Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2014

Translate

Banyak, Orang Gila!

Terlalu banyak orang gila di sini. Ya, disini. Kamu yakin nggak dengan pernyataan itu? Pastilah yakin. Buktinya, kamu bisa lihat sendiri. Di kehidupan sehari-hari atau dimanapun

Mau kasih bukti?

Ternyata.. karena mereka mencapai sesuatu dengan cara yang instan. Mungkin ingin cepat mahsyur dan kaya. Namun, entah bagaimana konsekuensi di masa depan seperti apa.

Instan, instan dan instan. Itulah yang terjadi sekarang. Baik itu pemikiran-pemikiran instan, maupun tindakan-tindakan instan untuk memenuhi tujuan hidup mereka.

Pemikiran pertama itu sangaatlah sederhana. Namun rumit aplikasinya. Hidup serba sulit dan materialistis. Harga sembako mahal, pendidikan mahal dan dikomersialisasi, untuk keamanan dan kesehatan saja sulitnya minta ampun. Lantas, orang-orang yang dapat nikmat pendidikan malah (mungkin) dididik untuk menjadi robot dan apatis. Diajarkan seperti itu. Lalu, ketika sudah mendapat apa yang sudah didapat, mereka akan mempunyai kebanggaan sendiri karena menjadi.... pekerja... t…

Tentang Koma, Katanya~

Suatu hari, aku pernah mampir di blog teman waktu SMA. Lalu menemukan sebuah tulisan yang judulnya abstrak. Cukup menarik. Mengimajinasikan manusia sebagai titik dan titik itu kecil. Nggak pantas untuk menyombongkan diri, katanya. Aku senang membaca blog itu, karena menjawab pertanyaan-pertanyaan sunyiku yang tak ada jawabannya.

Aku mengomentari tulisan itu. Untuk sekedar membuat jejak.

"Apakah manusia termasuk bagian dari koma?"

Nggak tahunya, temanku menjawab. Baik banget :))

"Mungkin aja sih, beberapa orang tercipta sebagai sebuah koma buat orang lain. Koma, yang jadi tempat buat istirahat setelah lelah membaca. Koma, yang memperjelas maksud dari setiap perjalanan membaca. Koma itu berguna banget. Tapi ya gitu, namanya juga koma, dia bukan pemberhentian terakhir."

Penasaran. Aku tanya lagi.

"Kalo manusia jadi koma, berarti setelah koma masih ada pemberhentian yang lain?"

Temanku dengan pede menjawab, "Exactly."

Seriously. Ada kepuasan tersend…

2013-2014: Holiday in Lense

Start from here.

Senja dan Monas dari kejauhan. 
Hai Pekalongan! ^,^
Kamu suka kucing, kan? Here it is! 
Entah ini mural atau coretan dari berandal di pinggir jalan pecinan Pekalongan.
Kecap dari segala kecap
Sekolah menengah pertama yang kuno. Berdiri sejak tahun 1924.
 Paling sering dikunjungi dan paling ramai. Guci, Tegal. 
Eksperimen sendiri.
 Ada yang berminat? :)
Kesan setelah menginjakkan kaki ke daerah ini, merinding dan takut. Hawa panas dingin. Kemungkinan lagi "disambut".

Sayang, sudah tidak ada lagi.

Kapal-kapal sedang istirahat sejenak.
Hai, sore. Aku akan pergi.  再见!:

Janji. Promises.

Pantas bila ada orang yang memasang tampang menghakimi seseorag untuk menagih janji yang pernah diucapkan. Kecewa? Tentu. Namanya juga berharap kepada manusia.

Belum lagi, jika ada (lagi) orang yang sangat sabar bila janji itu belum ditagih oleh orang yang mengucap janji. Dengan jaminan, waktu masih lama dan pasti akan menjawab semua. Suatu saat akan terjadi :) See? How abstract. Sebenarnya, kita sendiri nggak tahu sih. Umur orang kapan bertahan dan entah apa yang terjadi hari esok juga belum tahu pasti.

Entahlah, apa jaminan janji? Banyak orang kecewa dengan janji-janji. Contoh kecil saja, orang yang punya otoritas atau kewenangan untuk memberikan sesuatu, pasti punya janji tertentu untuk melunasi dan memenuhi keinginan orang yang berhadapan dengannya. Pasti. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, orang yang punya otoritas itu lupa janjinya. Sehingga bila "orang kecil" ini menagih janji dan menuntut, si "orang kecil" ini dianggap tidak ada apa-apanya. Tidak did…

So Romantic!

These couple celebrates their 61st anniversary with "Up" inspired photoshoot.
Source: http://9gag.com/gag/a09oq3X