Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Kisah seseorang yang berjuang, kemudian mendapatkan hikmah bahkan keajaiban dalam hidupnya. Kisah yang juga bisa membuat pembaca lebih bersyukur. Karena ternyata, setiap kisah perjuangan itu ada yang lebih berat ujian hidupnya daripada kita sendiri. Sampai manakah kita memaknai perjuangan dalam hidup?
Finally, aku baru paham bahwa nggak ada kebebasan yang kekal. Tapi, orang-orang berhak memilih, apakah dia mau bebas tanpa batas atau sebaliknya.

Mungkin, ini agak sok tahu dan sok paham. Padahal, aku sendiri merasa belum bebas, karena kita masih diatur oleh suatu aturan. Aturan itu mengikat dan gak membiarkan kita terjatuh, terjerembab, menjadi ceroboh, hancur berantakan, atau sembarangan. Entah apa nama aturan ini. Yang pasti, dia menyatu dengan diri kita.

Dan dari situlah aku yakin lagi, ini soal pilihan. Bebas untuk memilih apa, siapa, dimana, dan kapan. Kalau nggak bebas memilih, bisa jadi uring-uringan karena haknya nggak tercapai. Mau memilih untuk melakukan kebaikan atau tidak?

This morning is the most random story, after long time not writing anything in this blog. 

:')

Komentar

  1. mau bebas sebebas bebasnya.. jangan deket deket sama orang contohnya ya duduk dirumah sambil seharian mantengin kompi dan ngeblog haha.. Lama sekali tidak ketemu denganmu Nak... apa kabarnya :D

    BalasHapus
  2. Boleh bebas, asal bertanggungjawab :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

Buku Antologi "Berjuang": 41 Kisah, 1 Komunitas, 6 Keadaan

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan