Kartu Kuning untuk Kamu Skip to main content

Translate

Kartu Kuning untuk Kamu

Netizen. Ada yang masih mahasiswa. Ribut-ribut soal warna makara di jaket almamater yang diagung-agungkan.


Netizen. Ada yang masih mahasiswa. Ribut-ribut soal apapun warna makaranya, yang penting pakai jaket kuning kala konferensi pers atau akmon.

Netizen lagi. Ada yang masih mahasiswa. Ribut-ribut soal bagaimana belajar bijak supaya tidak dipundung berotak cetek.

Netizen lagi. Ada yang masih mahasiswa. Ribut-ribut soal bagaimana semua keributan ini berakhir damai, dewasa, dan tanpa menusuk dari belakang. Karena tidak semua dari kamu yang suka ditusuk. Apalagi digunt(j)ing.

Wahai netizen. Maha benar kau. Maha salah Tuhan. Mau taruh di mana otakmu, sayang? Ayolah, kita ini berusia produktif. Tapi sayangnya, tak semua mau betulan kontributif.


Buat kamu yang bahagia menggunt(j)ing, besok jangan lupa bersih-bersih ya.



Buat kamu yang digunt(j)ing. Udah, sibukin aja dirimu. Focus on what matters.



Oke?


Selamat menikmati kebebasan berekspresi.



*Catatan: akmon = aksi demonstrasi. 

Comments

Popular posts from this blog

Hak-hak DPR

Setiap manusia punya hak. Termasuk DPR. Cuma, DPR hak-nya bisa dihitung. Nggak kayak kita, hak kita banyak banget. Kalo dicatat, kertas yang ditulis penuh sangat (huhuhu...). Yap, ini dia hak-hak DPR beserta penjelasannya.

1. Hak inisiatif
Hak inisiatif yaitu hak DPR untuk mengajukan usul Rancangan Undang-Undang Dasar (RUU) atau Rancangan Peraturan Daerah (Raperda ) yang biasanya datang dari pemerintah atau presiden.

2. Hak amandemen
Hak amandemen yaitu hak DPR mengadakan atau mengajukan perubahan terhadap usulan RUU atau Raperda. Maksudnya, untuk menambah dan mengurangi RUU atau Raperda atas usulan Pemerintah atas Presiden.

3. Hak budget
Hak budget yaitu hak DPR untuk mengesahkan RAPBN ( Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang diajukan pemerintah yang juga merupakan pelaksana.

4. Hak angket
Hak angket yaitu hak anggota DPR mengadakan penyelidikan mengenai masalah tertentu. Hak atau usulan tersebut harus diajukan minimal 20 orang anggota DPR secara tertulis melalui ketua DPR.

5. Hak…

Kotak surat dari bahan bekas

Tadi sore, aku membuat kotak surat dari bahan bekas yang ukurannya tidak terlalu besar, bisa dibilang pas-pasan buat ukuran amplop. Ini ku buat karena adikku minta tolong. Dia dikasih tugas dari guru dan OSIS saat MOS di SMPN 1 Sumenep tadi siang. Padahal, buatnya gampang kali. Ini dia, kotak surat buatanku yang masih setengah jadi.
Yang bantuin aku membuatnya.....
Dan, yang membuatnya... Pastinya dong kakaknya... (foto gak usah dipublis.. jelek tau! ehehe) Dari benda ga berguna, jadi berguna.... Kotak surat yang kubuat itu kotak dari DataPrint (pengisi ulang tinta). Awalnya, adikku sempat ngambil kotak Nutrisari. Tapi, kalo menurutku kebesaran. Ya udah, langsung aja kupilih kotak DataPrint tersebut. Rencananya sih, bikin kotak yang setengah jadi itu, lalu ditambah dengan kaleng minuman Nestle Bear Brand Teh Putih. Eh, setelah kupikir-pikir, kaleng itu jadi nggak berguna, pasti jadi kurang menarik, karena benda itu akan berkarat. Apalagi kalo didiamkan atau dibiarkan ditempat yang lembap.…

Puisi Maafkan Kami, Guru

Kami tahu...
darah remaja adalah darah yang mengandung api yang membara

Kami tahu,
kami masih remaja berumur belasan tahun
kami juga manusia,
yang penuh kesalahan dan dosa-dosa

Kami tahu,
pemikiran kami belumlah matang
kami hanya bisa berpikir pendek
bertindak dulu baru berpikir

Kami juga tahu,
pada hari ini kami wajib menanggung dosa sendiri
termasuk kepada manusia pun,
kami juga tetap harus menghormati mereka

Namun,
inilah kami
remaja
bertindak sebelum berpikir
"ada juga sih, yang mikir dulu.... tapi kelamaan,
akhirnya gini deh, kena hantam sama guru"
beginikah remaja dari dulu sampai sekarang?

Setelah diberi nasihat,
kami langsung menyalami mereka,
para pendidik kami yang terhormat
ke ruang guru, minta maaf

Apa reaksinya?
"kalian terlalu cepat untuk memutuskan minta maaf pada saya
sana duduk dan renungkan dulu!!
pergi!!!," katanya sambil mengusir.
benarkah cara kami?
untuk meminta maaf kepada bapak/ibu guru
dalam tempo setelah dinasihati?

Terlalu cepat kami merenungkan itu
kami juga terlalu ter…