Mari Melangkah, Go Public!

Hola readers! 

Setelah beberapa hari ini, saya mendapatkan sebuah pencerahan yang berfaedah. Ada beberapa hal yang menggerakkan saya untuk melakukan sesuatu yang lebih besar dan..... agak kerepotan sendiri hihi.
Sumber ada di sini: Shutterstock 
1. Ubah nama URL
Awal pembuatan blog ini, memiliki nama URL http://re2myblogg.blogspot.com. Setelah diceramahi oleh teman saya, dan juga baru memaknai kalau punya web dengan domain .com itu terkesan profesional. Maka, saya mengubah nama URL untuk naik kelas. Bukan panjat sosial lah. Tapi untuk menjadi semi profesional, ceilah. Iya ya beneran.


Masih inget dengan kasus profil LinkedIn? Lumayan banget kaaann kalo blogger itu dianggap menjadi pekerjaan profesional.

Nama URL-nya? Ada deh :3 Masih tahap coba-coba ya.
Sumber ada di sini: Shutterstock
 
2. Ganti domain
Berhubungan dengan poin di atas, saya juga ingin mengganti domain. Caranya? Pasti beli domain dong.

Saya sudah riset kecil-kecilan tentang wadah penyedia domain dan hosting yang sudah bertebaran. Kalau dari blog-nya mbak Efi Fitriyyah, merekomendasikan Qwords. Karena Qwords adalah perusahaan penyedia domain dan hosting yang terpercaya. Nah sedangkan blog-nya Mas Sugeng, merekomendasikan RumahWeb, juga karena terpercaya. Tentu saja harus terpercaya, karena sangat berhubungan langsung dengan data-data blogger yang isinya tulisan, kenangan, harapan. Kalau abal-abal, hmm bisa diapakan ya. Mungkin malah jadi berurusan dengan hak cipta.

Btw, saya bukan promosi loh. Sebelum mengeluarkan dua nama ini, saya juga sempat riset tentang Blue Host, Go Daddy, Jagoan Hosting BEON, ID Web Host (saya nggak terlalu nyari ini lebih dalam sih), Squarespace, Host Gator, dan sebagainya selama liburan semester genap lalu. Pusing sih, promonya pasti banyak dan masing-masing klaim bahwa mereka reliable. Tambah pusing kan?

Penggantian domain ini juga akan mendatangkan resiko. Eh iya, misalnya sang blogger sudah terlanjur daftar Google AdSense, bakal seperti apa ya........ Soalnya saya baru baca-baca aja nih. Agak ngeri gimana gitu. Daaannn, saya baru tau kalau....

3. Beli domain aja, gak perlu beli hosting
Ada beberapa penyedia jasa dan para blogger yang memberikan tutorial membeli domain tanpa hosting. Ada. Syaratnya, media penulisan online adalah Blogger. Blogger masih satu perusahaan, atau bisa dibilang, di bawah naungan Google. Jadi, hostingnya tentu ke Google saja.

Sumber-sumber:
http://www.catatan-efi.com/2015/08/branding-pribadi-dan-bisnis-dengan-hosting-Terbaik.html
https://www.rumahweb.com/journal/custom-domain-blogger-untuk-domain-rumahweb-dari-clientzone.htm
http://sugeng.id/cara-custom-domain-blogger/
http://strukturkode.blogspot.co.id/2016/06/custom-domain-blogspot.html

Tetapi, teman saya kemarin barusan coba seperti itu. Nggak bisa. Malah kata narahubung, harus membeli hosting agar mendapatkan kode CPanel.

Hayoloh......

Apakah bisa dipertanggungjawabkan tutorial-tutorial seperti itu?

Sekian, itu dulu. Untuk langkah-langkah berikutnya, mungkin perintilan-perintilan seperti mengurus link dalaman (bukan yang aneh-aneh), misalnya entah itu Google Webmaster, Bing, Yahoo, dan sebagainya. Tergantung kebutuhan dan kalau ingat udah menanam di mana hihi.

Wohoo! Semangat bekerja ^^

***

PS: Mungkin selama 2-3 hari ke depan, blog ini akan off sementara.

Comments

Popular Posts

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri