Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Real Civil People


Jam 4 sore.

Aku sampai di Pasar Proyek Bekasi. Eks Pasar Proyek Bekasi, maksudku. Tidak ada lagi jejeran kios. Semua sudah pindah tempat. Ada yang di dalam mall investor asing, dan ada yang membuat kios baru dengan bahan bangunan yang sama seperti dulu tapi agak jauh dari jalan utama. 

Disitulah kulihat, kenapa pasar itu terlihat banyak orang susah dan mencari nafkah. 

Apalagi tukang jahit.
Benang jahit [Foto: webandi / Pixabay]

"Susah belajar jahit tu dek. Payah pulo cari pitiah," kata apak tuo yang sedang membuat pola dasi SMP.

Really? Itukah kehidupan di pasar dan.. Mmm, kota (nyaris) metropolitan? Bukankah hidup di kota menyenangkan dan menjanjikan? Seperti yang dikatakan sebelum merantau? 

"Awak marantau ka Bekasi sejak tahun 1981," tambahnya lagi.

"Lamo juo tu, Pak," jawab ibuku.

Aku kaget mendengar cerita bapak itu. Mungkin beliau terlalu muda untuk merantau, dulu. Dan sekarang, bapak itu mengabdi sebagai tukang jahit. Bersama bapak lain yang seumuran dengan beliau.

Itu hanya sekilas saja.

Jika dihubungkan dengan masalah BLSM yang booming, mungkin mereka dengan pedih menceritakan apa yang terjadi. Atau, cerita mereka dulu yang digusur pemerintah gara-gara pembangunan mall investor asing dan perapihan jalan utama Mayor Oking. Yah, orang susah. Ingin aku (mas/mbak pembaca juga) menghargai kerja keras mereka. Mereka berharga. Sayangnya, dilupakan.

They are real civil people. Really civil people. 

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan