Nadia K. Putri Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

Yuk, Meet Yawme!

Resolusi 2018-ku....
“Rajin beribadah!” “Rajin membaca Al-Qur’an. Sehari baca 5 kali.” “Gue pengen bersedekah supaya rezeki gue berkah.” “Sholat tahajud ah, supaya Allah bantuin kehidupan kuliah / kerja gue.” Dan sebagainya.
Masih ingat dengan list resolusi 2018-mu? Insya allah, masih ingat. Eits, tapi adakah yang sudah mencapai target dan tujuannya? Mari kita telisik dulu.
Sungguh wajar kok membuat resolusi di tahun 2018 ini. Anggaplah, itu menjadi rencana terbaik selama setahun ke depan. Akan dibawa kemana diri ini? Ke kiri? Ke kanan? Atau lurus? Itu pilihanmu sendiri. Tapi, resolusi beribadahmu akan semakin klop jika punya jadwal dan target dalam skala harian, mingguan, atau bulanan. Karena, resolusi ibadahmu sebenarnya adalah media pengontrol diri dan alat untuk membuat kebiasaan positif yang bermanfaat.
Awal Ceritaku Dulu, ketika masih tingkat 2 dan 3, saya nggak sengaja ikut pelatihan intensif di sebuah organisasi kerohanian kampus tingkat fakultas. Saat itu, kebetulan ada program ya…

Mulai Aja Dulu di BandLab

Halo! Selamat datang kembali!
Udah lama banget nggak ketemu. Baru hari ini bisa nulis walaupun agak susah ngembaliin mood-nya, haf haf. Btw, akhir-akhir ini saya ketagihan membuat lagu dari sebuah aplikasi di Google Play: BandLab. Nah, aplikasi yang saya gunakan ini cukup ampuh mengembalikan mood menulis saya beberapa minggu ini.
Tapi, kenapa harus BandLab?
Sebenernya ini tergantung preferensi masing-masing sih. Kalau misalnya kamu adalah kreator musik, mungkin udah nggak asing lagi dengan tools berikut seperti FL Studio, Music Maker Jam, Abbleton Live, Logic Pro, Garage Band, dan sebagainya. BandLab justru menjadi jembatan bagi kreator pemula di antara aplikasi-aplikasi pembuat lagu seperti di atas. Kecuali Music Maker Jam yang sekelas dengan BandLab dan digunakan untuk kreator pemula.
Asyiknya lagi, ternyata BandLab dan Music Maker Jam sangat mudah digunakan dan interaksi penggunanya cukup ramah. Jadi, bisa banget dong mencicip sedikit pengalaman memproduksi lagu kecil-kecilan hihi.…

Burung Saja Bisa Bercinta, Manusia?

Kalau sepasang burung saja bisa bercinta dan putus hubungan, lalu bagaimana dengan manusia?
Momen ini saya potret ketika ibu pernah memelihara burung dan kelinci di rumah ketika saya masih SMA. Di kandang bagian atap, ibu menempatkan 4 ekor burung. Sementara di kandang bagian bawah adalah tempat kelinci. 
Petualangan observasi tingkah laku hewan pun dimulai. Pertama-taman, saya mengamati tingkah-tingkah kelinci yang, ehm, sedikit hiperaktif. Kalau dilepas dari kandang, kemungkinan kabur dari halaman rumah sangat besar. 
Kemudian, saya mengamati 4 ekor burung seperti yang ada di foto tersebut. Awalnya, jumlah burung ini sekitar 6 atau 8 ekor. Lalu, seiring dengan seleksi alam, burung ini malah berkurang satu persatu hingga tersisa 4 ekor. Empat ekor burung inilah yang sangat unik diamati. Karena tingkah mereka yang hampir sama dengan manusia, yaitu memiliki ekspresi dan emosi. 
Jadilah foto di atas. Empat burung ini sedang bermain dengan rekannya. Tak sengaja, saya mengamati tingkah m…