Mulai Aja Dulu di BandLab

Halo! Selamat datang kembali!

Udah lama banget nggak ketemu. Baru hari ini bisa nulis walaupun agak susah ngembaliin mood-nya, haf haf. Btw, akhir-akhir ini saya ketagihan membuat lagu dari sebuah aplikasi di Google Play: BandLab. Nah, aplikasi yang saya gunakan ini cukup ampuh mengembalikan mood menulis saya beberapa minggu ini.

Tapi, kenapa harus BandLab?

Sebenernya ini tergantung preferensi masing-masing sih. Kalau misalnya kamu adalah kreator musik, mungkin udah nggak asing lagi dengan tools berikut seperti FL Studio, Music Maker Jam, Abbleton Live, Logic Pro, Garage Band, dan sebagainya. BandLab justru menjadi jembatan bagi kreator pemula di antara aplikasi-aplikasi pembuat lagu seperti di atas. Kecuali Music Maker Jam yang sekelas dengan BandLab dan digunakan untuk kreator pemula.

Asyiknya lagi, ternyata BandLab dan Music Maker Jam sangat mudah digunakan dan interaksi penggunanya cukup ramah. Jadi, bisa banget dong mencicip sedikit pengalaman memproduksi lagu kecil-kecilan hihi.


Balik lagi, jadi saya memakai aplikasi BandLab sebagai media membantu pembuatan lagu. Tepatnya, lagu-lagu bermodalkan genre EDM (musik dansa elektronik). Terlepas dari genre itu, ada juga loh genre lain seperti Electro Pop, HipHop, Indie Electro, dan sebagainya.

Ini sound packs yang tersedia di BandLab dan sudah diperbarui.
Jangan lupa perbarui ya supaya sound packs dan genre-nya semakin kaya.

Saya pun mencoba salah satu sound packs, yaitu RnB. Sebelum mulai ngerekam nih, saya harus coba-coba pencet tombol mana yang pas suaranya dan bisa harmonis ketika digabung dengan suara dari tombol lain.

Tombol looper

Tapi ya, tombol-tombol itu baru bisa dibuka kalau kita udah klik proyek baru di halaman sebelumnya hehehe. Penasaran kan kenapa tiba-tiba saya loncat ke tampilan di atas. Maaf ya, terlalu semangat hihi.

Ketika sudah sampai di beranda atau Home, klik tanda plus yang ada di pojok kanan bawah. Lalu akan muncul tampilan seperti ini. 

Duh muka saya nampang di belakang.

Yap, setelah itu, barulah klik Start project untuk memulai proyek baru. Entah itu mengimpor trek lagu, merekam vokal suara, merekam suara gitar, atau menciptakan beat sebuah lagu.


Karena tujuan kita kali ini adalah membuat beat, maka saya arahkan ke tab Looper. Di bagian inilah kita bisa lebih banyak mengeksplor imajinasi dan daya kreatif diri. Dan, bisa makin peka dan detail terhadap sesuatu juga loh. Di bagian Looper inilah, rasa bermusik kita bisa digali lebih dalam lagi.

Sampailah nanti di bagian seperti ini. Inilah tombol-tombol suara yang akan membantu kita dalam membuat lagu disertai ketukan harmonis. Gila nih, langsung coba aja cus.


Tutorial singkat menggunakan BandLab.
Klik lebih lengkap di sini.

Hal yang paling berkesan ketika membuat lagu Mashup B—pada dasarnya memang iseng mashup lagu—adalah nggak nyangka kalau daya ingat bisa dimaksimalkan ketika terangsang dengan objek berwarna-warni yang disertai dengan suara. Parah sih, otak akan bekerja keras untuk mengingat dua objek, yaitu warna dan suara. Plus, ketukan, irama, dan kapan waktu memencet tombol warna yang disesuaikan dengan suara pengiringnya.

Selamat menikmati keisengan saya hihi. Dengarkan di sini ya.

Awal pertama mencoba, pasti rasanya pusing, puyeng, capek karena otak diforsir untuk mencerna hal baru seperti ini. Tapi lama-kelamaan bakal terasa bahwa setiap manusia tuh punya potensi untuk jadi seorang jenius. Menurut saya sih, dengan latihan seperti itu, akan membuat seseorang terbiasa fokus walaupun multitask seperti itu. Nggak jarang loh, ada orang yang hanya bisa fokus satu hal aja dalam konteks bermain musik seperti ini.

Saya pun melihat DJ-DJ, atau kreator musik di Youtube. Nonton video tutorial kreator musik, hampir sama rasanya menonton konser DJ-DJ di Youtube. Kalau mau sebut sih, Steve Aoki, Kygo, Matoma, Alan Walker, Marshmello, bahkan DJ Khalid dan kawan-kawan, mereka keren banget dalam berkarya musik elektronik seperti ini. Pun kreator musik untuk tutorial di Youtube, mereka menjembatani para pemula kayak kita-kita ini supaya tetep pede walaupun masih newbie banget.

Saya, kamu, dan kreator musik lainnya pasti seneng banget kalo millenials produktif berkarya musik (dalam konteks artikel ini) daripada tubir atau ribut di media sosial haha.

Masih ragu mencoba BandLab? Mulai aja dulu.

Tutorial membuat lagu di BandLab.
Penasaran? Mulai aja dulu di sini

Semangat belajar! 

Komentar

  1. Saya mah buta nada, nyerah sama yg beginian hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh hihi. Kalo iseng nyoba, siapa tau jadi cekikikan sendiri karena girang bisa nyoba :D

      Hapus
  2. Belakangan sih aku main Acapella Maker. Lumayan berhasil ngalisin beberapa video hahahah

    Pernahcoba main app music maker tapi susah bangeeeettt

    Mesti coba Bandlab ini deh kayaknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, Acapella Maker ya? Hm boleh dicoba nih, baru kali denger aplikasinya.

      Iya, awal-awal main app music maker tuh susah banget. Tapi karena kepo, jadi tetep dicoba sampe bisa kak. Woho semangaatt!

      Hapus
  3. Kebetulan baru-baru ini saya buat lagu lewat aplikasi hp namanya Soundcamp. Dibanding aplikasi lain, di soundcamp bukan pakai midi looper, tapi pakai instrumen virtual. jadi sensasi membuat lagunya lebih original dan unik. Sebelumnya pernah coba aplikasi sejenis music maker itu tapi lebih susah rasanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh juga tuh. Kapan-kapan bisa saya coba ya :)

      Hapus
  4. Saya download udah lama, tapi baru ngulik sekarang. Nyobain buat akustikan, setelah mau masuk ke vocal, latency nya kebangetan, bikinpusing, gagal terus. Ada tips?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hm, menarik. Saya belum pernah pakai untuk vokal sebenarnya. Apa gagal karena koneksi internet? Atau memang aplikasinya tidak dukung untuk yang lebih advanced?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri