Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Translate

Continual Learner

"Kita adalah pemelajar seumur hidup. Maka, kadang pemelajar seumur hidup tidak hanya menekankan pada hasil atau output. Tetapi lebih kepada proses atau langkah bagaimana menuju kesuksesan dan tujuan yang diinginkan pemelajar tersebut.
Berpikir kritis. Melihat peluang bagaimana masalah itu dapat dipecahkan."
Hasil inspirasi selama 4 hari orientasi belajar mahasiswa.

Continual learner, actually needed for our life. 

Oh How Come, Monday? :)

Senin, yuk pikirkan betapa hebatnya kalimat "I Hate Monday".

Tapi itu tidak terlalu berpengaruh bagi saya. Karena, saya sempat takjub dengan betapa dekatnya gedung FKM dan perpustakaan. Ternyata perpustakaan di kampus saya, sangatlah besar dan luas, kawanku.

Hari Senin adalah puncak kelelahan dimana pada saat itu -- pelajaran mencari harta karun informasi, mencocokkan kode dengan QR Code, serta bolak-balik ke suatu ruangan tertentu untuk mencari judul tesis. Hingga saatnya tiba, kami mencari nomor seri CD-ROM agar misi kelompok selesai.

Sebenarnya saya hampir rubuh. Maksudnya, mau pingsan tapi.... Nggak, saya kuat kok :3 Memang saat mencari harta karun informasi itu, dibutuhkan jiwa traveler dan feeling yang kuat supaya bisa menemukan kode-kode dan memecahkan kode misterius selanjutnya. Supaya misi selesai. Namun, yang dicari bukanlah itu saja.

Kekuatan fisik.

Seberapa kuatkah kita untuk tahan lama berjalan kaki, naik turun ramp (tangga berbentuk bidang miring), naik turun …

Antara Bukber dan Insomnia (Lagi)

Semakin lama, saya akan tidur larut setiap hari. Entah kenapa. Entah saya sedang menunggu siapa, padahal tidak akan ada orang yang mau tetap bersama saya pada jam larut malam tersebut.

Apakah hantu yang membisu? Bukan.

Apakah jin yang siap mengganggu? Bukan juga.

Atau, seseorang yang pernah memiliki probabilitas kegiatan yang sama? Apalagi itu, bukan juga ah.

Tetapi, seberapa kuatkah jika suatu saat, saya tidak bisa tidur menjalani sesuatu hal yang akan saya hadapi beberapa bulan dan beberapa tahun kemudian.

Sekian :)

***

Oh ya! Bukber hari ini seru banget!! Meskipun alay dan rame banget, tapi yah, kapan lagi. Menyambut diri bertransformasi menjadi mahasiswa. Setidaknya bisa sedikit bersenang-senang dan siapa tahu beberapa bulan dan beberapa tahun kemudian bisa ngakak sendiri mengingat kejadian bukber yang pernah kami lakukan ini. Asli lucu. Sampe disorakin di tempat umum dan berasa anak gaul getoh.

Maaf ya! Ah, lucu deh kalian! Makasih banget :*

Ada Fisika di Komuter Line

Gimana sih rasanya kalau....

Sains berupa fisika, teori relativitas dijadikan cerita berupa kejadian di kereta api? Kayaknya seru. Apalagi dibumbui dengan kisah perjalanan mahasiswa baru alias freshman. Ya, fresh sih. Padahal umurnya juga udah tua.

Pertamanya begini. Aku dan temanku pergi bareng-bareng ke stasiun kereta api di kota kami menuju Universitas Indonesia. Kami kesana karena ada kumpul bareng se-angkatan jurusan. Awalnya sih, temanku bilang, dia gak biasa naik kereta api. Dan aku baru dua kali ini naik kereta. Karena sama-sama masih baru dan kepepet, akhirnya terpaksa kami lawan segala rasa takut dan ketidaktahuan ini, kayaknya seru juga sih, hehe.

Mumpung masih segar (dalam hal mengingat jalur rel kereta api gak serumit di Jepang) dan kuat, jadi aku dan temanku berani dan nekat memilih komuter line yang isinya bukan penumpang wanita. Kami berdua kaget sih. Harus berdesak-desakan dengan bapak-bapak, pegawai kantoran, sebagian mbak-mbak pegawai kantoran, dan rebutan meraih pe…

Yuk Belajar Mencintai

Assalamu'alaikum. Hey you guys!!

Semua orang pasti akan belajar mencintai. Apapun itu. Termasuk pada awalnya kita belajar mencintai seseorang.

Meskipun kita sudah melewati rintangan berupa ujian tulis dan seleksi lain-lainnya. Sebenarnya Allah menguji kita. Apakah kita ikhlas mencintai pilihan yang kita pilih. Atau sama saja memilih karena terpaksa? Atau malah memilih pilihan namun main-main? *PHP dong, eehhh...*

Hei, ini usaha bro! Sudah berapa kali kamu jatuh karena melakukan kesalahan yang kamu buat sendiri? Kenapa sih, nggak mau usaha untuk menghargai pilihan yang kamu pilih? Katanya belajar mencintai. Tunjukkin dong! Jangan sama manusia juga, men. Tapi jurusan bro. Empat tahun kamu bakal bergelut dan will be mastering the major in college or university. Masih juga mau men-zholimi diri sendiri?

Ingat ini pelajaran mencintai juga. Mencintai tak harus sama manusia. Tapi sama jurusan. Sama pilihan hidup selama 4 tahun di dunia perkuliahan. Jangan cuma mencintai pilihan karena gan…

Hal Berharga Saat Ngeblog

Yang pelajaran yang saya ketahui selama ngeblog selama 3 tahun ini adalah....

"Tak apa posting-mu sedikit. Tapi berkualitas, menohok, membekas di ingatan, bahkan sampai kamu ketawa atau terharu sendiri kayak orang gila."

"Readers memang penting. Feedback mereka sangat penting, karena mereka mengapresiasi apa yang kita tulis. Lain halnya mencari readers untuk fame atau nge-eksis atau kepopuleran. Kalau posting bagus, maka readers akan menyusul dan mengapresiasi tulisan kita."

"Jika sudah klop sama readers dan care sama apresiasi mereka. Jadilah kita mem-follow blog mereka. Kita jadikan teman, lebih dari sekedar teman. Karena teman yang menulis itu "istimewa" meskipun di dunia maya. Lihatlah, setelah semua itu terjadi, maka akan terjadi kopdar alias temu blog di dunia nyata. Seru banget dong, pastinya."

"Kalau kamu ngeblog untuk nyari fame alias kepopuleran. Ya nggak usah ngeblog. Ngeblog itu buat berbagi, buat ngelmu. Buat nyari pengalaman …

Mulesnya perut...

Kenapa kalo lebaran itu mesti pake mules-mulesan kayak kemaren? Hmmm... mungkin, waktu perjalanan liburan ke Bromo de el el itu nggak tidur kali ya? Sibuuuukkk aja mikirin atau ngayal ga jelas. Apalagi, berangkat malam dari Sumenep Madura ke Surabaya itu memakan waktu hampir 3 jam. Udah gitu, aku duduk sendirian, paling belakang lagi! Penuh deh ama barang bawaan. Kebetulan juga sih, naik mobil Innova. Pantesan mules!

Udahlah, nggak usah dipikirin, itu terjadi hari Sabtu setelah maghrib, ketika aku dan keluargaku pergi liburan dan basecamp sementara di Surabaya, sendik BRI Surabaya. Disitulah basecamp kami. Hmm.. hari Minggu nya itu ke Bromo (siiihhhh, naik ke kawahnya dong!!).

Ceritanya gini, kenapa aku bisa mules perut di mobil. Sabtu itu kan lebaran kedua, lebaran pertama hari Jum'at kan? Pada hari Sabtu, aku dan keluargaku gantian berkunjung kerumah orang. Tapi, waktu itu kami hanya berkunjung ke rumah guru adikku, Pak Ismail. Beliau guru SD Pajagalan 2 Sumenep. Kebetulan juga, …

Welcome DSLR

Hobi lama berlanjut dengan kamera baru :D

Bukan berarti kameraku yang lama tidak terpakai. Justru kamera lama membawa kenangan manis dan perjuangan terindah untuk belajar seluk-beluk fotografi. Sehingga sampai saat ini saya tertarik banget sama fotografi makro dan lanskap (landscape). Mode fotografi bersiluet juga keren banget.

Terima kasih kamera digital lama. Selamat datang kamera DSLR baru. Walaupun bukan DSLR merek sejuta umat, tapi merek sedikit istimewa dan hanya orang-orang tertentu (misalnya fotografer National Geographic tuh hehe) bisa mempermudah belajar fotografi makro, siluet, dan lanskap.

"Semua kamera bagus. Merek apapun. Tetapi yang menentukan adalah lensa kamera tersebut" - sebuah komunitas fotografi di Jakarta Selatan.

Logika, Berbeda dan Tertawa

Semua terasa berbeda ya.

Entah kenapa, akhir-akhir ini, aku membaca cerita dulu yang membuatku tertawa sekarang. Apa, logikaku sudah berjalan? Apakah, dulu, relasi antara dua manusia bisa dikatakan lucu dan imut, sehingga ada perselisihan yang membuat semuanya tidak menyenangkan?

Mungkin aku bukan orang yang mengungkit hal itu. Sudah berkali-kali orang yang bernasib sama, jungkir balik memahami soal logika. Akhirnya mengerti juga.

Karena kita sudah dewasa. Paham kalau mau hidup lancar pakai logika. Tapi tak selamanya logika. Logika itu robot. Logika itu menyesatkan.

Pakai hati.

Terima kasih, cerita-cerita dulu yang membuatku tertawa. Aku baru sadar ternyata kau mengajariku banyak hal. Tidur malam, hingga aku baru menyadari bahwa sebentar lagi aku akan menjadi orang yang menertawakan kecerobohan. Semoga bisa dijadikan pelajaran. Bahwa memang, masa remaja takkan terulang.

Nanti, akan ku rancang aplikasi seperti Doraemon, supaya balik ke masa lalu. Entah kenapa Doraemon sangat canggih d…

Bahagianya Ramadhan

Anak-anak TK yang antusias menyambut bulan suci Ramadhan


Siap-siap berangkat!

Jangan-jangan?

Inilah waktu yang pas.

Dengan pantulan lampu neon dan sinar kuning berasal dari meja belajar. Aku merenung sambil menatapi dinding biru muda tanpa cacat. Untuk apa? Membayangkan kamu? Salah! Aku membayangkan bagaimana caranya aku menghafal kode ASCII yang tak kumengerti apa tujuannya. Pun bahasa Java, yang kukira bahasa Jawa berlogat medhok. Bukan rupanya.

Apapula Pascal?

Apapula C++ ?

Kau kira aku calon enjinia robot? Jangan-jangan aku salah masuk kamar. Eh, bukan kamar, tujuan batin dan hidup yang akan membaur menjadi satu. Dan melebur dalam tubuh dan hati manusia itu selama 4 tahun, iya kah? Jangan-jangan.

Biar aku dan Tuhan yang tahu. Mengapa mereka eksis berada. Dan dimengerti para expert tertentu saja, tanpa mau tahu apa maksud mereka; para bahasa aneh tersebut. Maaf, bukannya aku tak mau tahu, dinding biru muda.

***

Tapi yang kutahu adalah, tanpa mereka. Semua aplikasi pada gadget takkan ada. Mereka - bahasa aneh tersebut dan para expert enjinia bangga mereka berada.

Ah, bila k…