Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…
Finally, aku baru paham bahwa nggak ada kebebasan yang kekal. Tapi, orang-orang berhak memilih, apakah dia mau bebas tanpa batas atau sebaliknya.

Mungkin, ini agak sok tahu dan sok paham. Padahal, aku sendiri merasa belum bebas, karena kita masih diatur oleh suatu aturan. Aturan itu mengikat dan gak membiarkan kita terjatuh, terjerembab, menjadi ceroboh, hancur berantakan, atau sembarangan. Entah apa nama aturan ini. Yang pasti, dia menyatu dengan diri kita.

Dan dari situlah aku yakin lagi, ini soal pilihan. Bebas untuk memilih apa, siapa, dimana, dan kapan. Kalau nggak bebas memilih, bisa jadi uring-uringan karena haknya nggak tercapai. Mau memilih untuk melakukan kebaikan atau tidak?

This morning is the most random story, after long time not writing anything in this blog. 

:')

Kembali di Sini

Setelah sekian lama aku pergi meninggalkanmu. Kau berdebu, hanya garis garis panjang statistik entah terlacak darimana, menjadi fakta nyata betapa sepinya tempat ini.

Aku meninggalkanmu, kemudian aku (kan) pasti kembali. Tak seperti dia, datang untuk beberapa lama, kemudian pergi tanpa jejak. Sedangkan aku? Aku punya jejak kan? Sebuah tulisan. Ya, tulisan-tulisan inilah yang menjadi jejak setelah berminggu-minggu ku tinggalkan kamu. Beribu pengalaman dan kejadian (yang sebenarnya monoton, surprisingly moments, dan itu-itu saja) yang membuatku, oh, ternyata begini ya hidup.

Ya, hidup. Kok tiba-tiba mendadak menjadi philosopher?

Aku meninggalkanmu, kemudian aku kembali ke sini dengan ribuan cerita dan ragamnya cinta. Cinta ini, berubah menjadi baru dan tumbuh. Aku tak ingin dia berkembang, melebar, hingga mengakar kuat seperti akarnya pohon yang menusuk bumi. Cinta ini, biarlah seperti akar bunga teratai muda yang tergenang di air. Biarlah, biarlah menyebar di atas permukaan, bukan men…

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan