Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Kisah seseorang yang berjuang, kemudian mendapatkan hikmah bahkan keajaiban dalam hidupnya. Kisah yang juga bisa membuat pembaca lebih bersyukur. Karena ternyata, setiap kisah perjuangan itu ada yang lebih berat ujian hidupnya daripada kita sendiri. Sampai manakah kita memaknai perjuangan dalam hidup?

Janji. Promises.

Pantas bila ada orang yang memasang tampang menghakimi seseorag untuk menagih janji yang pernah diucapkan. Kecewa? Tentu. Namanya juga berharap kepada manusia.

Belum lagi, jika ada (lagi) orang yang sangat sabar bila janji itu belum ditagih oleh orang yang mengucap janji. Dengan jaminan, waktu masih lama dan pasti akan menjawab semua. Suatu saat akan terjadi :) See? How abstract. Sebenarnya, kita sendiri nggak tahu sih. Umur orang kapan bertahan dan entah apa yang terjadi hari esok juga belum tahu pasti.

Entahlah, apa jaminan janji? Banyak orang kecewa dengan janji-janji. Contoh kecil saja, orang yang punya otoritas atau kewenangan untuk memberikan sesuatu, pasti punya janji tertentu untuk melunasi dan memenuhi keinginan orang yang berhadapan dengannya. Pasti. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, orang yang punya otoritas itu lupa janjinya. Sehingga bila "orang kecil" ini menagih janji dan menuntut, si "orang kecil" ini dianggap tidak ada apa-apanya. Tidak didengar. Bahkan dilupakan. Betapa kesalnya "orang kecil" ini bila terus disogoki oleh janji-janji.

Janji, jadi bagaimana? Janji sebenarnya nggak bisa main-main dan dimainin. Orang akan berharap bahkan menggantungkan diri pada harapan yang diberikan oleh si pembuat janji. Kemungkinan besar akan terjadi kekecewaan, keresahan, kegalauan, merasa diperlakukan tidak adil, dilupakan, diremehkan, bahkan menghabiskan waktu yang sangat singkat ini.

Dan itulah yang terjadi sekarang. Kan bentar lagi Pemilu. Dan nggak hanya Pemilu, banyak orang yang mengumbar janji di kehidupan sehari-hari untuk kehidupan lebih baik. Banyak, contoh kecil saja sudah bertebaran dimana-dimana :)

Selamat (bermain dengan) berjanji! Hati-hati! ^,^

Komentar

  1. Haha.. Pemilu lagi, urusan Politik dan saling umbar-umbar kata, bikin males :D

    BalasHapus
  2. betul, harus hati2 dengan janji ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan