Langsung ke konten utama

Buku Antologi "Perjalanan Waktu"

OPEN ORDER 
Perjalanan Waktu 
karya Nadia K. Putri, dkk. 
Segala yang bernyawa di alam ini seolah adalah sebuah siklus: lahir, hidup, mati. Suatu detik ada yang mati, tetapi detik yang sama ada yang lahir. Sepintas lalu seakan lumrah saja, tapi jika ditilik ada makna yang bukan biasa saja. Apa yang bisa dimaknai dari kelahiran? Bagaimana baiknya mengisi kehidupan? Hikmah apa dari peristiwa kematian? Mengapa perlu menilik semua itu? Maka jawabannya hadir dalam kisah yang disajikan di buku ini. 
Kisah dan renungan dari 14 penulis yang akan menambah wawasan dan memancing imajinasi. Dirangkai dengan rasa dari hati, sehingga mengasa menjadi jembatan menuju rasa dalam hati. 
Spesifikasi Buku Judul : Perjalanan Waktu  Penulis : Nadia K. Putri, Raubiyal Maulad, Wienarieska, Yunita Lusiyana, Nurul Fitriani Salim, Indrimai, Rizna Maria Hidayah, Nur Indah, Pandan Arum Ayu Darmayanti, Westri Purwita, Putri Utami Dewi Ningtyas, Lucky Fitriana, Eka Mauliana Diastuti, Ghea Herdhyta Maesarani  Penerbit…

Cegah Bila Sakit Menyerang

Entah sekarang lagi musim pancaroba, atau memang tingkat polusi udara yang tinggi. Beberapa hari ini, saya dan teman saya sama-sama nggak masuk kelas karena sakit. Padahal baru beberapa minggu kuliah, terhitung masih baru mulai perkuliahan lah.

Teman saya satu ini, dia nggak nyebutin sakit apa. Dia udah izin ke dosen untuk izin nggak menghadiri kelas. Walaupun kelas tersebut lumayan killer sih mata kuliahnya. Dan saya sendiri juga udah minta izin ke dosen tersebut. Tapi izin dua hari karena memang nggak bisa terpapar udara luar yang bercampur debu, panas, berkeringat.



Well, ternyata dokter pun bersabda. Awalnya, dipancing pertanyaan begini.

“Kamu kuliah naik ojek online atau bawa sendiri?”
“Saya bawa sendiri, dok.”
“Sering pake masker nggak?”
“Sering banget dok. Biasanya pake.”
“Soalnya kalau batuk karena makanan berminyak, amandelnya bengkak. Tapi ini nggak bengkak. Pas saya periksa, bagian dinding dekat amandelnya yang merah.”
“Oh jadi bukan karena makanan berminyak ya?”
“Bukan, karena polusi udara. Jadi sering-sering pake masker aja.”

Setelah tau saya sakit karena polusi udara, jadi bergidik ngebayangin gimana kondisi paru-paru beberapa tahun ini, apalagi pengendara motor. Memakai masker setidaknya udah mengurangi masuknya debu, asap, dan racun yang beterbangan dimana-mana. Tapi bukan mengisolasi diri tanpa keluar rumah juga sih.

“Sama jangan terlalu kecapekan ya mbak.”

Oh iya, itu juga. Kecapekan saat batuk dan pilek yang disertai radang ini, malah akan memperburuk kekebalan tubuh. Istirahat sangat dianjurkan. Untuk tugas atau kerjaan yang belum kelar, mungkin bisa dicicil sedikit-sedikit supaya nggak meledak jadi deadline.

***

Rasanya sakit, satu sisi seneng karena nggak masuk kuliah atau kerja, terhindar dari stres mata kuliah atau kerjaan “killer”. Tapi, menyesal juga karena kehilangan momen berharga yang terus bikin berani menghadapi masalah setiap hari, setiap saat.

Menjaga kesehatan itu perlu banget. Ujaran “jagalah kesehatan” benar-benar manjur pengaruhnya ketika sakit menyerang. 

Komentar

Sering Dikunjungi

Mulai Aja Dulu di BandLab

Jelajah Singkat Jogja 2 Hari

Insekuritas dalam Berkarya

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri

Mari Berkawan