Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2013

Translate

"Menurut kita, kita puas ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Padahal menurut penelitian, ternyata kita justru puas bukan karena hasil akhir, tapi kita puas ketika kita berproses menuju ke tujuan akhir tersebut." - My friend said.
"Riset: manusia cenderung lebih senang ketika mengalami kemajuan mencapai tujuan dibanding mencapai tujuan itu sendiri" - Roby Muhammad (Co-founder and Chief Scientist at Provetic, 9 Summers 10 Autumns movie).

Thanks, thanks!!

Thanks all. It reminded me about that. So, if we study tonight, it will better to face tomorrow.

Thanks for yesterday night :) 

Lebih baik kita belajar bagaimana kerasnya kehidupan, daripada berbasa-basi dan kau pun tidak berbicara apapun tentang kehidupan mahasiswa di kota besar. Dan mengajariku agar aku bisa terus semangat, tak terlena dengan apapun. Fokus pada tujuan awal.

Thanks, friend.

UN, Apa Kabar?

Bagaimana UN? Sehatkah? Alhamdulillah.

Ehem, bukan UN yang ku banggakan. UN saja sudah amburadul. Ngerjainnya, juga *paham paham ah ahaha*. Tapi tidak semua. UN penuh kelicikan. Yang pintar jadi down, yang curang jadi bangga. Dan yang biasa aja jalan di tempat. Dengan satu kata, BANGGA!

BANGGA PUNYA NILAI UN HAH??

*maaf maaf :( :(

Plis biasa aja dong! Masih aja SNMPTN dan SBMPTN! Belum lagi Ujian Mandiri PTN. Mereka saling menyusul. Kalau tidak, bisa tergilas buldoser kita!

*maaf maaf :( *

Oh ya, maaf ya jadi emosi begini. Habis, sehari penuh ini, masih sangat kental perayaan UN se-Indonesia. Memang benar, saya tidak belajar seharian hanya untuk melihat perkembangan informasi UN di linimasa Twitter. Lihat aja, ada yang berani nyoret baju.

Ada yang mabok.

Ada yang mabok soal TPA, SBMPTN. Bahkan ada yang langsung minta kakak kelas untuk ikut bimbel.

Bahkan ada yang memborong makanan, nonton dorama, atau yah kamu sendiri yang tau apa yang kamu kerjakan tadi.

Yah,syukuri saja. Memang langk…

Matematika Rindu

Mungkin, kita pernah mempelajari ilmu peta dan geometri. Untuk mengetahui bahwa bumi ini luas tanpa batas. Serta mempelajari bentuk bangun ruang. Membangun imajinasi berupa bangunan megah dan kokoh serta luas.

Mungkin, kita pernah belajar deret dan barisan. Untuk mengetahui seberapa jauh kaki melangkah, dan seberapa kali kesalahan terus dilakukan. Entah, data-data yang berulang kali terjadi. Kemudian jadilah kesalahan biasa bahkan menjadi kebenaran.

Mungkin, kita pernah belajar peluang. Seperti apa kesempatan diantara celah kemungkinan dari masalah yang sering terjadi.

Lalu, apakah hati juga ada unsur ilmu pemetaan bumi dan geometri, deret dan barisan, dan peluang?

Katamu, tidak ada. Kataku juga, tidak ada.

Tapi bagi orang perasa. Ada. Karena, ilmu itu tidak sekedar diktat kuliah atau buku pelajaran yang tampilannya monoton. Apalagi matematika. Bisakah kamu membayangkan hal tersebut? Imajinasimu bermain disini. Rasa sok tahumu sangat berperan disini. Kamu hanya butuh menyambungkan ka…

Jangan Meremehkan Ini!

Meskipun hanya hal kecil, tapi berpengaruh besar di masa depan.
Meskipun terlihat remeh, tetapi sangat bermasalah suatu saat nanti.
Mungkin ini biasa saja, tapi kalau diperhatikan, akan ada suatu perubahan yang bagus. Tak akan kamu duga.
Mungkin ini tidak perlu. Aku merasa tidak mampu. Tapi janganlah begitu. No limit, please! Nothing excuse for this!
Kemampuan manusia memang terbatas. Tetapi, kalau kita membatasi diri sendiri, mungkin semuanya tidak akan terjadi.
Hanya terjadi dalam tempurung pikiranmu saja 

Nanti Malam

Aku, di malam ini.
tak ingin resah dan gelisah seperti dulu.

Aku, di malam ini.
ingin menandingkan, siapa yang paling cepat bertemu
dengan-Nya
nanti malam.

Aku, di malam ini.
bahwa aku hina,
berasal dari tanah
bercampur dengan sesuatu hina
pantaskah aku mengingatmu daripada
mengingat-Nya?
yang membuatku terus menerus tak bisa tidur hingga pergantian waktu

Siapa tahu, aku tak akan di sini lagi. Sungguh. Aku ingin pindah, benar-benar pindah seperti yang kulakukan dulu. Karena aku hina, terbuat dari yang hina. Lalu tumbuh menjadi manusia cerdas dan sehat. Tak seorang pun bisa menghalangiku untuk pindah dan berkembang. Dan tak mau terpuruk karenamu. Lalu dianggap sinis oleh Tuhan. Setelah itu membuatku jauh, terbawa gelombangmu yang tak tahu kapan akan berakhir.

Karena aku berasal dari yang hina. Maka aku tak pantas bila tak pindah.

Untuk berubah!

dan Menemui-Nya nanti malam.

SIMAK UI 2013

Kata Mama teman saya aja bilang gitu. Apalagi saya dan teman saya :')

Masih Mau Lanjut? :D

Belum merasakan bagaimana titik jenuh. Aku masih larut dalam aktivitas rutin yang seolah-olah mengajakku untuk berperang. Padahal ini baru 1 minggu 2 hari setelah UN. Tetapi rasanya ular besar akan memakanku jika aku lengah 1 atau 5 menit saja untuk bermain.

Aku belum merasakan jenuh. Masih larut. Namun aku bingung, karena diaduk-aduk oleh keadaan. Baik itu pada pendirian atau lingkungan. Atau malah tekanan dari orang lain atau hati yang tidak pas. Ah masa....

Ya jadi? Mau nunggu zona nyaman banget gitu? Sampai benar-benar klop? It will wasting time, bro.

Waktu hanya 1 bulan. Bila intensif, mulai benar-benar intensif terhitung hari ini, maka pas 1 bulan, tambah 18 hari. Belum lagi ujian ini, ujian itu. Ini memang ujian. Ditambah pula ujian diatas kertas. Kalau sekarang, ujian kenyataan! Bila persiapan sebelum ujian diatas kertas saja udah ngeluh dan ingin berhenti.

"Ngerasa pusing gitu".

Berarti, ujian kenyataan udah lulus dong? Apa belum? Oh ya, ujian kenyataan itu hal yang …