Begadang Tanpa Tenggorokan Kering

Membaca buku [Photo by Lilly Rum on Unsplash]

Semenjak kuliah, seringkali tak terhindarkan dari begadang untuk belajar memahami materi kuliah. Tak jarang, teman-teman sebaya saya kerap memuaskan rasa dahaga dan lapar tengah malamnya dengan kopi atau cemilan. Selain minum air putih, kopi pun menjadi alternatif untuk mengenyangkan perut dan menahan rasa kantuk.

Minum kopi [Foto: Pexels]

Bagi sebagian orang, tak semua tahan dengan kadar kafein kopi yang tinggi. Ada yang justru mengantuk ketika minum kopi. Untuk menetralkan adar kafein, pada akhirnya beralih ke minuman yang lebih aman dikonsumsi dalam jangka panjang seperti air putih dan cokelat.

Yap, minum cokelat. Terlebih, cokelat panas yang setia mendampingi kala belajar dan bekerja sampai larut malam. Kandungan cokelat yang mengandung antioksidan, riboflavin, flavonoid, serta kadar kafein yang rendah.

Cokelat yang khusus disajikan untuk minuman biasanya berupa bubuk. Ada bubuk cokelat yang tercampur dengan susu, bubuk cokelat murni (bubuk kakao), dan bubuk dark chocolate. Kalau ditanya mana saja yang sudah pernah dicoba, semuanya sudah saya coba dengan rasa yang beraneka ragam. Misalnya, bubuk cokelat campur susu yang biasanya dijual bebas di pasaran, rasanya cukup manis. Kadang membuat tenggorokan seret atau kering. Karena kandungan gula dan susu yang cukup banyak, akhirnya saya berhenti minum cokelat seperti ini.

Lain halnya dengan minuman cokelat dari bubuk kakao. Tentu saja tanpa pemanis buatan. Rasanya pahit. Kalau takaran sendok terlalu banyak (lebih dari 1,5 sendok), maka cokelat terlarut kental dan.. bikin tenggorokan seret juga. Dibubuhkan gula juga tetap pahit. Ketika minum ini beberapa gelas dalam 3 bulan, saya tidak bisa tidur karena ternyata kadar kafeinnya tinggi. Tapi tidak sekuat kopi sih. Akhirnya, saya berhenti minum cokelat dan kembali setia mengonsumsi air putih.

Buih minuman cokelat panas [Photo by Rachael Gorjestani on Unsplash]

Sayangnya, saya tetap rindu minum cokelat panas. Waktu itu sempat aware dengan isu makanan dan minuman halal berlogo MUI. Tiga tahun berlalu, tidak sengaja saya temukan minuman cokelat yang ada logo halal dari MUI. Bubuk minuman cokelat ini diolah menjadi rasa dark chocolateSepengetahuan saya, rasa pahit dark chocolate hampir menyamai rasa pahitnya bubuk cokelat murni (bubuk kakao). Sempat ragu awalnya. Lalu saya taruh kotak minuman bubuk ini. Eh, terus penasaran dong seperti apa rasa dark chocolate. Akhirnya, saya dorong kembali troli belanja, mengambil kotak bubuk minuman cokelat tadi, dan mengamati komposisi dan informasi gizi (nutrition facts) minuman ini.


Komposisi bubuk minuman cokelat [Foto: dokumentasi pribadi]. 
Klik untuk perbesar.

Informasi nilai gizi [Foto: dokumentasi pribadi]. 
Klik untuk perbesar. 

Bubuk minuman cokelat ini saya beli tiga minggu lalu, tepatnya di Giant Hypermart, Margo City, Depok. Merek bubuk minuman cokelat ini adalah Oh! Bali Dark Chocolate. Oh! Dari Bali banget gitu ya.

Minuman cokelat merek Oh! Bali Dark Chocolate.
[Foto: dokumentasi pribadi]

Klik! Jodoh banget dengan bubuk minuman cokelat ini. Bubuk minuman cokelat yang diproduksi dari Bali ini, saya timang-timang dengan harapan, rasanya bikin ngangenin dan nenangin (tenang) saat begadang buat belajar. Cokelat bubuk yang enak buat minuman penghalau kantuk ini, ternyata diproduksi dengan misi memberdayakan komunitas petani kakao, keluarga, dan anak-anak di Bali Barat. Mulia sekali!

Dengan membeli produk ini, kamu bisa membantu dan memberdayakan komunitas petani kakao, keluarga, dan anak-anak di Bali Barat. 
[Foto: dokumentasi pribadi]. 
Klik untuk perbesar.

Seperti apa ya rasa minuman cokelat ini?

Bubuk minuman cokelat sebelum diseduh. [Foto: dokumentasi pribadi].
Klik untuk perbesar. 

Yap, bubuk minuman cokelat yang diproduksi oleh PT Pangan Niaga Lestari ini, sukses membuat saya ketagihan. 


Siap seduh dan slurrp! [Foto: dokumentasi pribadi]. 

Rasa cokelatnya gurih dan agak sedikit malty. Cita rasanya yang unik benar-benar merepresentasikan “Oh! Bali” dan berasa terbayang lagi nyantai sore di pinggir pantai Kayu Putih, Canggu. Minuman cokelat ini tidak bikin kantuk dan bisa tetap melek dengan aman saat tengah malam dengan Oh! Bali Dark Chocolate.

Oh! Bali Dark Chocolate bisa diminum saat santai sore, mager-kelesa di pagi hari, atau sebelum tidur malam. Bisa diminum kapan saja, asal jangan minum bubuk cokelatnya aja ya. Nanti tersedak.

Oh iya, untuk mendukung misi mulia Oh! Bali Dark Chocolate, silakan kunjungi Instagramnya di @ohbalichocolate atau situs web: http://pnlestari.com/chocolate-without-guilt.

Terima kasih Oh! Bali Dark Chocolate! Sering-sering temani kami begadang untuk belajar ya!

----

Sumber dan bacaan menarik:
Bisakimia.com. 2014. Fakta Sehat Cokelat. https://bisakimia.com/2014/02/10/fakta-sehat-cokelat/
Fatsecret Indonesia. Kalori dalam Coklat Panas https://www.fatsecret.co.id/kalori-gizi/makanan/coklat-panas
Manfaat.co.id. 24 Manfaat Minum Coklat Panas Nikmat Kaya Nutrisi. https://manfaat.co.id/manfaat-minum-coklat-panas
Ramadhani, Mutia (Reporter Republika). 2015. Lima Khasiat Tinggi Minuman Cokelat Panas (1). http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/15/01/02/nhj6cx-lima-khasiat-tinggi-minuman-cokelat-panas-1

Komentar

  1. wah kaYaknya enak tuh mbak, jadi pengen hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe betul mbak, yuk dicoba mbak :)

      Hapus
  2. Udah pernah nyobain cokelat van houtten blm nad? Itu juga enak, ga magnek.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm, belum sih lu. Sepertinya akan dicoba nih

      Hapus
  3. Kyaaaaw, dulu say jualan coklat juga buatan anak IPB, mengkonsumsi coklat scara rutin bisa bikin awet muda loh mba, karena coklat tanpa gula mengandung antioksidan tinggi hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah serius mbak? Masih punya kontaknya nggak? Penasaran pengen coba wkwk. Iya banget, apalagi kalo coklatnya murni, pahit dikit, tapi menyegarkan~

      Hapus
  4. saya nggak biasa minum coklat, saya lebih suka kopi susu. tapi sekarang lebih sering yang pahitan, teh pahit dan kopi pahit, demi menyelami hidup hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teh pahit? Teh daun jati jangan-jangan. Lebih baik minum teh tawar aja mas, supaya netral menyelami hidup hihi

      Hapus

Posting Komentar

Postingan Populer

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri