Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Life's Hard, Allah More Than It!

Assalamu'alaikum guys, 好久 不见 了!

Memang udah lama aku nggak buka blog ini lagi, lama nggak blogwalking pula, dan lama nggak membaca postingan dari blog-blog yang pernah aku kunjungi. Time past so fast, mereka menuntut produktivitas. Tak jarang, hiatus sering kepikiran, apa aku berhenti sebentar lalu balik lagi?

Tapi, berhenti dari menulis itu salah besar, eh maksudnya, berhenti blogging itu salah besar. Blog, mau nggak mau, sebagai tempat latihan nulis dan mencurahkan ide dadakan atau tulisan yang pengen di-share di internet. Ibaratnya, sebagai latihan kecil-kecilan menulis karya ilmiah atau yang lain deh -__-

But, in real life, apakah orang-orang menuntut kita menulis? Kayaknya nggak, lebih banyak pekerjaan "kasar dan keras" dan menuntut skill selain menulis, yang kata orang ga terlalu "menghasilkan" dibandingkan pekerjaan "besar menurut mereka". I don't think so, I don't think menulis membuat miskin. Yang aku nggak ngerti, mengapa orang-orang mau menuruti tuntutan industri pesat yang tidak masuk akal (bagi sebagian dari mereka yang idealis)?

Padahal rezeki udah diatur sama Allah SWT, cara menjemputnya berbeda, cara mendapatkan ide kreatif, produktivitas, dan inspirasi masing-masing juga berbeda.

Dan, pikiran kasarku bilang begini:

"How come people nowadays become a study oriented student with sh*t industrial pressure? So, where is the mind idealism?" 


Terlalu keras :')

Terlalu banyak pula pertanyaan-pertanyaan untuk apa hidup di dunia, sementara di akhirat menunggu - termasuk 3 pertanyaan besar manusia dalam hidup (duh lupa apaan --___--)

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan