Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2012

Translate

The Changes

Perubahan.

Setiap orang berhak berubah. Yang awalnya peduli menjadi tidak, bahkan sebaliknya. Itulah perubahan. Nggak cuma itu, perubahan sering dialami oleh orang sekitar kita. Mungkin kamu, dia, mereka, ataupun kalian yang tak bisa aku lihat dari layar datar monitor ini.

Perlukah? Perlu!

Tapi ada kok, orang yang tidak berubah, walaupun berubah sedikit sih. Tapi orang itu hanya akan menjadi kenangan dari bagian masa lalu dan masa sekarang. Belum tentu aku, atau kamu , atau kita juga.

Kita boleh berubah untuk kali ini, pada masa transisi yang membingungkan. Ketika dunia masa kecil berubah menjadi dunia sedikit dewasa, bahkan mendekati kebalikan kekanak-kanakan. Sedikit egois dan bijaksana menghadapi masalah yang makin kompleks.

Aku tahu, hidup itu buat dijalani, disabarkan, dihadapi, dan sama seperti menghadapi orang yang berubah. Mungkin sedikit rendah hati dan sabar aja kali ya, semoga selalu ceria dan tenang menghadapi masalah. Terkadang perubahan itu menyakitkan. Tapi terkadang j…

Ensure in waiting

Memang menunggu adalah hal yang sulit.
Butuhkah? Butuh. Menunggu ada dalam kehidupan. Kehidupanku, kehidupanmu, dan mungkin kehidupan mereka yang mungkin lebih menderita dari kita.

:)
Sedikit senyum adalah bumbu.
raut sedih adalah merica pembuat bibir perih, dan itulah semuanya.
mengapa? Karena kita menunggu. Sambil beraktivitas dan menyibukkan diri. Agar waktu tak terasa lama.
bahkan cepat melesat...
seperti kecepatan menempuh hari esok, entah berapa kilometer pengalaman tiap jamnya,
entah berapa kecepatan rangsang akan menyaksikan hari esok,
dan begitu pula menunggu kejelasan,
kepastian,
atas semua (cinta) ini.

Saat aku menunggu selesainya jenuh masa sekolah; terasa datar tanpa pengalaman menghadapi kompetisi kompleks
persaingan licik tak pernah kita sadari, walaupun dasar (cinta universal) telah kita dapat.
Menunggu? Tentu
kesabaran dan syukur entah mengapa mempunyai rasa manis dan asam

Oh ya! Tidak ada gombal dalam menunggu, semua butuh proses, kompleks membalikkan arah ketidakpa…

Peminta Sumbangan Masjid

Meringkuh dibalik hujan, lalu memeluk foto yang berisi pecahan kenangan. Tetapi diluar sana, tidak jadi hujan. Oh.

Aku ingin mengungkapkan isi nurani yang tak pernah dibuang ke kotak cerita maya ini. Yang ku pikirkan hanya memendamnya, lalu melupakannya. Atau dianggap tak penting. Mau tahu? Yang membuatku miris adalah, para peminta sumbangan untuk mendirikan masjid. Mereka memintanya kala siang yang mencekik dan mobil yang tak hentinya menyusuri jalan hampa.

Ya, mereka. Kadang aku berpikir sama seperti mereka.

"Kalo mau ngasih sumbangan, ya langsung ke orangnya, ke ketuanya. Biar dijamin."

Wah, begitukah? Supaya apa? Diingat? Bukannya sedekah itu untuk dilupakan selama kita menyedekahkan sedikit penghasilan atau rezeki? Entahlah...

Dan seorang ibu berkoar-koar dari mic. Ia berlindung di pos penjagaan. Suaranya! Mengiris hati yang bersembunyi dalam baja hitam; mobil. Sementara ibu-ibu atau bahkan bapak-bapak dan kadang anak muda ikut membantu, mengumpulkan uang sedikit demi …

Shawl Fashion

Ngerasa bosen dengan gaya kerudung yang gitu-gitu aja? Aku dapat tips fashion dari Go Girl Magz. Gaya kerudung yang ada di postingan web itu memakai kerudung dengan shawl. 


That's it.. 

Contributor: Bayu Viva
Sekarang ini memakai jilbab bisa menggunakan apa aja, dan salah satu yang lagi happening adalah menggunakan shawl. Dan cara makenya pun gampang banget! Nah, dibawah ini adalah cara paling mudah dan cepat, namun tetap terlihat stylish. Kita coba yuk!

pengen tau lebih lanjut? langsung chao ke sini --> http://gogirlmagz.com/entry/29906/how-to-style-the-basic-shawl

HAMKA 4 8 April 2012

Tentang sore.
Aku menyukainya. Aku mencintainya karena inilah sore yang tidak begitu sempurna. Sore ini hanyalah serpihan dan kepingan cerita terakhir akhir pekan dan berujung pada lelah diri untuk bertemu dengan sosok yang tenar di dunia maya. Objek nyata di mata tapi hanya terhubung oleh ratusan ribu kabel antar jaringan dan monitor. 
Aku sangat antusias kepada temanku yang mau berinovasi dalam berjualan. Jualan es krim, makanan, dan buku pada waktu bazar pelatihan menulis sebulan yang lalu. Dia masih junior, kelas satu. Tetapi ia punya semangat tinggi yang terselip diantara rasa pesimis dan lelah. Itulah dia. Karena itu ia ingin menarik banyak keuntungan, walaupun bertahap. Tetapi hanya sedikit yang terjual. 
Aku juga nggak tau, buku-buku yang dipajang di atas meja sekolah sedikit sekali mata yang melirik dan membelinya. Itu karena judulnya tak menarik, sayang sekali. Dan juga tak cocok dengan anak muda yang pikirannya penuh hura-hura dan instan. Jadi, aku dan temanku hanya menung…