Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Jatuh Cinta dan Puisi 2 (Kini Sudah Tiada, M.A. Elwa)

Oke, penasaran kan sama puisi Mathori A. Elwa? Puisi "Kini Sudah Tiada" tersebut kuambil dari Buku Horison Sastra Indonesia, Kitab Puisi warna biru. Sayangnya, aku lupa halaman berapa puisi Mathori A. Elwa tersebut. Namun, dibuku tersebut sudah dicantumkan lengkap bersama sumber puisinya.

Semoga, dengan puisi ini, mbak/mas bisa jatuh cinta di bulan Ramadhan sekaligus jatuh cinta kepada rahasia indahnya bulan Ramadhan ya. Insya Allah...


Kini Sudah Tiada
: Surat Cinta untuk A.

Sudah kupersembahkan semuanya
demi kau
kini sudah tiada
tubuh dan jiwa pun sudah tak
kupedulikan mau kau bawa kau
mana akhirnya
hidup, mati, sedih, dan gembira
itu
musnah sudah
kemarahan sudah tak kusapa lagi
kesabaran, rasa syukur, dan ridha
menghiburku
semua yang kau ciptakan tersenyum
menggodaku

Jangan tak kaubalas surat cinta
tulusku
harapan-harapan yang kukirimkan lewat
semua suara
kuusahakan namamu ku ingat
bahkan jika kauizinkan
kubisikkan saja keagunganmu
meski lewat alpa dan dosa-dosa
yang tak kuasa aku
menghindarinya
jika tak
bimbing aku
belajar kembali mengeja
alif ba' ta' cinta

Cirebon, 8 Juli 2000. Sumber: Mathori A. Elwa, Rajah Negeri Istighfar, Aksara Indonesia, Yogyakarta 2000.


That's it.. Enjoy...


Komentar

  1. saya ga begitu menyimak puisi apapun kecuali pas sekolah dulu dapet pelajaran bahasa indonesia dan ngerayu cewek.. :'D

    BalasHapus
  2. hemmh,mencoba untuk mengerti...
    :)
    dari dulu masih belum bisa aja buat belajar bikin puisi

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan