Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2012

Translate

Penelitian Air dan Hasilnya Ajaib!

Mulai hari ini, aku jadi tahu kalau air minum dalam kemasan, air keran, dan air dari tukang jerigen bisa menghantarkan listrik.

LOH ITU GIMANA CARANYA?

Bukannya air itu non elektrolit alias nggak punya bahan yang menghantarkan listrik? Yuk mari kenapa dia bisa menghantarkan listrik. Aku tahu semenjak bapak-bapak peneliti air oksi datang kerumah tadi pagi. Hasilnya sangat mengejutkan sekali.

Awalnya dia menyuruhku untuk mengambil segelas air minum dalam kemasan, kemudian beliau mengambil air keran dan air dari tukang jerigen di dapur. Sudah ada tiga gelas. Kemudian beliau memperlihatkan alat pendeteksi pH (entah pH meter atau bukan, tetapi ambang batas air yang bisa dikonsumsi langsung di Eropa, Amerika dan Singapura adalah 50. Mungkin ppm atau bagian perjuta zatnya). Alat itu tanpa menggunakan listrik. Jadi pas alat pendeteksi air itu dimasukkan, maka akan tertera angka. Berikut hasilnya.
1. Air minum dalam kemasan = 76
2. Air dari tukang jerigen       = 92
3. Air keran dari dapur   …

Introduction: Cerita gue

Suara detak jam. Berisik. Terus berdetak. Hingga jam 12 malam nanti.

Baiklah, mari kita membahas sesuatu. 
Aku ingat ketika malam ini, aku masih berkutat dengan tugas yang menumpuk, itu waktu kelas 2 SMP. Masih kelas 2 SMP, sudah bergadang. Lalu bangun jam 4 pagi untuk belajar kemudian berangkat ke sekolah jam setengah 7 di komplek pendidikan Soposurung Balige Sumatera Utara. Lalu pulang jam 4 sore karena ada ekskul karate.
See? Tampaknya monoton. Tapi aku menyimpan dan mencatatnya karena ada hal yang berwarna.
Bohong juga sih kalo masa sekolah nggak membahas cinta. Tapi apa iya ngebahas cinta terus lalu lupa sekolah? Nilai anjlok? Galau nggak karuan? Atau.. merasa dijauhi Allah? Kalimat terakhir yang paling kompleks! Merasa dijauhi Tuhan karena GALAU! Yuk mari!
Lalu apa hubungannya dengan malam ini? Ya karena malam ini suasananya pas untuk berpuisi. Bercerita tentang cinta yang membuat Allah cemburu, sehingga Allah ngasih kegalauan dan keresahan biar sadar. Aku mendapatkan pencerahan…

PENSI OASIS V 16 Juni 2012 (1)

OASIS V Proudly presents:

- Thirteen
- Souljah
- Abdul and The Coffee Theory
and the last is... Glenn Fredly!

Here's the pictures. Enjoy ^^

Pukul tiga sore kira-kira. Matahari masih agak terik dan kami berfoto saat Souljah masih manggung. Dari kiri ke kanan: Efma, Putri, admin blog ini, Ayu dan Mbah (ehehe).
Arni, Isna dan Putri
Putri dan Efma
Abdul and The Coffee Theory with song: Yang Penting Happy.
Ini dia vokalisnya Abdul and The Coffee Theory.
Dan yah! Ini Glenn Fredly beneran loh, bukan bohongan. Dia muncul lagi di Pensi OASIS V SMAN 1 Bekasi 16 Juni lalu. Dia sempat menyanyikan lagu Kasih Putih (?) *aku lupa maaf hehe* dan bercerita kalau MTQ di Maluku damai. Hubungannya apa ya? Hmm, mungkin waktu pembukaan MTQ di Maluku, Glenn Fredly tampil juga *sotoy on *gak percaya browsing ke mbah Google. Dan masyarakat di Maluku sana juga adem ayem waktu pelaksanaan MTQ. Keren kan? :P
Glenn Fredly and his band.
Ekspresi Glenn Fredly saat menyanyi.
Panggung dan suasana sore agak menggalau kare…

Backpacking itu seru banget loh!!

Liburan?

Yak! Satu kata berimbuhan itu yang membuatku bahagia seumur hidup! Selama aku bersekolah.

Menurutku, liburan itu adalah pelampiasan untuk bersenang-senang ketika waktu nggak liburan (maksudnya waktu masa sibuk-sibuknya belajar). Pelampiasannya sih bisa apa aja, misalnya main PS seharian pake istirahat, internetan sampai gila ngedumel dan teriak sendiri saking lemotnya, atau malah tidur, layaknya sleeping beauty? Oh boleh saja.

Bahkan aku dan teman-temanku sendiri rajin (mengotori baju) sekolah untuk mendengar kabar remedial dari guru (yang PHP) yang baik hati memberi nilai *ups.. Kadang disekolah kami gila-gilaan sendiri, mendengar curhatan seolah-olah mewarnai ideku buat nulis. Hm.. Dan tadi siang, aku malah straight untuk mendownload film seharian, tapi gagal --___-- .  Untungnya sih koneksi WiFi sangat dewa dan bahagia, sehingga nggak salah lah kalo gagal juga. Itu belum terima rapot loh. Kalo udah, kemungkinan besar aku takkan kembali ke sekolah, walaupun hanya mendownlo…

Lelah

Ketika waktu terasa begitu cepat,
dan aku tenggelam diantara rusuhan cerita.
kini aku merasa lelah;
fokus pada beberapa pekerjaan;
membuat otakku terbagi tiga.
ruh ku satu tapi jiwaku dibelah cermin menjadi dua


Ketika aku terbang dalam waktu per detik
aku melupakan kejadian beberapa menit yang lalu,
semacam bentuk kelupaan sementara,
membunuh memori jangka pendekku
kemudian amnesia untuk selamanya

Batu

Dan kini,
aku hanyalah serpihan kecil yang akan menyatu
Setelah itu aku akan menjadi suatu bagian satu,
tak pernah rapuh,
walaupun diterpa angin kebersamaan yang semu.

Sepi

Tulisan terambigu adalah malam ini. Disaat aku mulai ngantuk dan lapar dan memaksa pikiran untuk menulis apa yang bisa ditulis malam ini. 
Yak, kalo namanya sepi, itu adalah suasana yang mengundang dua makna. Yakni tidur dan emang mau menyendiri. Apalagi ini mau menjelang tengah malam, banyak nyamuk yang setia banget menemani penghuninya. 
Aku ingin bercerita tentang sepi. 
Sepi itu, disaat keramaian tak membutuhkanmu. Membuangmu ketempat sampah masa lalu, yang takkan pernah diingat orang karena pilu. Sehingga sepi itu hanya menjadi debu. Menghisap pikiranku, untuk menjauh dari keramaian yang gaduh. 
Sepi itu, disaat aku butuh pemahaman dari orang lain, tapi tak direspon. Ia menyendiri dalam sepi. Baik itu tengah malam seperti ini atau mencari tempat khusus untuk menyendiri. Tiada manusia yang mengganggunya, kecuali dia dan Tuhannya. Saat itulah, ia terbawa ke alam imaji yang diciptakan otak kiri, kemudian dialirkan ke sini. 
Ke hati.
Sepi itu, seperti kata-kata anak labil. "Gue kes…

Belahan Jiwa "dia" dan "Dia"

Ketika dia adalah belahan hati.

Maka (pastinya) dia bukan belahan durian, atau malah belahan mangga.

Sering teman-teman yang membuat tulisan "Kaulah Belahan Jiwaku". Kedengarannya sweet banget. Tapi ntah kenapa buat yang move on atau patah hati, atau segalanya, cukup sulit diterima, kadang gampang diterima saking tertariknya sama kata-kata itu.

Mungkin belahan jiwa itu, yang jauh disana. Dia yang jauh terasa dekat. Tapi yang dekat malah terasa dekat, bahkan terasa jauh. Entahlah, banyak penyair amatir menuliskan rasanya bagaimana ada didekat belahan jiwa, yakni orang yang kita sayangi. Berpuluh-puluh kata dan ratusan kalimat ditumpahhkan ke kertas, atau diketik di  Microsoft Word, yang keluar hanya kata-kata standar untuk menunjukkan rasa sayang kepada belahan jiwa. Kedengaran tidak sedih. Tapi miris. Kenapa hal itu dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak seumuranku menjadi galau hanya karena membaca sepatah dua patah kata-kata yang nyantol dipikirannya?

Cukuplah tahu kal…

Kebaikan Itu Universal :)

Setiap orang seharusnya bisa berbuat baik kepada siapa saja, apalagi kepada kerabatnya. Kebaikan orang lain sedapat mungkin kita balas dengan kebaikan juga. Apalagi bila dibalas dengan kebaikan yang lebih baik lagi, ini merupakan salah satu tanda syukur kita kepada Allah SWT 
(Hikmah) - dapat dari kertas kalender harian.