Bahasa Mandarin 101 Tips #1 [updated]

Hola readers!
你好nǐ hǎo

Masih di minggu-minggu ujian tengah semester, saya tetap setia untuk katarsis via ngeblog supaya nggak numpuk, apalagi kepikiran “mau nulis apa ya?”.

Pitch selanjutnya dari Blogger Perempuan adalah menulis blog dengan tema “Education, Self-Improvement, Business, Finance”. Tema menarik, saya pun memilih tips “how-to” di bidang “Education”.

Sumber: Drama Fever
Btw, terdapat sedikit perbedaan karakter Han tradisional di infografis dengan karakter Han sederhana yang sering ditemukan di buku ajar. 

Sebagai mahasiswi program studi Cina, tentu nggak lepas dengan bahasa Mandarin, atau bahasa Cina. Bahasa yang terkenal dari ribuan tahun lalu ini menjadi makanan sehari-hari, melebihi makan nasi, bahkan terbawa-bawa mimpi. Alhasil, selama setahun sampai dua tahun kuliah, saya mulai terbiasa dengan suara-suara berbahasa Cina, meskipun tidak terlalu jelas. Juga menulis karakter Han, meskipun masih tertatih-tatih.

Selama empat tahun, bahkan lebih nih kali ya, saya masih menyelesaikan beberapa mata kuliah “killer”, pasti ada rintangan dan kemudahan dalam menekuni bahasa Mandarin. Tantangan terbesar adalah membiasakan diri dengan mengulang-ulang. Ini nih, kendala pertama dan terbesar, termasuk jika belajar bahasa asing lain.


Mengapa? Bahasa asing, tepatnya bahasa Mandarin, adalah bahasa kedua yang dipelajari setelah bahasa ibu dan bahasa nasional, yaitu bahasa Indonesia. Sudah terbiasa dengan lingkungan bahasa Indonesia, jika berhadapan dengan bahasa Mandarin, rasanya pasti berbeda. Nggak jarang juga, bahasa Mandarin dibilang lebih susah daripada bahasa Inggris, Jepang, atau Korea. Padahal, dari segi tata bahasa, bahasa Mandarin hampir mirip dengan bahasa Indonesia.

Selain itu, media belajar bahasa Inggris, Jepang, dan Korea diakses lebih mudah dan banyak sumber. Mungkin karena asal negara bahasa tersebut memang terbuka dan menyebar dengan berbagai bentuk. Berbeda dengan bahasa Mandarin, negara Cina yang sangat tertutup dan terkesan eksklusif jika ingin mempelajari sumber bahasanya. Bahasa Mandarin bisa diakses juga kok, tapi tetap aja “berbeda”.

Alasan inilah yang membuat saya terpikir, seharusnya belajar bahasa Mandarin itu gampang banget. Dan caranya juga sama kayak belajar bahasa Inggris. Ini dia tips-nya.

1. Persiapan
Bukan persiapan yang serius dan berat kok, tapi siapkan niat dan tujuan yang jelas pake banget.

a. Niat dibutuhkan karena proses mempelajari bahasa Mandarin cukup menantang, dari segi pelafalan, karakter Han (tidak menggunakan huruf alfabetis), tata bahasa, dan rasa bahasa. Saya menekankan di poin rasa bahasa, karena inilah yang membantu proses belajar melalui penerjemahan kata-kata sederhana.

b. Rasa bahasa didapatkan dari... kalo bukan dari baca buku, dari mana lagi? Semakin banyak buku yang dibaca, jumlah kosa kata semakin banyak. Frekuensi bertemu hubungan antar kalimat dalam sebuah paragraf dan wacana (artikel) akan membentuk pola logika dan... rasa bahasa. Rasa bahasa bisa dirasakan ketika “gue ngerti nih maksudnya, tapi gue susah jelasinnya”. Ketika sudah bisa menjelaskan, rasa bahasa akan muncul dengan sendirinya.

c. Selain niat, yaitu tujuan. Tujuan juga penting, karena nggak jarang banyak yang tumbang selama belajar bahasa Mandarin. Proses belajar hanya bertahan beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Mungkin tujuannya kurang jelas, kurang menekankan jangka panjang, atau untuk have fun aja. Tergantung orang masing-masing sih.

Tujuan di sini lebih pada efek samping setelah belajar bahasa, dan juga pertimbangan manfaat bagi diri dan orang lain.

Misalnya, efek samping belajar bahasa Mandarin:
- Bisa memahami karakter orang Cina dalam konteks global dan nasional,
- Bisa mengetahui maksud dan tujuan ketika orang Cina bertutur kata atau berinteraksi dengan sesama.
- Dapat memahami pola hubungan antar negara atau diplomasi melalui karakter orang Cina dan bahasanya,
- Bisa pede nonton drama Korea dengan subtitel bahasa Cina (ada loh, kalo lagi apes aja nggak dapet subtitel Inggris atau Indonesia)
- Bisa membaca terjemahan kitab suci (baik itu Al-Qur’an, Alkitab, Tripitaka, atau mungkin kitab suci Konghucu),
- dan masih banyak lagi.

Dan tujuan yang jelas ini bisa menimbulkan manfaat di masa mendatang. Misalnya:
- Bisa bekerja sebagai diplomat yang mampu berbahasa Inggris dan Mandarin,
- Bisa bekerja sebagai penerjemah,
- Bisa bekerja sebagai jurnalis,
- Bisa kuliah di Cina, atau melanjutkan studi ke Cina atau related to Chinese studies,
- dan sebagainya.

Sebelum melangkah, renungkan betul apa niat dan tujuan belajar bahasa asing. Seriusan loh. Soalnya saya sering mendapati teman-teman yang les di lembaga bahasa asing di kampus saya, rata-rata keluar di tengah jalan. Meskipun ada yang tetap on going, namun effort atau usaha yang dikeluarkan jelas lebih besar daripada yang sudah terbiasa atau pernah belajar bahasa Mandarin.


Klik lebih lanjut: Hello Watchers Daily Chinese
Setelah menentukan niat dan tujuan, mari kita melangkah selanjutnya di pos berikutnya tentang Media Belajar. 

Sampai jumpa di pos berikutnya.

***
PS:
“Pelan-pelan asal kelakon”.

Yap tentu! Tapi, pertimbangkan juga, gempuran budaya dan ekonomi Cina sudah semakin cepat, ekspansif dan agresif. (Apakah itu? Yuk kepo di infografis berikut)

Masih mau kebingungan mau belajar bahasa Mandarin? Jangan lupa juga, bahasa asing lain juga perlu dipelajari. Namun, bahasa yang paling fundamental untuk dikuasai sebenarnya adalah bahasa Inggris, bahasa Arab, bahasa Cina, dan bahasa asing pilihan lainnya.



Selamat belajar! :)

Komentar

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri