Kebun Raya Bogor: Hunting Foto Sendiri Bikin Kamu Jadi Pemberani. Yuk Coba! Skip to main content

Kebun Raya Bogor: Hunting Foto Sendiri Bikin Kamu Jadi Pemberani. Yuk Coba!

Akhir-akhir ini, kepala saya sering pusing. Leher pegal. Pundak nyeri. Dan pergelangan kaki agak kebas. Kenapa ya kira-kira?

**


Hunting foto [Foto: Bich Tran / Pexels].

Oh ternyata Jumat lalu, badan saya terforsir untuk hal-hal yang saya suka jalan kaki sambil berburu atau hunting foto. Dua aktivitas ini sebenarnya menyehatkan. Aktivitas ini juga ampuh mengurangi rasa jenuh duduk di depan laptop. Sayangnya, ketika kamera diselempang di pundak, plus bawaan ransel yang terhitung berat, membuat H+1 perjalanan menjadi melelahkan.

Awalnya begini, saya sudah berencana hunting foto di Kebun Raya Bogor untuk mengerjakan tugas foto dari Yourshot National Geographic. Dua minggu lalu, mager dan nggak jadi.

Mager bro, mageeerr~~~ 


Sedih deh. Akhirnya, dieksekusi hari Jumat lalu. Seneng banget kan, apalagi hunting bareng-bareng. Eh, nggak tahunya, saya terpaksa hunting sendiri gara-gara yang diajakin malah ada rapat. Kan ngeselin.

Hari Jumat bok, menjelang akhir pekan pula. Seenggaknya ada feel TGIF sedikit lah!


TGIF, Jumat barokah via GIPHY

Suka nggak suka, saya pun tetap pergi sendiri. Berhubung teman yang rapat tadi emang nggak bisa menolak keadaan. Itu pun demi memperkokoh karier dan relasi. Nggak masalah sih kalau dijelasin efek jangka panjangnya. Asalkan seimbang aja sih antara kehidupan kerja dan non-kerja.



Seimbangkan hidupmu via GIPHY

Kalau boleh jujur, ada rasa berat. Iya sih, demi karier. Tapi hunting foto tetap jalan untuk mengisi portofolio masing-masing. Akhirnya saya mikir lagi. Kalau jalan karier sudah beda, pasti akan berjuang sampai dapat. Kebetulan, punya keinginan untuk berkarier di dunia fotografi jurnalistik, tepatnya yang berhubungan dengan alam dan human interest. Jadi, jalan kecil tersulit yang kudu dilakukan adalah: hunting foto sendiri. Which is:

- Bawa ransel gede (ransel kuliah padahal) sendiri,


Pinguin kerajinan bawa ransel via GIPHY

- Kamera dengan dua lensa. Duh kebayang beratnya kayak apa, 


Santai bang kameranya [Foto: rbfresno / pbase.com

- Perintilan kecil ala ciwi-ciwi seperti mukena, tisu, bekal makan siang, botol minum 800 ml, semprot merica, minyak kayu putih, dan kosmetik sederhana.

Semua masuk dalam satu tas! Tak sadar, ada bahaya membayang seperti lelah pundak dan bungkuk dini jika terus-menerus dilakukan.

Parahnya, bukannya duduk di kursi atau menaruh tas di atas bagasi dalam Commuter Line (KRL). Malah ransel ini tetap siaga di pundak! Saking parnonya bila ada insiden buruk menimpa. Nggak sekali dua kali, ada saja cerita-cerita tas hilang karena ditaruh di bagasi atas. Alhamdulillah, saat sampai di Stasiun Bojong Gede, dapat juga tempat duduk. Telat, telat. 


Gempor deh, aseli. Pundak berasa mau patah. via GIPHY


Eits, tapi ini nggak seberat yang dilakukan fotografer pro yang hunting sampai ke Antartika.

Antarctica: Penguin Hunting
Antartica: Penguin Hunting [Foto: Ell Duke / flickr]

Hunting ke tempat seperti itu butuh persiapan panjang dan fisik yang kuat. Barang-barang yang dibawa juga pasti yang bakal dipake banget. Misalnya lensa tele sepanjang belalai gajah dan kamera tahan air yang beratnya na’udzubillah.


Planning for the weekend [Foto: Annie Spratt on Unsplash]. 

Perjalanan sendiri ini tetaplah perjalanan yang cukup menyenangkan. Iya, namanya juga sendiri, eksplorasi tempat juga lebih bebas. 


Baca juga: Perjalanan Malam ke Maze Market. 

Salah satu yang paling berhasil waktu itu adalah ketika saya bisa nge-approach bapak ojek online (ojol) untuk berfoto. Tujuannya sih, untuk kerja, ngeles dikit hihi. Sebenarnya mah, untuk melengkapi tugas dari Yourshot. Awalnya beliau menolak, terlihat dari suara dan bahasa tubuhnya. Beliau paling nggak enakan kalau pakai jaket ojol. Jadi, beliau melepas jaketnya dulu, baru foto.


Pendekatan atau approach subjek foto cukup sulit kalau tiba-tiba bilang, “saya foto ya pak”. Apabila melontarkan kalimat itu saat turun dari ojek, yang ada si subjek malah kaget atau risih. Ajak dulu ngobrol sikit, yang ringan-ringan je. Seperti tanya asal, lama bekerja, sering kena macet atau nggak, atau pertanyaan yang sekiranya membuat beliau lega. Basa-basi. Inilah bagian yang paling mendebarkan, walaupun beliau adalah pak ojol.

Sebelum approach, lihat situasi dan kondisi, agar mendapat respon positif saat diajak mengobrol. Alhamdulillah kalo orangnya santai.
Sampai di Kebun Raya, saya lanjut jalan kaki menyusuri tempat Instagram-able seperti:
- Taman Meksiko,
- Kolam Teratai,
- Jalan Kenari

Nyatanya, tempat yang sempat dikunjungi hanya:


Halo, aku di sini~ (Foto: dokumen pribadi].

- Taman Meksiko,


Orang Bogor banget kalo khatam ini [Foto: dokumen pribadi]. 

- Jembatan beton yang mengarah ke Kolam Teratai,


Hayo tebak, siapakah aku? [Foto: dokumen pribadi]. 

- Pepohonan dan bunga yang random difoto.

*Nyengir dulu*


Boleh juga via GIPHY

*Habis itu ke Kebun Raya lagi* 

Anyway, Kebun Raya Bogor yang luasnya 87 ha ini pengen banget dikunjungin berkali-kali. Nggak bisa sehari, dua hari mungkin cukup. Asalkan fisik dan mental kuat. Kalau sendirian, sebisa mungkin banyak baca bismillah dan ayat Kursi untuk keselamatan dan ke-bejo-an dalam perjalanan.


Istirahat sejenak [Foto: David Bartus / Pexels].

Perkara pegal, linu, dan keliyengan:
- Sering-sering minum dan istirahat per setengah jam sekali. Oh iya, untuk minum, usahakan duduk atau posisi setengah jongkok.

Caranya:
- Kalau duduk, kalau bisa di bangku kayu bila tersedia di sana,
- Kalau tidak ada bangku, posisikan tubuh seperti kondisi start lari marathon (setengah jongkok).
Minum sambil duduk sangat membantu dan memudahkan ginjal untuk menyaring air. Dengan posisi duduk, air akan turun dengan semestinya. Minum dengan posisi duduk juga menghindari sakit perut tiba-tiba. 

Kemudian:
- Taruh tas di tanah, tempatkan rapat di daerah kita berdiri,
- Regangkan badan sewajarnya,
- Lanjut jalan, jangan lupa baca bismillah, dan lupakan spot-spot yang agak menjanggalkan *istigfar.
- Tetap salat saat sudah waktunya (bagi yang muslim), untuk mengurangi keliyengan dan menambah kebugaran tubuh dan pikiran.

**

Sehari setelah perjalanan, badan rasanya mau lepas. Merujuk di paragraf pembuka, sisa pegal-pegal masih ada. Namun terbayarkan dengan proses yang nggak terkira harganya.

Young man holding iPhone and doing a selfie [Foto: Sean DuBois on Unsplash].

Masih mau hunting foto sendirian?

----

PS: 

Silakan Sign Up di Your Shot National Geographic https://yourshot.nationalgeographic.com. Ketika Sign Up, bisa menggunakan akun Facebook atau surat elektronik (e-mail) kamu. Lengkapi data-data yang harus diisi. Kemudian vote foto Bapak Photo by Nadia Khadijah Putri — National Geographic Your Shot

Selalu semangat dan terima kasih! :) 

Comments

  1. pergi sendiri strong yaaa, makanya ajak2 dong biar bisa saya foto in, liat nih ga ada dokumentasi kebun raya nya, kalau bareng kan bisa aku bantuin bawan perkakasnya, pundakku kuat, bahkan bisa menampung kesedihan orang lain, hahahah *tsaaahhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, latihan buat ke National Geographic. Banyak juga tuh fotografer perempuannya. Jadi mumpung masih muda, latihan yang kecil-kecil dulu hehe.

      Delete
  2. Berani siihhh......tapi kayaknya males xD

    Eh enggak ding, takutnya saya keenakan ngobrol sama diri sendiri xD

    ReplyDelete

Post a Comment

Pos populer

Hak-hak DPR

Setiap manusia punya hak. Termasuk DPR. Cuma, DPR hak-nya bisa dihitung. Nggak kayak kita, hak kita banyak banget. Kalo dicatat, kertas yang ditulis penuh sangat (huhuhu...). Yap, ini dia hak-hak DPR beserta penjelasannya.

1. Hak inisiatif
Hak inisiatif yaitu hak DPR untuk mengajukan usul Rancangan Undang-Undang Dasar (RUU) atau Rancangan Peraturan Daerah (Raperda ) yang biasanya datang dari pemerintah atau presiden.

2. Hak amandemen
Hak amandemen yaitu hak DPR mengadakan atau mengajukan perubahan terhadap usulan RUU atau Raperda. Maksudnya, untuk menambah dan mengurangi RUU atau Raperda atas usulan Pemerintah atas Presiden.

3. Hak budget
Hak budget yaitu hak DPR untuk mengesahkan RAPBN ( Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang diajukan pemerintah yang juga merupakan pelaksana.

4. Hak angket
Hak angket yaitu hak anggota DPR mengadakan penyelidikan mengenai masalah tertentu. Hak atau usulan tersebut harus diajukan minimal 20 orang anggota DPR secara tertulis melalui ketua DPR.

5. Hak…

Menikmati Momen Hiatus

Hiatus dalam dunia blog merupakan suatu hal yang wajar. Selain untuk memberi jeda, tapi juga bisa mendapat banyak kesempatan untuk melihat dan menemukan banyak hal. 
Dan, saya mendapatkan itu selama dua minggu hiatus. Bagaimana dengan Anda?
Movement motion forward (Foto: PublicCo/Pixabay)
1. Kesempatan Ketika mulai mengikuti jadwal ngeblog tiga kali seminggu, rasanya cukup berat. Karena otak dipaksa berpikir gimana caranya tetap kreatif berproses dalam menulis. Kesempatan hiatus digunakan untuk evaluasi diri dan tulisan. 
Caranya? 
Keyboard type (Foto: Life-Of-Pix/Pixabay)
Dengan riset pembaca. Cie. Iya, riset pembaca sama artinya dengan mendengarkan apa yang diinginkan mereka. Tapi, ya, nggak to the point juga sih mintanya. Mungkin, dari nanyain kabar dulu. Curhat-curhat lucu. Lalu minta pendapat tentang tulisan-tulisan yang selama ini bertebaran di beranda media sosial.  Kindle (Foto: Free-Photos/Pixabay)
Untuk diri sendiri, sangat direkomendasikan untuk tetap banyak membaca, membaca h…

My 2018 Resolution, Spoiler: Berjemur di Bawah Sinar Matahari!

Gila, bentar lagi udah mau 2018 aja…  Setahun ini kemana aja man?
Flashback mode-on.
Setahun lalu jika dipandang dari 1 Januari 2018 adalah tahun berjuang demi akademis yang lebih baik. Mempertahankan sebuah standar—yang entahlah dipandang atau tidak di dunia kerja—dan juga harga diri di mata dosen. Walaupun sebenarnya, tahun lalu adalah puncak bahwa “gue pengen kerja dan punya penghasilan sendiri.”
Menghasilkan portofolio di berbagai online platform Segala hal pun dilakukan, mulai dari buka portofolio di Shutterstock, mengembangkan wadah unjuk karya di Behance, dan juga mengembangkan seluruh portofolio yang saya punya di Foap, Eye Em, Instagram. Tak lupa, coba-coba juga di 123rf dan Freepik, meskipun hhh lebih sulit rasanya bisa tembus di wadah itu. Ada pula, buka portofolio lain di Youtube, dan belajar mix lagu ber-genre EDM, khususnya Tropical House ala-ala Kygo, Matoma, dan Kanic.
Lalu, saya mencoba “mengkomersilkan” blog ini dengan Adsense. Rasanya kayak terpaksa membuka privasi sa…

Terima Kasih, Modelku

Seminggu lalu adalah libur panjang yang paling santai dan ramai. Dimulai dari Jumat yang benar-benar panas sampai membasahi seluruh baju saat saya baru sampai di Stasiun Bekasi. Kemudian, berganti sejuk ketika memasuki mobil yang disupiri ibu dan dinavigasi adik.
Jalan raya pusat kota Bekasi selalu ramai ketika akhir pekan tiba. Untungnya hari libur panjang, semua orang berlomba-lomba untuk mengisi waktu santai. Pada akhirnya, berkumpul ria di jalan raya dengan mobil masing-masing. Klakson-klakson bersahutan untuk berebut waktu paling santai di mal. Tak ada yang peduli. Semua menikmati pemandangan itu dengan sudut pandang masing-masing, termasuk penumpang yang ada di mobil ibu.
Sampailah kami di sebuah mal yang dibangun di pinggir Saluran Kalimalang. Di seberangnya ada mal pusat elektronik yang bersebelahan langsung dengan Hotel Aston. Mal yang terletak di sisi kiri jalan ini cukup dekat dengan pintu tol Bekasi Barat. Tak pernah sepi. Padahal jualannya itu-itu saja.
Ibu mencari parkira…

Download lagu Zivilia - Aishiteru

Lirik lagu Zivilia - Aishiteru:

Menunggu sesuatu yang sangat menyebalkan bagiku
Saat ku harus bersabar dan trus bersabar
Menantikan kehadiran dirimu
Entah sampai kapan aku harus menunggu

Sesuatu yang sangat sulit tuk kujalani
Hidup dalam kesendirian cari penggantimu
Saat kau jauh disana

[*]
Walau raga kita terpisah jauh
Namun hati kita selalu dekat
Bila kau rindu pejamkan matamu
Dan rasakan a a a aku

[**]
Kekuatan cinta kita takkan pernah rapuh
Terhapus ruang dan waktu
Percayakan kesetiaan ini
Pada ketulusa a a ai aishiteru

Gelisah sesaat saja tiada kabarmu ku curiga
Entah penantianku takkan sia-sia
Dan berikan satu jawaban pasti
Entah sampai kapan aku harus bertahan

Saat kau jauh disana rasa cemburu
Merasuk kedalam pikiranku melayang
Tak tentu arah tentang dirimu
Apakah sama yang kau rasakan

Back to [*] [**]

Satu sendri pikiran melayang terbang
Perasaan resah gelisah
Jalani kenyataan hidup tanpa gairah
O... u... wo....

Lupakan segala obsesi dan ambisimu
Akhiri semuanya cukup sampai disini
Dan buktikan pengorbanan ci…

ZAP Rawamangun Pindah Lokasi, Tenang, Kliniknya Ada Dimana-mana Kok

Pertama kali kenal ZAP itu ketika adik saya ikut treatment underarm laser setahun lalu. Dia ikut ini pun karena awalnya browsing di Google. Pas ketemu, dia mencoba-coba karena klinik ini terlihat meyakinkan dan bukan proses instan.
Ketika sudah mencoba 2-3 kali treatment, dia cerita ke ibu dan saya kalau treatment di klinik ZAP betul-betul bekerja. Jadi, prosesnya dimulai dari memberikan sinar laser yang ditembak ke daerah underarm. Rasanya cekit-cekit gitu sih, karena sinar laser ini “mencabut dan memotong” sampai ke akar rambut. Setelah dilaser, dibiarkan sampai 1-1,5 bulan untuk melihat perkembangan rambut yang tumbuh. Pertumbuhan rambut tergantung dengan seberapa kuat hormon dalam tubuh masing-masing. Ketika sudah mencapai 1-1,5 bulan, adik saya kembali treatment sampai 8 kali. Kebetulan, dokter kulit di klinik itu memberitahu kalau adik saya hormonnya kuat. Sering keringat, pertumbuhan rambut juga lumayan cepat. Jadi, jumlah treatment mungkin lebih dari 8 kali. Lokasi pertama trea…