Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Taqabbalallahu minna wa minkum! :)

"tidak semua momen bisa dipotret. tidak semua potret menghasilkan momen. biarlah mata yang melihat, biarlah hati yang menilai. biarlah lensa yang memotret. tiap-tiap rasa akan menilai sendiri, tiap-tiap yang peka akan tersentuh sendiri."

Innalillahi wa inna illaihi raaji'uun.

Telah meninggal beliau hari Jum'at Syawal yang indah nan mulia ini. Semoga Etek di kampung tadi sore ataupun beliau-beliau yang meninggal di hari yang indah ini, diterima amal ibadah dan kebaikannya oleh Allah SWT. 



"Urang nan maningga hari Jumaik ko, urang baik. Jumaik tu hari baik pulo."

*****

Taqabbalallahu minna wa minkum, semuanya :)

Boleh jadi, hari yang seharusnya untuk bergembira ria menyambut kemenangan malah menjadi hari untuk "berpikir, berfilsafat, merenung, atau bahkan merindukan" Ramadan yang telah berlalu.

Boleh jadi, hari yang seharusnya banyak-banyak bersosialisasi dengan sanak saudara, malah terpikir sudah siapkah diri untuk menyambut bulan Syawal, bulan Agustus, September, bahkan bulan Muharam nanti. Sudah siapkah diri untuk kebal "kutipan-kutipan online" berisikan "jodoh, cinta, pernikahan, galau," dan sebagainya. Atau, sudah siapkah diri ini untuk memperbaiki diri?

Kalau boleh jahat, tetaplah curious with knowledge. Jodoh dan kawan-kawan takkan datang bila tak punya bekal. Bahkan, bekal untuk menyambut kematian kelak :)

Kalau saya boleh menjadi feminis, mungkin saya akan memilih untuk bersama dengan pendamping yang menghargai proses atau........ sendiri bersama Tuhan.

Kalau boleh Ramadan diulang kembali, di-rewind, mungkin kita akan belajar lebih dewasa mengatur rasa "sok tahu" dan "sok berpikir" dengan menekuri dan memahami apa yang telah ditunjukkan-Nya.

we love you :)

Komentar

Posting Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Insekuritas dalam Berkarya

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan