Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Belahan Jiwa "dia" dan "Dia"

Ketika dia adalah belahan hati.

Maka (pastinya) dia bukan belahan durian, atau malah belahan mangga.

Sering teman-teman yang membuat tulisan "Kaulah Belahan Jiwaku". Kedengarannya sweet banget. Tapi ntah kenapa buat yang move on atau patah hati, atau segalanya, cukup sulit diterima, kadang gampang diterima saking tertariknya sama kata-kata itu.

Mungkin belahan jiwa itu, yang jauh disana. Dia yang jauh terasa dekat. Tapi yang dekat malah terasa dekat, bahkan terasa jauh. Entahlah, banyak penyair amatir menuliskan rasanya bagaimana ada didekat belahan jiwa, yakni orang yang kita sayangi. Berpuluh-puluh kata dan ratusan kalimat ditumpahhkan ke kertas, atau diketik di  Microsoft Word, yang keluar hanya kata-kata standar untuk menunjukkan rasa sayang kepada belahan jiwa. Kedengaran tidak sedih. Tapi miris. Kenapa hal itu dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak seumuranku menjadi galau hanya karena membaca sepatah dua patah kata-kata yang nyantol dipikirannya?

Cukuplah tahu kalau dia adalah belahan jiwa. Bukan belajar jiwa.

Biarlah dia adalah sekedar belahan jiwa. Tetapi DIA adalah belahan dan belajar jiwa. Yah (y)

Belahan jiwa itu mungkin, akan menjadi sempurna ketika aku menuliskan ke kertas, disanalah aku bercerita tentang dia dan Dia. Ada dua "dia", dia itu manusia dan Dia itu Allah.

Bagaimana rasanya belahan jiwa diduakan, maka Dia akan cemburu. Beda dengan dia, dia hanya manusia, bisa mencari yang lain. Bisa nyari kesibukan. Bahkan nggak cari perhatian amat. Sedangkan Dia? Sekali kita tinggalkan, mungkin kita bablas dengan keluhan, musibah broken heart, move on yang gak jadi, dan seabrek masalah hati yang cukup tahu dan ditulis dalam memori jangka panjang saja. Berbagai kesusahan datang sukarela, untuk memberi pelajaran kalau "nih ya, jadi orang ga usah mentingin galau. kerjain tuh yang bikin kamu bersemangat!" 

Jadi ngiri sama orang yang tidak galau sama belahan jiwa "dia".

Mereka yang tidur beratapkan langit, dentuman bom. Berharap penguasa membebaskan sikap PHP yang bisa mengaburkan nuraniku, dan nuranimu juga.

Itulah mereka :D

*keingat sama Palestina dan Masjidil Aqsha yang masih digali pake buldoser buat mencari bukti Kuil Solomon dan membuat semacam keanehan dibawah masjid suci itu*

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan