktif dan yaa-yaa, postingan akan semakin terasa berbeda dibanding yang dulu. Mungkin karena administratornya makin dewasa dan makin puyeng menghadapi kekompleksan masalah hidup remaja *cieee, bahasanya.

O ya, karena administrator blog ini udah kelas 2 SMA *halah , jadinya postingan mungkin tidak akan berubah dan melenceng dari habitual action-nya. Yakni puisi, blak-blakan, dan mungkin aja sedikit foto-foto "aneh" dan pastinya foto ini foto yang positif lah yaa ^_^



Oke-oke! Foto diatas adalah, sambungan postingan "Liburan ke Tangkuban Perahu 18 Maret 2011". Foto itu kayaknya gak ada dipostingan tersebut deh. Tapi foto ini merupakan foto editan oleh Photoscape 3.5 dan juga sambungan lanjutan foto berikutnya.



Nah, kalo ini foto aslinya. Kesannya kayak diedit ya…

Buka Puasa dan Cabe Rawit

Alhamdulillah, perut sudah kenyang dipenuhi oleh menu buka puasa yang dilahap haaapp bersama Dedek, opa dan omaku. Jadinya sih, malam ini belum ngerasa lapar. Maksudnya, lapar karena belum makan malam. Hehehe...

Ada yang membuatku tergelitik saat berbuka puasa.

Pertama, Dedek berinisiatif untuk membeli gorengan yang ada didepan Indomaret. Awalnya sih, inisiatif Dedek itu disetujui oma. Sehingga oma menyuruh Dedek membeli gorengan seperti tahu, tempe, dan ubi goreng. Aku yang sedang kekenyangan dan mual - gak pengen makan bukaan lebih banyak lagi - malah ingin makan gorengan. Apalagi aku kangen makan tempe goreng. Pada akhirnya, Dedek cabut dari rumah dengan sepeda motornya untuk membeli gorengan.

Setelah beli gorengan... Aku, opa, dan oma langsung menyerbu gorengan yang tampaknya menggoda. Tampilannya mah gorengan biasa, tapi rasanya ngangenin *lebay ah. Apalagi ada menu baru yang akan kucoba dalam lidah, ubi goreng. Aku gak suka ubi goreng, sukanya singkong goreng. Oke, tapi kali ini…

Gambar Kartun di Buku Matematika

Ah, itu gambar hancur-hancuranku saat pelajaran bahasa Inggris 2 minggu yang lalu. Aku menggambarnya di buku Matematika, pada saat pelajaran bahasa Inggris. Hehehe.

Dari kiri ke kanan:
Gambar: 1, Kerumitan Sains 2. Avatar Behind The Scene (sebenarnya ini cuma kepala bagian belakang doang yang kelihatan, hehehe) 3. Ugly Twittie Bird (persis kayak burung Twitter. Tapi ga tau deh nyasar)
Ah, itu deh kerjaanku kalo ada ide menggambar, hahaha.

Bulan

Bulan,
kau cipta-Nya yang terindah
namun aku bukanlah pemujamu
aku tak berharap kau menjadi sembahanku
aku pun tak ingin make a wish padamu,
meskipun gadis dan bujang disana berdua menatapmu
lalu mengharap lebih padamu

Bulan,
aku seonggok arwah yang diberi roh
aku adalah jiwa yang akan mati ketika mendengar dentuman
aku adalah ciptaan-Nya sepertimu,
namun aku tak ingin kau rendah seperti aku
biarlah kau sederajat seperti bintang dan alam semesta
dan,
aku tak ingin kau jatuh kedalam rumahku
yang kelam dan sempit

Bulan,
hingga kini kutatap dirimu nun jauh disana
walaupun malam makin larut,

Bulan,
malam ini kau memang begitu benderang
aku terpaku melihatmu,
sebentar
kau hanya bundaran penghias malam
pencari saingan diantara ribuan lampu dunia
berjaya diantara kegelapan
namun sembunyi,
kau terkalahkan oleh mentari

Bulan,
sekarang masih bulan Ramadhan
masihkah kau tetap bundar-benderang
hingga akhir "lebih dari seribu bulan"?

Jatuh Cinta dan Puisi 2 (Kini Sudah Tiada, M.A. Elwa)

Oke, penasaran kan sama puisi Mathori A. Elwa? Puisi "Kini Sudah Tiada" tersebut kuambil dari Buku Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi warna biru. Sayangnya, aku lupa halaman berapa puisi Mathori A. Elwa tersebut. Namun, dibuku tersebut sudah dicantumkan lengkap bersama sumber puisinya.

Semoga, dengan puisi ini, mbak/mas bisa jatuh cinta di bulan Ramadhan sekaligus jatuh cinta kepada rahasia indahnya bulan Ramadhan ya. Insya Allah...

Kini Sudah Tiada
: Surat Cinta untuk A.

Sudah kupersembahkan semuanya
demi kau
kini sudah tiada
tubuh dan jiwa pun sudah tak
kupedulikan mau kau bawa kau
mana akhirnya
hidup, mati, sedih, dan gembira
itu
musnah sudah
kemarahan sudah tak kusapa lagi
kesabaran, rasa syukur, dan ridha
menghiburku
semua yang kau ciptakan tersenyum
menggodaku

Jangan tak kaubalas surat cinta
tulusku
harapan-harapan yang kukirimkan lewat
semua suara
kuusahakan namamu ku ingat
bahkan jika kauizinkan
kubisikkan saja keagunganmu
meski lewat alpa dan dosa-dosa
yang tak kuasa aku
menghindari…

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan