Kreatif dengan Adobe AE dan Adobe Animate

Rujukan: Youtube

Pertama kali kenal Adobe After Effects, atau AE itu ketika saya mendadak membuat animasi video teaser acara jurusan. Kebetulan bagian pekerjaan ini termasuk di divisi dokumentasi. Awalnya saya menolak menjadi salah satu team leader di divisi ini, karena saya ingin keluar dari aktivitas organisasi dalam kampus. Tapi karena dipaksa berjemaah nih, hmm yaudah deh saya terima.

Selang setahun kemudian, saya memiliki partner dekat, Cordova yang ternyata jago banget ngedesain, videografi, animasi, dan fotografi. Wih gila, sepaket banget. Menghasilkan pundi-pundi rupiah banget itu ya ampun. Saya cerita kepadanya, saya sempat tertekan karena nyesel nggak matang belajar desain. Setengah-setengah gitu, karena dipaksa tuntutan organisasi. Kemudian, saya bilang juga kalau video teaser acara jurusan ini berbentuk animasi, which is butuh keahlian menggambar banget. Cordova ini responnya luar biasa, guys. Ternyata dia menyanggupi dan secara sukarela mengajari saya membuat animasi via AE. Gils!

Langkah-langkah menuju animator amatir pun dimulai. Pertama, saya download AE dulu dong. Masih gratisan sih. Alhamdulillah banget waktu itu dapet crack dan serial number. Setelah di-install, gak bisa dibuka. Hellow nunggu seharian :’)

Oke, coba lagi. Saya coba download dari situs Adobe, yang jadul banget versi-versi aplikasinya. Oke, bisa. Akhirnya saya mulai coba-coba membuat shape, membuat titik awal dan titik akhir (supaya shape-nya bisa gerak), dan melakukan hal gokil lainnya: render atau convert ke bentuk file yang diinginkan.

Hari kedua belajar, tetap coba lagi. Terus sampai bisa hapal dan paham apa bedanya T0 - T1 (titik untuk menentukan arah gerak), titik vertikal dan horizontal, bounce (objek yang memantul), menyisipkan (insert) picture dan audio. Semua itu butuh 2 minggu lebih untuk menguasai hal-hal dasar, lalu belajar ke yang lebih expert, yaitu menggabungkan semua objek sekaligus dalam satu garis waktu (timeline). Jadi lebih ruwet karena akan banyak gambar, suara, dan tiitk-titik dalam satu timeline.

Begitu sampai deadline, saya sempat jadi ansos (anti sosial) selama seminggu. Masuk kuliah sih, tapi cuma masuk mata kuliah wajib aja. Di kelas pun, tetep mengerjakan animasi. Bayangin stresnya kayak apa, nggak bisa cerita ke siapa-siapa karena MAKE ANIMATION NEEDS A HIGH SKILL. Orang biasa kayak temen-temen di kelas ga bakal ngerti, kecuali ada yang pernah terjun menjadi desainer atau videografer. Akhirnya, video animasi pun selesai dengan sempurna.

Tidak ada yang sempurna di dunia kreatif. Pasti ada kritik (bahkan nggak solutif sekalipun) dan apresiasi. Cukup seru juga menjadi pengamat saat itu. Saya jadi mengerti kalau dunia visual kreatif betul-betul berjuang dari jalan yang terjal #eaa.

***

Kalau berbicara Adobe After Effects, sangat erat kaitannya dengan Adobe Animate. Ya, karena sama-sama nama depan “Adobe”. Bercanda.

Adobe Animate awalnya adalah Adobe Flash. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang berkembang dan sangat membantu animator. Keunggulan Adobe Animate, atau Animate adalah fitur free draw seperti Adobe Illustrator, sehingga karakter yang diciptakan di Animate adalah orisinal. Dibanding dengan After Effects, pergerakan atau motion antar objek lebih alami dan fluid. Tetapi, kedua aplikasi pembuat animasi ini tetap bisa dikombinasikan, tergantung kebutuhan.

Membuat animasi dengan Animate akan menambah jam terbang dan pengalaman menggambar readers. Lumayan kan belajar membuat kartun cihuy dan animasi wow abis. Penasaran kan gimana cara membuatnya? Sabar, usaha takkan mengkhianati hasil. Tips-tips membuat animasi sederhana bisa dimulai di tutorial video ini.


Selamat mencoba ^^. 

Komentar

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri