Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2015
Temanku 1: Bagaimana caranya menghilangkan trauma karena pernah ada yang singgah sekali kemudian pergi?

Aku: Ah, jangan cengeng. Nikmatin dulu lah liburannya. Ketemuan temen-temen lama, baca buku, ngedeketin diri sama Tuhan, or whatever you want to do-lah yang penting nggak baper.

Temanku 1: Idealis, teoritis. Padahal sendirinya juga gitu.

Aku: Elah, diem, bisa aja.

***

Asem ga tuh, kalo dalam kehidupan nyata mimpimu ada orang yang nyolot bilang kayak gitu? Mungkin asyik untuk ditimpuk atau ditraktir soto ayam khas kantin SMA lalu diberi cabe rawit banyak-banyak.

Tapi, ya sudah lah, namanya juga ilusi :D

Selamat Liburan :D

Liburan kali ini tanpa ambisi ataupun resolusi. Selamat bergembira dalam khayalan :D

***

Berminggu-minggu terlalu lama mata ini menatap depan layar komputer, menonton film berjam-jam, membaca buku dimanapun berada, bahkan terlalu lama untuk dikatakan begadang. Mengapa begitu kuat dan tahannya melawan kantuk serta bosan dibandingkan berlama-lama duduk menghadap Sang Pencipta? Atau lebih mudah menangis ketika menonton film romantis baru-baru ini dibandingkan menangisi kesempatan umur akan semakin sedikit? Bela-belain nonton di bioskop apapun yang terjadi?

Film-film Barat dan Asia melemahkan diri dengan dalih romantisme insidental. Logika keterlaluan dan tak berdasar bisa saja membuat sombong diri, kesedihan  dan kegalauan bisa merusak hati yang semakin terpuruk, cinta? Makin tertipu oleh manipulasi-manipulasi film. Oh God. Lucu sekali, hidup di dunia nyata yang semakin tak nyata rupanya.

Remaja tanggung hanya berpikir senangnya saja. Baik perempuan ataupun laki-laki, tak peduli badan m…

Skripsi

Jangan menulis (skripsi, makalah, paper, dan tugas menulis lainnya) ketika sedang jatuh cinta. Karena susunan kata beserta korelasi antar kalimat akan sangat romantis dan tidak objektif.

Entah kata siapa. Tapi buktinya, ketika jatuh cinta saya mampu menulis makalah semalam jadi tanpa minum kopi. Tapi makalah filsafat eksistensialisme dengan rujukan filsuf romantis seperti Martin Bubber, Gabriel Marcel, Milan Kundera, dan Fyord Dostoevsky. Membahasnya pun memiliki tema cinta seperti tatapan, harapan, kesetiaan, misteri, probabilitas, kehadiran, serta dua subjek beda gender.

Ya, itu. Sangat tidak masuk akal sebenarnya, apalagi pada pagi hari jam setengah 9 adalah ujian akhir semester.

***

Hanya ingin berbagi, itulah pengalaman terunik ketika mengalami jatuh cinta ketika musim-musim ujian akhir semester. Semuanya akan terasa aneh dan (sok) kuat.

Itu saja.

Selamat bermalam minggu :)

Selamat Datang 2015 :)

2014.

Terima kasih Ya Allah. Ternyata aku sudah berjalan dan kabur terlalu jauh, hanya untuk mencari apa yang kucari. Meskipun, sesuatu yang kucari tersebut hampir saja dekat.

Hampir saja.

Tapi yang lebih dekat adalah kematian dan kesempatan.

***

Entah kenapa, 1 Januari yang dihabiskan dengan hura-hura, konser musik, pasar malam, atau zikir nasional bisa jadi memiliki kehampaan makna, tergantung pada mereka yang menyikapi dan menjalankannya. Namun, aku yakin, zikir nasional sangat direkomendasikan bagi mbak/mas pembaca yang butuh pedekate kepada Sang Pencipta untuk menjawab kembali 3 pertanyaan besar: darimana berasal, untuk apa hidup, dan bakal kembali kemana.

Tak hanya zikir nasional, sebelum itu, aku ternyata mengalami banyak hal yang tak terduga dan merasa berubah begitu cepat. Seperti power ranger pink yang kerap kali bertransformasi sesuai panggilan waktu dan kejadian. Tergantung siapa lawan dan kawannya. Pada semester 2 dan 3 mulai pula merasakan perubahan amat cepat, bahkan …