Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

kepala. ku.

kepala.
ku.
isinya semua kepulan pikiran tak terbuang
tertahan karena rasa,
lingkungan,
tekanan,
dan hambatan.


suara.
ku.
tertahan.
aku tak bisa bicara
aku tak bisa teriak.
ketika semua mengutamakan generalisasi
ketika semua mengutamakan gengsi

katanya berjuang,
tapi masih ada gengsi?
untuk apa?
susah susah masuk sini tapi tetap mengutamakan itu?
masih adakah jalan lain?

karena, tujuanku bukan ini.

tapi jauh disana.

Dua Minggu Ini

Hai malam. Akhirnya kita ketemu lagi ya.

Dua minggu ini, aku belajar bagaimana mengatur semuanya serba sendiri. Sendiri bukan dimaksud bahwa tanpa Tuhan.

Prioritas memang ada di tangan sendiri. Hanya diri sendiri yang benar-benar bisa memegang kendali supaya tidak terperosok. Jauh dari tujuan. Atau mungkin, melakukan hal menyimpang lainnya.

Oh ya, dan jadi mahasiswa tak hanya sekedar mendapat "jaket". Tapi lebih ya ternyata. Kuliah cuma terjadi sekali seumur hidup. Kecuali tetap ngelanjut S2 dan S3. Tetap mahasiswa kok. Tapi sensasinya beda.

Karena cuma dikasih waktu 3,5, 4, dan 5 tahun. Seperti itulah rentang waktu yang terlihat lama namun sebentar untuk membentuk pola pikir dan sikap kalo kuliah lebih dari angan-angan yang dimiliki saat SMA.

You know the reality. You live with another people, with civil people.

(bersambung)

Kepastian

Aku hanya butuh kepastian. Bukan digantung.

Tapi siapa yang memberi itu?

Tuhan kah? yang memiliki kuasa lebih besar dan menguasai seluruh jagat raya.

Atau kamu kah? seonggok ciptaan Tuhan yang punya kekuasaan untuk memutuskan dan menghasilkan keputusan yang tak sehebat Tuhan?

Kecewa? Mungkin.

Bukankah setiap yang berharap kepada manusia terkadang diberi kekecewaan?

Lalu dimana kepastian yang sebenarnya?

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan