Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Sore Pasca Demotivasi

tangan dingin,
euforia berlebihan,
pertanda apa?
bagus!
hati telah terbuka
akhirnya.

selamat menikmati hal baru.

***

Terima kasih kalian, akhirnya sore sehabis hujan dan mendekam di kamar dingin menjadi hangat. Pipi merona dengan senyum riang. Jantung berdebar. Tapi otak berhenti. Apakah ada yang datang untuk membawaku bunga pengobat hati dan rindu? Sang pembawa senyum kala pagi dan sore hari?

Setelah berhari-hari mengalami demotivasi. Di sisi lain, mengalami manipulasi jatuh cinta yang berlebihan. Bukan pada satu orang, tapi semua orang yang seolah-olah membuka kesempatan untuk menikmati hal baru.

Ah iya, akhirnya terbuka dan sedikit terobati.

Terima kasih kalian, yang tak ingin kusebutkan nama satu persatu. Kalian telah membuatku menggemari kutipan kata-kata filsuf dan mengagumi mereka; Martin Bubber, Gabriel Marcel dan Albert Camus (ganteng sih). Kutipan mereka terlalu manis-manis enek, begitu kira-kira kata dosen kelas Eksistensialisme tiap Selasa pagi. Serta, kalian telah membuatku optimis secara perlahan.

Segelas cokelat panas, pun turut membantu. Aku terpancing untuk mengepo kalian satu per satu, bagaimana dan apa yang kalian pikirkan dari tulisan-tulisan, hahaha :D

***

Kadang, ada kelegaan untuk mengungkapkan hal di atas. Kadang, ada ketakutan tersendiri ketika mengungkapkan sebuah perasaan sebagaimana yang telah kulakukan di posting kemarin. Ketakutan itu adalah jika ada orang yang melacak dengan kata kunci tertentu, lalu menyerangku untuk menjatuhkan diriku. Salahkah aku untuk memposting sebuah tulisan? Kejamnya ya dunia internet :') banyak bully dimana-mana rupanya.

Ketakutan tersendiri itu pun juga bisa membuatku menyelami misteri, apa yang membuat takut dan siapa yang membuat takut. Bahkan, ketakutan terbesar adalah bertanggung jawab setelah membuat tulisan dan menunjukkan bahwa diri ini kurang baca atau tidak. Oh tidak, makin kuselami misteri ketakutan-ketakutan. Mungkin saja, akan berbuah optimis seperti sore ini :) 

Komentar

  1. ketakutan hanya melahirkan rasa was-was. biasanya dari prasangka/pikiran kita sendiri. padahal belum tentu kejadian. baiknya sih dihilangkan aja, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar juga ya mbak, kayaknya harus sering sama temen-temen biar ngerasa seger terus. makasih sarannya mbak :D

      Hapus

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan