Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2012

Translate

Says Sorry from Riko

It's about Mita.

Setelah sholat tarawih, aku bertemu temanku bersembunyi dibalik pohon bambu.

"Ngapain lo disini? Ngumpet? Atau lo nggak sholat?" tanyaku mendelik.

Ia melipat kedua tangannya. "Urusan lo apa? Peduli apa?" Ia membawa satu kantong plastik hitam. Entah apa isinya.

Aku diam saja sambil melirik kantong plastik hitam yang dia bawa.

"Gue pulang dulu. Nggak baik gue mojok disini, ntar dikira ngapain. Maaf," kataku sambil meninggalkannya. Aku terus berjalan, sampai tak terlihat olehnya.

***

It's about Riko.

Sedangkan aku kaget karena kepergok Mita. Aku membawa kantong plastik berisi sendalnya. Kulihat wajah sebal dan malunya ketika dia pulang tarawih tanpa sandal. Aku tertawa dalam hati sebenarnya, tapi ada rasa kasihan. Bagaimana kalau dia terinjak kaca atau kerikil yang jahat? Biarlah, dia kan cukup tomboy dan kuat untuk menghadapi itu. Yang penting dia tidak tahu.

Cepat-cepat aku meninggalkan pohon bambu, sebelum ada ular mematuk atau ust…

Marhaban Yaa Ramadhan :)

Assalamu'alaikum guys!

Udah lama aku nggak nongkrong di blog lagi. Mungkin karena masih terasa hawa liburan dan malas. Eh dan nggak tahunya udah puasa aja. Padahal baru hari Senin kemarin masuk sekolah, udah libur lagi.

Dan, sekarang sudah tahun kedua aku berpuasa di Bekasi. Rasanya tidak jauh beda seperti aku berpuasa di Sumenep, Balige, bahkan Kutacane-Aceh. Tetapi suasana dan tren yang mempengaruhi ya. Puasa kali ini diwarnai dengan kecemasan apakah kita bisa siap diri menghadapi puasa dan sukses saat lebaran atau tidak. Kan, sayang kalau puasa tahun ini gagal lagi seperti tahun lalu, terlalu banyak godaan.

Oh ya, btw, Marhaban Yaa Ramadhan ya! Semoga puasa kita tahun ini lebih bagus, lancar, dan berkah dari tahun sebelumnya. Meskipun tantangan berpuasa tahun ini lebih berat, tetapi niat bersih untuk berpuasa harus  menyertai langkah kita berpuasa, supaya nggak rusuh dan adem ayem. Menghargai perbedaan tanggal berpuasa, tak apa. Yang penting lebaran bersamaan hehehe.

Mohon maa…

17 Agustusan sebelum puasa

Awal aku datang ke pertigaan komplek sekaligus lapangan basket. Ini dia, udah mulai lomba memasukkan bendera



Ekspresi anak-anak komplek

Si Jendral lucu dan imut berlari untuk menaruh bendera ke dalam botol
Nggak terasa ya, sebentar lagi mau puasa. Perasaan setahun yang lalu aku masih baru-baru tinggal di komplek itu. Nah sekarang memulai puasa kedua di Bekasi. Semoga puasanya lancar dan berkah, nggak ada pikiran yang mengganggu, tapi Agustusan jalan terus 
Shikkari shiro! Bertahanlah dan berjuanglah!

Serba Salah

Serba salah.

Itulah yang kurasa sekarang. Ketika kakak kelasku mengucap selamat kepada yang lain karena sukses lolos SNMPTN dan diterima di PTN yang diinginkan. Aku merenung, apakah tahun 2013, aku bisa mencapai impian terpendam seperti mereka? Bukankah mereka memilih cita-cita dari kecil dan berubah sejak pemilihan jurusan untuk SNMPTN itu? Apakah cita-cita hanya sebatas dokter, insinyur, ilmuwan, model, perawat, pilot, dsb sedangkan di pilihan prodi universitas banyak sekali jurusan untuk mencapai cita-cita (yang lain)? Entah lah.

Aku tak ingin gagal. Banyak teman-teman dan aku mengucap itu getir. Aku dan mereka bukan orang yang takut gagal, tapi sudah berusaha berani gagal namun tak tercapai pula (takutnya). Lagi pula belum tahu kan rasanya? Kan masih masuk kelas 3 dan baru tahun 2013 itulah masa-masa (seolah-olah) kelam?

Belum lagi ancaman dari beberapa bimbingan belajar dan informasi tentang banyak peminat terhadap jurusan favorit seperti Kedokteran, Teknologi Informatika, Ekonom…

Hatiku Dibekukan Tuhan

Hi you guys. How are you?
Kini malam makin larut, hatiku terasa mati. Dibekukan Tuhan.  Tetapi mengapa Tuhan selalu mencairkannya ketika sang hamba mendapat rezeki dan sesuatu yang tak terlupa?
Hanya mengingat nama-Nya, mungkin lisan takkan berhenti sampai mati Walaupun sang hamba tetaplah terus berdosa,  mengingat namanya  yang tak perlu kausebut pun kau tahu siapa dia.
Kini hatiku semakin membeku, desahku tak teratur Beberapa bulan lagi aku hidup, Ku habiskan sisa hidupku,  Dengan menyebut namamu.
Di tengah kebekuan hati. Kuharap Tuhan mau mencairkannya sebelum aku mati.

Tentang Kamu

Tentang kamu. Yang tak bisa dilacak keberadaannya. 
Aku terus mencari sisa jejakmu, yang mungkin bisa ku ketahui sedikit saja. Tapi kini tak bisa. Karena kamu pergi jauh, tanpa bekas.
Tentang kamu yang sudah pergi. 
Tak ada kata menunggu. Karena orang awam bilang, menunggu itu hal yang membosankan. Tetapi menunggu itu melatih hati untuk bersabar. Kata-kata darimana itu? Aku sudah bosan mendengarnya. "
"Maukah kamu menunggu sedikit lagi?" Begitu katamu.
-Tidak-
Karena aku bukan robot, yang bisa menunggu loading dan perekaman data. Tersenyum tanpa ekspresi. Tak bisa menangis dan merasa sakit. Mempunyai kekuatan eskplosif, ketika kamu mengganggunya. Suatu hari.


Note: Ide menulis ini gara-gara kaki keseleo dan luka robek di telapak kaki kemarin sore. Jadinya aku sering menulis. Ya, penyembuhanku adalah menulis. Lain kali harus hati-hati bermain basket dan jangan sampai nggak pakai sepatu atau sendal!