Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Surat untuk Mahkota

The blossom pink. [Foto: Nadia K. Putri / Shutterstock]

Ih!

Kalaulah siang ini tidak mencekam hati dan pikiran kita, mungkin akan aku hancurkan siang ini, dengan beberapa kekuatan yang kita satukan.

Ih!

Lalu? Kita harus apa?
Berlindung di bawah rindangnya pohon yang rimbun,
Berdua sambil menikmati langit biru awan yang peduli pada kita,
Hati yang tak akan pernah bersatu,
Awan-awan bergerak merekam kegiatan kita,
yang sedang menghisap sari-sari terindah dari mahkota.

Ih!

Lalu kita sedang melakukan apa, sih?
Aku mengisap sari-sari itu dengan kepuasan tersendiri,
Tak tertahankan,
Menyenangkan,
Lalu aku terlena, seperti berada di surga dunia.
Sari-sari itu begitu indah....

Namun,

Siang mulai kabur, mentari mulai menurun.
Apa kabar kerja-kerja kita? Apakah sari-sari masih ada dalam mahkota?
Tidak, mereka menutup diri dengan lapisan terluarnya
Sakit, perih, bila terkena,

Namun, apalah gunanya jarum suntik kami yang kuat dan tajam ini.
Mahkota, kamu terlalu berharga untuk dihisap.


Tertanda, 
Lebah-lebah bejat. 

Komentar

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Terowongan Kendal Sudah Berubah, Yuk Naik MRT!

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan