Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Life and life, always!

Lama sudah, tak membuat jari-jari ini menari di atas keyboard. Sambil menumpahkan beberapa pikiran dan sampah-sampah pikiran terpendam dan tak tersampaikan.

Namun, beberapa bulan semester 2 ini, membuatku terus mengejar apa yang aku kejar disini. Dengan siapa aku bergabung, untuk apa bergabung, dan bertemu dengan siapa saja nanti. Maksudnya, bersama siapa saja aku bersinergi dan mendapatkan ilmu apa. Dan akhirnya, 2 minggu yang lalu dan hari ini, aku mulai mendapatkan pencerahan.

Cukup sulit membagi waktu antara belajar Hanzi, diri sendiri, dan organisasi di fakultas ataupun di universitas. Namun, aku merasa ada yang dekat dan membuatku ramai, riuh, dan bahagia. Berkumpul dengan orang-orang yang berbasis keilmuan, bergerak karena ilmu, lalu unjuk gigi karena ilmu. Mereka bergerak karena ilmu, menanggapi isu secara responsif dan reaktif dengan ilmu. They keep calm. Seolah-olah, aku seperti anak bayi yang nggak tau apa-apa soal "gerakan" dan "pergerakan". Ah, what does it mean.. Justru mereka yang membuatku hidup, aku hidup di kampus. Tidak seperti robot yang hanya berkutat pada itu-itu saja. Lalu menjadi budak-budak Hanzi, yang takut dengan Hanzi, dan kadang enggan membuka diri.

Hei ternyata pula, belajar tentang Islam itu menyenangkan dan seru banget. Banyak yang tidak aku ketahui ternyata. Menghubungkan masalah di zaman (post)modern sekarang dengan Islam, budaya Asia Timur (Cina) dengan Islam, dan segala hal yang aku pelajari dikaitkan dengan Islam. Pasti seru. Dari sini pula, mengapa aku merasa hidup dan mengakui adanya kehidupan. Tak sekedar Hanzi dan kuliah.

Kemudian, mencoba melawan rasa takut. Caranya? Nekat nyebur ke sungai (curug) yang dalamnya 3 meter hanya menggunakan pelampung. Sialnya, aku pakai rok -_-. Benar-benar, melawan ketakutan itu berasal dari kesabaran menghadapi ketakutan dan tantangan. Kepeleset di tanah becek dan licin, tertusuk duri-duri, dan menahan lelah, menahan benci kepada medan daki bukit yang mengesalkan.

TAPI SERU MEN, ah! Aku dapatkan semua.. Kini, analogi itu nyata banget. Lalu aku menghadapi ini semua, persis saat hiking. Persis.

So, is it life? 

Komentar

  1. saya ingin sekali berteman dan bergabung dengan mereka yang mendalami islam,,:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan