Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

HAMKA 4 8 April 2012

 
Tentang sore.

Aku menyukainya. Aku mencintainya karena inilah sore yang tidak begitu sempurna. Sore ini hanyalah serpihan dan kepingan cerita terakhir akhir pekan dan berujung pada lelah diri untuk bertemu dengan sosok yang tenar di dunia maya. Objek nyata di mata tapi hanya terhubung oleh ratusan ribu kabel antar jaringan dan monitor. 

Aku sangat antusias kepada temanku yang mau berinovasi dalam berjualan. Jualan es krim, makanan, dan buku pada waktu bazar pelatihan menulis sebulan yang lalu. Dia masih junior, kelas satu. Tetapi ia punya semangat tinggi yang terselip diantara rasa pesimis dan lelah. Itulah dia. Karena itu ia ingin menarik banyak keuntungan, walaupun bertahap. Tetapi hanya sedikit yang terjual. 

Aku juga nggak tau, buku-buku yang dipajang di atas meja sekolah sedikit sekali mata yang melirik dan membelinya. Itu karena judulnya tak menarik, sayang sekali. Dan juga tak cocok dengan anak muda yang pikirannya penuh hura-hura dan instan. Jadi, aku dan temanku hanya menunggu beberapa orang untuk membeli puluhan buku yang lama-kelamaan berdebu.

Bahkan aku bisa berani memborong 5 buku, ya walaupun aku juga menjaga stand buku. Tak apa, asalkan ada uang lebih. Itu untuk menutupi kesan tidak laku yang akan menggores di telinga kami, aku dan temanku.

Yah, begitulah berjualan buku yang resikonya tinggi. Apalagi kalau bukunya salah genre dan judulnya nggak menarik, payah. 

Tapi pelatihan menulis HAMKA4 8 April lalu sukses kok! Kak Arief Muhammad alias @Poconggg sukses dengna beberapa nasehat galau dan pending skripsi hukumnya. Dan beberapa MC jago berhasil ngerjain Arief Muhammad dengan pertanyaan yang stuck. Pokoknya keren deh! 

Kak Arief Muhammad (yang tengah, baju kotak-kotak putih)

Terima kasih juga buat kru HAMKA4 yang keren dan selalu semangat! Terima kasih juga buat teman-teman yang mau ngunjungin HAMKA4. Dan terima kasih juga buat evaluasi HAMKA4 yang sempat bertangis ria di kelas Civic 2, sampai-sampai mati lampu segala. 
 
 Ketua HAMKA4, Ajeng yang juga teman sekelasku. Samping kirinya Riri, dan yang kanan itu Nita. 
(maap yah Ajeng, Riri, dan Nita, kemaren hapenya ga sengaja motret wkwk)

Jejeran stand waktu HAMKA4 8 April 2012

Gina yang nemenin jaga stand buku. 

Mungkin tahun depan, akan ada HAMKA 5 yang mungkin juga, lebih sukses daripada HAMKA 4. Semangat! :D

Komentar

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan