Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2011

Translate

Liburan Tahun Baru 1

Liburan?

Hore!!!
Itulah yang kurasakan pertama kali setelah bebas pergi jauh dari kota Bekasi yang yaya, membosankan dan ruwet karena macetnya. Kali ini ibu udah memberikan ijin kepadaku dan adikku untuk pergi liburan keluar kota, yakni Rangkasbitung Banten. Sebenernya gak liburan sendiri juga sih ^_^ Tapi ditemani kakek. Yaya, mungkin kakek juga ingin tau Rangkasbitung Banten itu gimana. Apa mirip-mirip desa Kapalo Koto atau Pariaman. Mungkin saja.
That's our first journey. Inilah perjalanan pertama kami. Dimulai dari pom bensin yak. Ada yang mual ^_^
Sambil nunggu adikku selesai mual. Aku iseng-iseng mencoba foto bersiluet hitam dan ada kesan awannya gitu. Biar fotonya agak dramatis *pret banget.



Yang diatas juga nih, iseng-iseng doang ^_^.

Dan.. inilah semuanya :D enjoy!^_^


Salah satu flora yang tumbuh di pom bensin. Entah bunga apa namanya, namun elok dipandang mata.

Oke, masih ada lagi nih fotonya :D. Lanjutan fotonya itu udah beda lokasi, yakni di daerah Desa Petir, Pandeg…

Ayah, Anak, dan Minggu

"Besok minggu kan, ayah?" kata anak kepada ayahnya.

Sang ayah yang sedang menatapi pemandangan malam bertabur bintang menoleh kepada anaknya.

"Iya nak, besok minggu. Ada apa?"

Si anak terdiam dan menunduk kebawah. Ayah pun keheranan.

"Kamu kenapa, nak?"

Si anak pun tiba-tiba mengeluarkan air mata dan membasahi pipinya. Ia mengusap kedua matanya.

"Kamu nangis?" tanya ayahnya. "Kenapa?"

"Ayah, entahlah. Kenapa besok itu harus menjadi hari Minggu yang menyisakan kepedihan orang-orang disekitarku. Mereka sibuk memperjuangkan hak dan aspirasi. Namun sisanya yang lain, berhura-hura menyambut perpisahan tahun. Dan orang besar yang sedang duduk di kursi kulit buaya, tertidur saat orang-orang disekitar kita sedang mati konyol, bakar diri, kelaparan yang konyol, jahit mulut.

Mengapa harus menyisakan hal seperti itu ayah? Bukankah kita sudah merayakan tahun baru Islam yang sarat akan motivasi untuk berubah dari kepompong menjadi kupu-kupu yang berme…

YOU

... You...You turn my whole life so blue Drowning me so deep, I just can reach myself again
Oh, you...
Successfully tore my heart Now it's only pieces Nothing left but pieces of you
You.
Frustated me with this love I've been trying to understand You know I'm trying I'm trying
You,
I don't know what to say You've made me so desperately in love and now you let me down

Malam yang Hidup

Malam yang hidup.
Malam yang hidup, kini ku dengar suara-suara motor yang tak pernah berhenti di jalanan sepi yang kadang ada dua insani berdua memadu kasih.
Kubayangkan,
Satpam-satpam itu berjaga-jaga apabila ada erampok yang berusaha memasuki perumahan blok sekian. Namun mereka terlena oleh tontonan televisi yang menyenangkan. Sedangkan para ibu, dimana itu istri mereka, selalu setia menunggu. Walau dalam galau dan sepi, galau yang nyata dan hilang ketika suami mereka pulang dengan selamat. Sepi.
Sepi karena anak-anak ibu itu tertidur pulas, tak memikirkan hari esok bagaimana dan hari ini apa yang sudah dilakukan. Mereka anak-anak yang masih terpancar kebahagiaan dan semangat hidup. Meskipun mereka hidup di pinggiran kota yang mulai macet oleh kendaraan pada..
Pada malam yang hidup ini. Malam minggu.
Malam yang terasa lama. Berbeda dengan malam Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jum'at. Waktu berputar sangat lama. Seolah-olah itu anugrah bagi dua insani yang sudah lama tak bertemu di …