Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Hai Sore

Hai sore...

Aku merindukan sore yang berlangit jingga,
ia menghembus nafas kesejukan bagi para kepenatan,
dan kepedihan.

Hari sore,

kamu dan matahari selalu setia,
tak pernah berpisah, walaupun hujan dan mendung datang
Kemudian kalian menerangi sore nanti,
bila hujan dan mendung telah pergi

Hai sore.

Hari minggu akan berakhir, dimulai dengan hari monoton bagaikan robot. Sudah siapkah kita menghadapi sore dihari-hari itu?

Wahai sore, mataku belum terpejam, hanya untuk menikmati sore terakhir sebelum hari kemonotonan. Sudikah kamu menemaniku sore ini? Hanya untuk menghembuskan nafas terakhir?

Rindu Tuhan

Hingga suatu hari, aku menangis tersendu di bawah pohon kenangan. Ketika itu, aku ingin menumpahkan rasa sakit dan pedih akan ketidakadilan hari ini. Namun, peluhku jatuh. Sepertinya ini, bukanlah suatu hal yang penting untuk dibahas. Tapi aku hanya ingin mengetahui, seberapa banyakkah jumlah cairan peluh yang keluar dari kelenjar minyak dibawah rambutku.
Dan siang. Matahari telah memuncak, menampakkan segala kesegaran cahaya untuk membantu mengeringkan hati para orang-orang iri dengki. Lihatlah, mereka pasti tertawa dalam kesemuan, yang akan habis atau berhenti ketika mereka bubar. Sedangkan matahari ini, bagi orang-orang menderita dan sok merana, pasti hari yang sangat panas. Mereka akan lari sepertiku ke bawah pohon rindang. Sendirian. Kalaupun ada teman yang menemani, pasti ia hanya menjadi subjek yang bisa menjadi tampungan limbahan air. Air pikiran untuk hari ini.
"Hei kamu," kata dia yang jauh disana. Dia menunjukku.
"Apa?" tanyaku.
"Kamu.. kenapa disini…

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan