Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Pemikiran di Kelas Sejarah

Ini pemikiran saya pada saat saya menonton film dokumenter peperangan di kelas Sejarah pagi tadi. Saat itu sedang posisi PEWE, posisi uwenaak. Posisi yang sangat enak, dimana AC suhunya dingin, mata ingin terpejam karena ngantuk, badan lesu agak pusing. Serta suasana kelas yang tenang dan kadang riuh keributan membuat saya agak ngantuk. Tapi sambil nyoret-nyoret buku bagian belakang juga sih.

Mungkin karena faktor film dokumenter peperangan yang kesannya membosankan dan temanya terlalu berat. Sehingga teman-teman di kelas agak susah mencerna apa yang ditampilkan di film itu. Judul film tadi pagi itu "The Road to War". Sebuah film yang menceritakan tentang Amerika Serikat dan Perang Dunia.

Dari situ bisa dilihat, anak-anak di kelas Sejarah - hanya ada beberapa orang yang serius banget nonon film ini. Tapi sebagian besar pada "bete" melihat film itu. Karena kesannya berat, dan mungkin ngantuk karena suasana kelas yang PEWE banget.

But, this is my thought in my back book. (Bukan backbone yah, haha).

"Every film or the same it make you bored. Although the films are interested people to watching it. Or maybe, just maybe, the films look not interested. Like historical documenter film of States of America.


If my teacher open and watching historical documenter film of Palestine or Indonesia, it will make you don't bored, or either... "

Just it.. :D Semua berawal dari kebosanan menonton film yang berat temanya bagi anak remaja. Hehehe..

Komentar

  1. wah kalo aku sih pasti molor liat film sejarah.

    BalasHapus
  2. saya malah paling suka film sejarah. hehe..

    faktor usia kali yah, jd pengennya film romatic doang. hehe..

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan