Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Serba Salah

Serba salah.

Itulah yang kurasa sekarang. Ketika kakak kelasku mengucap selamat kepada yang lain karena sukses lolos SNMPTN dan diterima di PTN yang diinginkan. Aku merenung, apakah tahun 2013, aku bisa mencapai impian terpendam seperti mereka? Bukankah mereka memilih cita-cita dari kecil dan berubah sejak pemilihan jurusan untuk SNMPTN itu? Apakah cita-cita hanya sebatas dokter, insinyur, ilmuwan, model, perawat, pilot, dsb sedangkan di pilihan prodi universitas banyak sekali jurusan untuk mencapai cita-cita (yang lain)? Entah lah.

Aku tak ingin gagal. Banyak teman-teman dan aku mengucap itu getir. Aku dan mereka bukan orang yang takut gagal, tapi sudah berusaha berani gagal namun tak tercapai pula (takutnya). Lagi pula belum tahu kan rasanya? Kan masih masuk kelas 3 dan baru tahun 2013 itulah masa-masa (seolah-olah) kelam?

Belum lagi ancaman dari beberapa bimbingan belajar dan informasi tentang banyak peminat terhadap jurusan favorit seperti Kedokteran, Teknologi Informatika, Ekonomi, bla-bla-bla. Membuatku semakin takut untuk memilih jurusan pertama, kedokteran. Memang aku pernah terpikir, ingin menjadi dokter kandungan. Karena kebanyakan dokter kandungan adalah laki-laki. Tapi sekali lagi, pesaing dan passing grade itulah. Sebenarnya aku tak takut. Namun mengapa aku hanya nyantol pada dua pilihan. Pilihan pertama yang tak pernah berubah karena rasa penasaran dan pilihan kedua karena kakak alumni yang memberi informasi. Tak salah kan? Pilihan itu individu dan relatif.

Terkadang banyak orang menyarankan, kedokteran. Ehm, atau minimal, pilihlah jurusan yang gajinya nanti menjanjikan, pekerjaannya cerah. Eh, terbalik? Nggak semoga :) Tetapi aku tak menginginkan itu. Kenapa mereka yang sibuk? ... atau, kenapa aku mau saja mendengar mereka? Mau jadi apa nanti kalau berpikiran seperti itu? KARYAWAN? Lebih baik jadi penulis atau guru!

Entahlah, mengapa 2013 yang kurasa makin sulit. Setelah merasakan UN SMP pelajaran IPA yang kedua, tahun depan nanti merasakan SNMPTN tanpa tulis alias UNDANGAN! Bagaimana tahun depan nanti ya? Apakah rasanya seperti seenak rainbow cake atau sayur pare? Lihat saja nanti :))

Pokoknya selamat aja deh, buat kakak-kakak kelasku yang lulus SNMPTN. Semoga suksesnya gak di SNMPTN doang ya, tetapi sukses seterusnya :*

Komentar

  1. iya, saya setuju jadi penulis. cuma tulisannya jangan ditutupi fidjit dong, sulit bacanya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan