Ruang Sehat dan Hijau di Coworking Space


Zaman sekarang, kerja bisa di mana saja.

Adagium ini berlaku untuk Anda yang bahagia dan leluasa bekerja di rumah, kafe, taman, bahkan coworking space. Ketika perputaran informasi semakin cepat dan mobilitas semakin menguras konsentrasi tinggi, tak ada salahnya bekerja secara fleksibel menjadi pilihan Anda.


Dari fenomena ini, pertumbuhan coworking space pun semakin menjamur. Sebagai fasilitas pendukung untuk para pekerja lepas, coworking space menjadi sebuah secercah harapan. Ditandai dengan banyaknya jasa sewa ruang kantor dan tempat usaha yang tersedia di situs-situs terkait.

Lantas, coworking space tersebut juga harus didukung dengan ruang yang sehat dan hijau. Berikut ini syarat-syarat ruang sehat dan hijau di coworking space.

1. Mengatur sirkulasi udara yang baik dapat membuat ruangan lebih bernapas

Udara segar adalah kunci utama sehat atau tidaknya kondisi ruangan. Udara segar juga bagian elemen pendukung untuk membantu manusia lebih produktif. Semakin banyak aliran udara yang masuk, maka ruangan akan semakin sejuk dan menenangkan. Terbayang kan kalau ruangan panas dan sumpek?

Ruang coworking space dengan sirkulasi udara yang baik. (Sumber: The Fetch Community)

Ruangan dengan banyak jendela sangat direkomendasikan menjadi coworking space pilihan Anda. Anda bisa merelaksasi mata yang sering terpapar radiasi laptop atau gawai pintar sambil menjernihkan pikiran.

2. Mendapat cahaya matahari yang cukup

Ruangan dengan banyak jendela biasanya juga memancarkan sinar matahari yang intens. Cahaya matahari sangat membantu untuk melengkapi penerangan dalam ruangan. Selain menghemat konsumsi listrik, juga dapat menyehatkan penghuni di dalamnya.

Bekerja sambil menyehatkan mata. (Sumber: Pinterest)

Jangan lupakan jendela ruangan yang besar. Jendela besar akan membuat efek ruangan menjadi luas. Anda juga bisa berkeliling sejenak untuk meregangkan otot. Menyehatkan bukan?

3. Mengurangi sekat ruangan agar tercipta hubungan rekan yang sehat

Ruang kantor atau tempat usaha pada umumnya menyediakan sekat-sekat ruangan atau meja bentuk kubikel. Partisi ini punya peran tersendiri, seperti membagi ruangan berdasarkan pangkat, divisi, atau hanya untuk memaksimalkan luas ruangan saja.

Sibuk sekali sampai lupa berdiri. (Sumber: Decodeko.co.id)

Namun, partisi ini justru terkesan ada hubungan berjarak antara rekan kerja. Meskipun hal itu memang tergantung cara individu menyikapinya. Hal paling krusial adalah mudah terusik dengan suara-suara berisik bos rapat, gosip hangat dari rekan kerja, bahkan mengerjakan hal yang bukan tugas kantor. Pada akhirnya, konsentrasi justru buyar dan menimbulkan rasa gelisah.

Bebas bekerja tanpa penghalang.

Dengan bekerja di ruang tanpa sekat, akan menciptakan suasana yang terang, ringan, hangat dan menimbulkan perasaan rileks saat jam-jam sibuk. Situasi ruang kerja pun mendukung interaksi yang santai tapi profesional antara rekan kerja.

4. Menanam tanaman untuk menambah kesegaran ruangan

Menanam tanaman di sekitar coworking space sangat direkomendasikan bagi Anda yang berjiwa “green-action”. Tanaman di ruangan berfungsi sebagai penghasil oksigen dan dekorasi. Ruangan menjadi sejuk dan mampu menyegarkan pikiran Anda.

Segarnya! Anda pasti langsung betah bekerja seperti ini. (Sumber: Condé Nast Traveler)

Anda tentu saja bisa bermain-main sejenak dengan tanaman di ruangan tersebut. Asalkan Anda meminta izin terlebih dahulu pada pihak penyewaan coworking space. Siapa yang tidak ingin bekerja di ruangan seperti ini?

Itulah beberapa syarat ruang hijau dan sehat di coworking space. Jika Anda tertarik mencoba, yuk sewa ruang kantor dan tempat usaha pilihan Anda!

**

Sumber: 

Shabrina, Andisa dan Firdaus, dr. Yusra. Terbukti, Lebih Produktif Kerja di Kafe Daripada di Kubikel Kantor yang Membosankan. HelloSehat.com

Comments

  1. Lagi trend ya coworking buat ruag kerja yang nyaman

    ReplyDelete
  2. Baru sekali nangkring di coworking, asik juga sih tapi karena semeja sama yg ga kenal rada kurang nyaman gaada ruang private. Kalo ada space yg menghadap jendela gitu keknya asik jugaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts

Eksperimen di Adobe Spark

Nadia K. Putri